Pekerjaan adalah
dilema. Ini sebuah idealitas atau sekedar hasrat untuk mendapatkan penghasilan.
Mungkin juga bisa berarti sekedar rutinitas yang tak bisa dihindari dan memang
tidak tersedia pilihan lainnya. Maka, wajar saja pekerjaan hanya menjadi
formalitas, yang penting asal jalan, tak peduli bagaimana proses yang dijalani.
Hal ini terjadi karena dibenarkan oleh alasan bahwa inilah kenyataan dunia.
Siapa bekerja, itulah yang mendapat uang, itulah yang bisa makan, bisa
berteduh, dan bisa membuat senyum istri di rumah.
Pekerjaan adalah
hobi. Pekerjaan adalah adalah surga yang dicicil Allah ke dunia untuk dinikmati
sesuka hati. Pekerjaan adalah keinginan, bukan kebutuhan, apalagi keterpaksaan.
Pekerjaan itu menyenangkan sekaligus mengenyangkan. Pekerjaan adalah taman
terpanjang menuju gerbang kemandirian dan kesuksesan. Pekerjaan adalah onani
pemikiran yang menghasilkan orgasme kehidupan. Pekerjaan adalah gadis terseksi
yang aduhai.
Tapi gambaran
pekerjaan seperti itu ternyata tidak ada di kenyataan. Jauh sekali jurang
pemisah antara kenyataan dengan gambaran seharusnya. Pekerjaan adalah
keterpaksaan. Pekerjaan adalah musibah terkejam yang pernah Tuhan ciptakan.
Pekerjaan adalah makhluk paling membosankan, menjijikkan, dan mengerikan.
Pekerjaan adalah kenyataan hidup yang layak diratapi. Pekerjaan adalah
rutinitas hambar yang sebaiknya dimasukkan saja ke tong sampah.
Haha. Sudahlah.
Toh, ternyata
pekerjaan tetap saja banyak yang mencari. Orang bisa stress jika bekerja. Tapi
bisa gila kalau tidak bekerja. Antri di sana-sini. Kerja serabutan. Menari
ketika terik mentari jalang di tengah perempatan. Bangun pagi, tidur pun sudah
pagi. Anak istri ditinggalkan. Punggung serasa dibanting dan dirajam. Tapi
ternyata pekerjaan dan gajian tak kunjung datang.
Yang terakhir,
apapun kondisi kita, bersyukur. Itu aja. Nanti nikmat untuk kita akan ditambah
berkali-kali lipat dari jalan yang tak terduga-duga. Hanya orang boros dan gila
yang selalu merasa kekurangan. Hanya orang yang menjemput kegagalan selalu
merasa gagal.
0 komentar:
Poskan Komentar