twitter
    Find out what I'm doing, Follow Me :)

3T



Mahasiswa dalam permasalahan. Budaya free sex, suka berhura-hura, tidak peka sosial, dan permasalahan lain yang menunjukkan akhlak mahasiswa menurun. Belum lagi motivasi dan prestasi yang rendah. Hal ini diperparah semakin banyaknya mahasiswa yang enggan mengambil peluang menambah pengalaman selain dari memakan bangku kuliah, yaitu organisasi mahasiswa dan atau UKM. Tapi walau masuk sekalipun, ternyata masih banyak yang sekedar mendapatkan ilmu event organizer. Padahal misi sebenarnya tak hanya itu, misalnya mahasiswa mendapatkan pengalaman kepemimpinan, menambah wawasan keilmuan, dan pendidikan politik untuk usia dini. Meskipun begitu, perpolitikan kampus malah menyediakan budaya politik yang tidak santun untuk ditiru.

Mahasiswa untuk masa depan. Mahasiswa seyogyanya menjadi agen of change, bahkan kalau bisa menjadi architect of change. Mahasiswa adalah penerus sekaligus pengembang bangsa indonesia yang dalam kondisi kritis stadium tiga ini. Mahasiswa adalah bijih besi yang masih mungkin ditempa menjadi benda apapun itu, bisa pedang, pisau, atau silet saja. Mahasiswa bukanlah air di sungai yang mengalir begitu saja ke lautan dengan membawa segala kotoran kemudian hilang.  Mahasiswa adalah kepompong yang ketika selesainya menjadi kupu-kupu pemimpin yang terbang bebas ke sana kemari untuk mengepakkan sayap kepedulian sosial dan intelektualnya. Mahasiswa adalah gatotkaca yang sedang berlatih ilmu kanuragan di lembah candradimuka untuk menjadi kader yang berotot kawat bertulang besi.
Mahasiswa harus menyadari, mengenali, dan menggali siapa sebenarnya dirinya, atau bisa menjawab pertanyaan Who am I? Mahasiswa harus menyandarkan idola mereka kepada orang-orang yang tepat sehingga menambah semangat untuk meneladaninya. Mahasiswa marilah perpegang teguh pada prinsip-prinsip sederhana namun mulia untuk meneguhkan sikap kita akan jelasnya masa depan kita. Marilah kita hargai pengalaman terbaik kita, bakat, minat, dan potensi yang kita miliki. Semuanya itu adalah bekal untuk menggapai mimpi dan cita-cita kita masing-masing.
Untuk itu, mahasiswa memang selayaknya menjadi mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Mahasiswa penuh karya nyata yang bermanfaat untuk umat dan masyarakat. Saat di kampus adalah saat paling tepat untuk menunjukkan eksistensi dengan prestasi yang membanggakan. Dengan jiwa mudanya, mahasiswa mampu melakukan lebih banyak hal, berpikir lebih berat, nafas yang lebih panjang, untuk berakselarasi tinggi menjadi mahasiswa yang progressif. Mahasiswa yang begitulah yang memiliki masa depan yang dan selalu dirudung keceriaan.
Kunci-kunci kesuksesan mahasiswa adalah dengan menekankan prinsip 3T. Apa saja 3T itu? Prinsip 3T yaitu Tertib Ibadah, Tertib Belajar, dan Tertib berorganisasi. Mahasiswa menunjukkan kepada dirinya dan Tuhan bahwa inilah manusia religius yang selalu mendasarkan hidupnya untuk mencari ridho-Nya dan menyandarkan hidupnya dengan menaati segala aturan berupa perintah dan larangan. Mahasiswa yang baik adalah yang lulus tidak terlalu lama dengan IPK minimal tiga. Terkesan konvensional tapi inilah kenyataan menyakitkan yang harus kita tuntaskan. Sebenar-benarnya mahasiswa tentunya memiliki keterampilan tinggi dalam hal kreativitas, kepemimpinan, dan kewirausahaan yang disediakan oleh organisasi kemahasiswaan dan UKM yang bertebaran.
Yang terakhir, sampai jumpa di puncak kesuksesan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Jumlah Pengunjung

Tampilan slide

Loading...