Senin, 25 April 2011

Belajar dari Si Babi


Evaluasi harus dicatat supaya pada kegiatan selanjutnya bisa menjadi pelajaran. Kesalahan yang sudah terjadi tidak diulangi pada masa selanjutnya. Hasil penilaian itulah yang menjadi dasar untuk mengawali dalam langkah-langkah yang akan ditempuh. Bila disusun sebuah grafik untuk setiap kegiatan, harusnya muncul grafik kualitas yang meningkat, bukan malah stagnan atau bahkan menurun. Dalam organisasi kegagalan dan kesalahan pasti terjadi, tapi yang terbaik bukan mencari siapa kambing hitamnya, tetapi dimana letak akar permasalahannya. Kesalahan tersebut adalah rambu-ramu supaya lebih berhati-hati dalam langkah selanjutnya. Misal ada  keunggulan, harus dipertahankan. Jangan melupakan sejarah berupa prestasi pendahulu. Mungkin bagi suatu periode saat ini, pendahulu hanya melakukan prestasi-prestasi kecil. Tapi tanpa ada pendahulu tidak akan akan masa kini yang bisa melangkah lebih jauh.
Jika masa sekarang lebih buruk daripada masa kemarin, itulah organisasi yang bangkrut. Jika masa sekarang sama saja dibandingkan masa kemarin, organisasi ini masih merugi. Namun, organisasi yang menguntungkan adalah organisasi yang saat ini lebih baik dari pada kemarin. Setiap saat terjadi perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Perbaikan hanya akan diraih dengan melakukan penilaian terlebih dahulu.
Ada sebuah kisah, pada suatu siang yang terik, seekor babi berjalan-jalan di hutan untuk mencari makan. Hutan tersebut sangat lebat dan tumbuh beraneka makanan favorit babi. Karena keasyikan berjalan, tiba-tiba babi terjerembab ke sebuah lubang yang dalam. Ternyata lubang tersebut adalah jebakan yang dibuat pemburu untuk babi. Babi tersebut hanya bisa berputar-putar di bawah lubang sambil berteriak. Tak lama kemudian datanglah seekor babi yang lainnya. Tapi apa daya, karena lubangny dalam, si babi yang baru datang tidak bisa menolong. Dari semak-semak muncullah si pemburu yang siap menangkap kedua babi tersebut. Untuk saja babi yang di  atas bisa melarikan diri. Babi yang di lubang tertangkap dan disembelih oleh pemburu.
Ganti hari, babi yang selamat berjalan di hutan lagi bersama betinanya. Dia merasa pernah melewati tempat tersebut. Tiba-tiba dia menggigit ekor di betina yang berjalan di depan yang hampir saja terperosok ke lubang. Akhirnya kedua babi tersebut selamat dari jebakan pemburu dan berjalan melingkar. Babi tersebut ternyata menyadari bahwa kondisi lubang yang ditutupi ranting dan daun rapat-rapat adalah jebakan pemburu. Hampir saja si betina menjadi korban tapi terselamatkan karena si babi yang belajar dari kesalahan.
Pelajaran yang dapat diambil adalah babi saja bisa belajar dari permasalahan. Kesalahan yang pernah terjadi jangan sampai terulangi. Berarti dibutuhkan sikap mau belajar dari kesalahan dan kegagalan untuk melangkah lebih jauh. Dengan begitu kita akan mendapatkan kesuksesan dalam berorganisasi. Kesalahan-kesalahan merupakan anak tangga yang harus ditapaki untuk  mencapai lantai atas yang disediakan kesuksesan di sana. Kalau babi saja mau dan mampu belajar, bagaimana dengan kita?

0 komentar: