Kamis, 29 Desember 2011

Semangat Baru


Hidup selalu diliputi dengan hal-hal yang tidak kita inginkan, itulah masalah. Mereka datang tidak diundang, tak kunjung pergi. Entah masalah kurangnya rezeki, tidak bisa melanjutkan studi, tidak kunjung mendapatkan jodoh, sakit-sakitan, lingkungan buruk, dan banyak macam masalah lainnya. Ternyata masalah adalah milik semua orang. Bagi orang kaya, mau makan apa adalah masalah. Bagi orang miskin, apa yang mau dimakan adalah masalah. Bagi orang gaptek, menggunakan internet adalah masalah. Bagi orang alergi, ikan laut adalah masalah.

Tapi masalah akankah selalu menjadi masalah? Ternyata masalah menyediakan pilihan, tetap menjadi masalah atau menjadi pemecahan. Tak ada yang bernama masalah abadi, karena masalah selalu menyediakan celah. Tergantung cara kita memandang, apakah ada masalah dalam peluang, atau melihat peluang dalam masalah. Orang yang melihat masalah besar dalam peluang kecil biasanya menghindari dan menunda menyelesaikan masalah. Orang yang melihat peluang besar dalam masalah kecil adalah orang yang menyelesaikan masalah tanpa masalah.
Ingat Kawan, hidup ini berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Kadang susah kadang senang. Dan Allah menjanjikan, sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Lalu Allah mengulangi, Maka setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Apakah kita masih sedih padahal Allah yang berjanji? Tak ada penyakit tanpa obat. Tak ada masalah tanpa jalan keluar. Maka, jangan menghindari masalah. Jangan menunda untuk menyelesaikan masalah. Jangan mengalihkan masalah dengan hal-hal yang negatif. Mintalah bantuan kepada Tuhan, Dia akan menolong dengan jalan yang tak terduka.
Abraham Lincoln pernah berkata, sukses berjalan dari satu kegagalan ke kegagalan yang lain, tanpa kehilangan semangat. Tidak seberapa penting berapa kali kita jatuh, tapi berapa kali kita bisa bangkit. Bayangkan seorang bayi mungil yang baru belajar berjalan. Dia sering jatuh, menangis kesakitan, bahkan sampai luka. Tapi apa pernah bayi tersebut menyesal, merenung, kemudian berputus asa belajar berjalan. Sampai besar dia kemudian menjadi bayi lumpuh karena malas berlatih berjalan. Ternyata tidak, bayi tersebut bangkit lagi dengan tertawa ceria. Dia berjalan sempoyongan. Lalu belajar berlari lalu sukseslah ia sebagai pembelajar yang pernah gagal tapi berhasil bangkit lagi.
Besi bisa ditempa mejadi pedang yang tajam dan indah. Tapi pernahkan berpikir kalau dulu pedang indah tersebut adalah besi yang hitam legam tak enak dipandang dan apek baunya. Tapi oleh pandai besi dibakar, dilelehkan, dan ditempa habis-habisan sampai membentuk pedang besar, tajam, dan menyenangkan. Hal ini menunjukkan, untuk mencapai suatu puncak kesuksesan, harus melewati tahapan proses dulu yang bernama masalah. Orang besar adalah orang yang bisa melewati masalah besar dan tetap baik-baik saja. Dari pengalaman buruk tersebut, hidup akan lebih baik. Makin buruk, makin matang, matang siap menghadapi kenyataan, makin pandai belajar dari perjalanan pahit.
Semangat itu naik turun. Kadang menggebu-gebu kadang layu. Ketika menggebu seakan semuanya akan dilahap. Begitu layu, masa depan bagaikan lembaran kelam yang tak ada harapan. Oleh karena itu, kita perlu menjaga semangat supaya tetap berada di level yang tinggi. Bagaimana caranya?
Pertama, kita harus menjaga kedekatan dengan Allah. Ibadah harus terjaga, misalnya Shalat lima waktu. Shalat yang rutin dan khusyuk akan menjadikan hati tenang yang bisa berpikir jernih tentang apa-apa yang harus dilakukan. Kedua, kita harus berkumpul dengan orang yang jiwanya selalu membara. Semangat itu hal yang mudah menular. Ketika kita berkumpul dengan orang yang semangat, mereka memiliki visi masa depan yang hebat, rencana yang jelas, kita pasti akan merasa terbawa untuk berlomba-lomba dalam kebaikan dengan mereka.
Yang Ketiga, bacaan harus dipilih yang selalu mendekatkan kita pada semangat yang baru dan tentu saja dibaca karena banyak yang membeli malas membacanya. Bacalah profil tokoh-tokoh besar, kisah-kisah inspiratif, novel pembangun jiwa, dan Al Quran tentunya. Orang yang rutin membaca, akan rutin diingatkan akan misi besar hidup dan cita-cita sehingga tidak mudah lupa dan putus asa. Keempat, tulislah keinginan kita dan tempelkan di tempat-tempat strategis yang mudah terbaca oleh kita. Misalkan di pintu kamar tidur, kamar mandi, meja belajar, spedometer motor, dan tempat lain sesuka kita. Kalau kita sering membacanya, kita akan mudah terbayang-bayangi dan akan terus mengejarnya. Kemana pun dan kapan pun akan terngiang-ngiang dan memberikan afirmasi positif bagi kita.
Terakhir, selamat mencoba menjalani. Kalau hanya dibaca, tidak tergerak, berarti tulisan ini sia-sia. Tulisan ini akan berharga, setelah membaca, akan langsung terketuk dan tergugah hatinya. Banyak wacana harus diimbangi banyak aksinya. Jangan malah banyak rencana, malah lupa kerjanya. Sampai jumpa di puncak kesuksesan kawan!

0 komentar: