Hidup selalu
diliputi dengan hal-hal yang tidak kita inginkan, itulah masalah. Mereka datang
tidak diundang, tak kunjung pergi. Entah masalah kurangnya rezeki, tidak bisa
melanjutkan studi, tidak kunjung mendapatkan jodoh, sakit-sakitan, lingkungan
buruk, dan banyak macam masalah lainnya. Ternyata masalah adalah milik semua
orang. Bagi orang kaya, mau makan apa adalah masalah. Bagi orang miskin, apa
yang mau dimakan adalah masalah. Bagi orang gaptek, menggunakan internet adalah
masalah. Bagi orang alergi, ikan laut adalah masalah.
Tapi masalah
akankah selalu menjadi masalah? Ternyata masalah menyediakan pilihan, tetap
menjadi masalah atau menjadi pemecahan. Tak ada yang bernama masalah abadi,
karena masalah selalu menyediakan celah. Tergantung cara kita memandang, apakah
ada masalah dalam peluang, atau melihat peluang dalam masalah. Orang yang
melihat masalah besar dalam peluang kecil biasanya menghindari dan menunda
menyelesaikan masalah. Orang yang melihat peluang besar dalam masalah kecil adalah
orang yang menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Ingat Kawan,
hidup ini berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang susah kadang
senang. Dan Allah menjanjikan, sesungguhnya
setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Lalu Allah mengulangi, Maka setelah kesulitan pasti ada kemudahan.
Apakah kita masih sedih padahal Allah yang berjanji? Tak ada penyakit tanpa
obat. Tak ada masalah tanpa jalan keluar. Maka, jangan menghindari masalah.
Jangan menunda untuk menyelesaikan masalah. Jangan mengalihkan masalah dengan
hal-hal yang negatif. Mintalah bantuan kepada Tuhan, Dia akan menolong dengan
jalan yang tak terduka.
Abraham Lincoln
pernah berkata, sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain,
tanpa kehilangan semangat. Tidak seberapa penting berapa kali kita jatuh, tapi
berapa kali kita bisa bangkit. Bayangkan seorang bayi mungil yang baru belajar
berjalan. Dia sering jatuh, menangis kesakitan, bahkan sampai luka. Tapi apa
pernah bayi tersebut menyesal, merenung, kemudian berputus asa belajar berjalan.
Sampai besar dia kemudian menjadi bayi lumpuh karena malas berlatih berjalan.
Ternyata tidak, bayi tersebut bangkit lagi dengan tertawa ceria. Dia berjalan
sempoyongan. Lalu belajar berlari lalu sukseslah ia sebagai pembelajar yang
pernah gagal tapi berhasil bangkit lagi.
Besi bisa ditempa
mejadi pedang yang tajam dan indah. Tapi pernahkan berpikir kalau dulu pedang
indah tersebut adalah besi yang hitam legam tak enak dipandang dan apek baunya.
Tapi oleh pandai besi dibakar, dilelehkan, dan ditempa habis-habisan sampai
membentuk pedang besar, tajam, dan menyenangkan. Hal ini menunjukkan, untuk
mencapai suatu puncak kesuksesan, harus melewati tahapan proses dulu yang
bernama masalah. Orang besar adalah orang yang bisa melewati masalah besar dan
tetap baik-baik saja. Dari pengalaman buruk tersebut, hidup akan lebih baik.
Makin buruk, makin matang, matang siap menghadapi kenyataan, makin pandai
belajar dari perjalanan pahit.
Semangat itu
naik turun. Kadang menggebu-gebu kadang layu. Ketika menggebu seakan semuanya
akan dilahap. Begitu layu, masa depan bagaikan lembaran kelam yang tak ada
harapan. Oleh karena itu, kita perlu menjaga semangat supaya tetap berada di
level yang tinggi. Bagaimana caranya?
Pertama, kita harus menjaga kedekatan
dengan Allah. Ibadah harus terjaga, misalnya Shalat lima waktu. Shalat yang
rutin dan khusyuk akan menjadikan hati tenang yang bisa berpikir jernih tentang
apa-apa yang harus dilakukan. Kedua, kita
harus berkumpul dengan orang yang jiwanya selalu membara. Semangat itu hal yang
mudah menular. Ketika kita berkumpul dengan orang yang semangat, mereka
memiliki visi masa depan yang hebat, rencana yang jelas, kita pasti akan merasa
terbawa untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan mereka.
Yang Ketiga, bacaan harus dipilih yang selalu
mendekatkan kita pada semangat yang baru dan tentu saja dibaca karena banyak
yang membeli malas membacanya. Bacalah profil tokoh-tokoh besar, kisah-kisah
inspiratif, novel pembangun jiwa, dan Al Quran tentunya. Orang yang rutin
membaca, akan rutin diingatkan akan misi besar hidup dan cita-cita sehingga
tidak mudah lupa dan putus asa. Keempat, tulislah
keinginan kita dan tempelkan di tempat-tempat strategis yang mudah terbaca oleh
kita. Misalkan di pintu kamar tidur, kamar mandi, meja belajar, spedometer
motor, dan tempat lain sesuka kita. Kalau kita sering membacanya, kita akan
mudah terbayang-bayangi dan akan terus mengejarnya. Kemana pun dan kapan pun
akan terngiang-ngiang dan memberikan afirmasi positif bagi kita.
Terakhir, selamat mencoba menjalani.
Kalau hanya dibaca, tidak tergerak, berarti tulisan ini sia-sia. Tulisan ini
akan berharga, setelah membaca, akan langsung terketuk dan tergugah hatinya.
Banyak wacana harus diimbangi banyak aksinya. Jangan malah banyak rencana,
malah lupa kerjanya. Sampai jumpa di puncak kesuksesan kawan!
0 komentar:
Poskan Komentar