Ada beberapa pengertian organisasi yang diutarakan para ahli ataupun sepemahaman kita masing-masing. Secara umum organisasi berarti sekumpulan orang yang melakukan aktivitas tertentu dengan bekerja sama untuk mencapai ide-ide bersama.
Sekumpulan orang berarti ada pengurus dan anggota. Pengurus adalah yang mengurus, memikirkan, membina, membimbing dan memberikan pelayanan untuk peningkatan kualitas anggota. Pengurus melakukan aktivitas untuk anggota sesuai dengan permintaan dan kebutuhan anggota.
Kadang kala pengurus juga dipanggil dengan pimpinan atau pembesar. Istilah ini bukanlah sebuah masalah yang mendasar. Hanya saja tetap ada perbedaan. Pimpinan berarti kumpulan pemimpin. Isinya berarti memang orang yang mengurusi seperti pengurus biasa. Tapi rasa kata pemimpin lebih baik. Ada nilai positif yang lebih sehingga pemimpin tidak sekedar pengurus. Sehingga boleh saja suatu organisasi memilih sebutan pimpinan disbanding pengurus. Walau mau menggunakan pengurus juga tak masalah.
Adapun istilah pembesar, sering disematkan kepada beberapa gelintir bagian dari pengurus saja. Pembesar adalah inti organisasi yang menjadi nafas utama atau motor penggerak sebuah organisasi. Keberadaannya sangat vital, sehingga misal tidak ada organisasi tidak bisa berlangsung.
Tapi perlu disadari, porsi seseorang dalam sebuah organisasi tidak ada bedanya. Entah dia menjadi ketua, sekretaris, ketua bidang, atau anggota sekalipun semuanya adalah inti penggerak organisasi. Bila diandaikan anggota tubuh kita, ketua adalah kepala, sekretaris adalah tangan, dan anggota adalah semuanya. Tentunya akan tidak normal kalau misalkan ada sepotong jari yang hilang, hidung yang berlubang satu, kaki yang pincang, atau bentuk kekurangan apapun itu. Itu berarti setiap pengurus adalah berharga, bahkan sangat amat berharga sekali.
Anggota berarti orang yang memiliki organisasi dan mempercayakannya kepada pengurus. Anggota pemilik sekaligus pelaksana, karena pengurus juga bagian dari anggota hanya saja diberi tambahan porsi kegiatan. Anggota memiliki hak untuk dilayani dan pengurus berkewajiban melayani. Tapi anggota juga berkewajiban untuk mematuhi dan mendukung sepenuhnya apa-apa yang menjadi kebijakan pengurus. Anggota memiliki hak juga untuk mengingatkan ketika kebijakan pengurus ternyata tidak bijak. Caranya tentu dengan jalan yang baik, misalnya memberikan evaluasi ketika rapat, memberikan saran selama menjalankan kepanitiaan, atau bahkan boleh dengan demonstrasi asalkan penuh kesantunan dan ketertiban.
Orang-orang tersebut dalam beraktivitas menggunakan prinsip kerja sama, bukan bekerja bersama-sama. Bekerja sama berarti ada pembagian kerja untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Bila bekerja bersama-sama merupakan orang-orang yang melakukan aktivitas sama sepenuhnya tanpa ada pembagian tugas dan wewenang. Efektivitas yaitu tingkat pencapaian tujuan atau seberapa banyak yang berhasil diraih. Adapun efisiensi merupakan bentuk penghematan waktu, biaya, tenaga, dan pikiran selama proses mencapai keberhasilan. Dua hal ini akan susah bahkan tidak mungkin jika dilakukan seorang diri atau banyak orang tapi dengan prinsip bekerja bersama-sama.
Ide-ide bersama merupakan gambaran masa depan yang ideal. Biasanya gambaran tersebut berupa perbaikan atau penyelesaian masalah berupa realita atau kenyataan yang dimiliki anggota. Kesamaan nasib menghasilkan rasa sepenanggungan dan hubungan kesatuan yang intim. Dari situlah muncul niatan untuk mengusung cita-cita perbaikan. Tentunya cita-cita tersebut disepakati lalu dirumuskan, itulah yang menjadi maksud dan tujuan sebuah organisasi. Biasanya disebut dengan tujuan atau visi yang berarti idealisme pengurus organisasi. Untuk mewujudkannya perlu usaha-usaha yang lebih nyata dan tidak hanya satu, itulah misi.
Organisasi merupakan alat perjuangan, bukan memperalat pengurus. Berarti pengurus harus mengerti sepenuhnya apa yang diidam-idamkan organisasi sebelum bergabung dan memperjuangkannya. Seluruh aktivitas organisasi harus dikembalikan, apakah aktivitas tersebut bagian dari pencapaian tujuan? Kalau ya, berarti bisa dilanjutkan. Jika tidak, perlu dipikirkan ulang, atau mungkin dihilangkan. Langkah organisasi berarti tidak hanya rutinitas tanpa ada proses dinamisasi dan pembaruan.
Ketika proses kaderisasi, pengurus sebelumnya pun harus menyampaikan idealisme sejelas-jelasnya sehingga perjuangan dapat dilanjutkan walau belum bisa diselesaikan oleh seangkatan atau seperiode kepengurusan. Sehingga tujuan organisasi bukan tergantung siapa menjalankan, tapi yang membedakan hanya bagaimana mencapainya.
Ketika masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, Bung Karno dengan seluruh rakyat Indonesia merasakan nasib yang sama, yaitu tertindas karena penjajahan Belanda. Semuanya menginginkan kemerdekaan dan menyepakatinya untuk diperjuangkan. Akhirnya, Bung Karno membentuk alat perjuangan kemerdekaan berupa langkah politik yaitu membentuk partai. Lalu perjuangan mewujudkan cita-cita ideal berupa kemerdekaan bisa lebih efektif dan efisien dengan organisasi partai. Banyak anggota yang bergabung, pengurus senantiasa memberikan propaganda-propaganda kepada khalayak, dan roda organisasi terus berputar. Akhirnya kemerdekaan Indonesia terwujud dengan jerih payah. Sekarang kita tinggal menikmati buahnya.
0 komentar:
Poskan Komentar