Selasa, 06 Juli 2010

RINGKASAN KOMUNIKASI BAHASA

Digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiolinguistik dengan dosen pengampu Dr. Tadzkiroatun.

Oleh
Hamdan Nugroho
07201241024

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2010
Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau alat interaksi yang hanya dimiliki manusia.

1. Hakikat Bahasa
Ciri-ciri yang menrupakan hakikat bahasa adalah sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi. Bahasa adalah system, maksudnya bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berp

Analisis Struktural Beberapa Karya Satra Anak

BAB I
PENDAHULUAN
A. JUDUL MAKALAH
Judul dari makalah ini adalah Analisis Struktural Beberapa Karya Satra Anak.

B. LATAR BELAKANG MASALAH
Sastra berbicara tentang hidup dan kehidupan, tentang berbagai persoalan hidup manusia, tentang kehidupan di sekitar manusia, tentang kehidupan pada umumnya, yang semuanya diungkapkan dengan cara dan bahasa yang khas. Artinya, baik cara pengungkapan maupun bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan berbagai persoalan hidup, atau biasa disebut gagasan, adaalah khas sastra, khas dalam pengertian lain daripada yang lain. Artinya, pengungkapan dalam bahasa sastra berbeda dengan cara-cara pengungkapan bahasa selain sastra, yaitu cara-cara pengungkapan yang telah menjadi biasa, lazim, atau yang itu-itu saja. Dalam bahasa sastra terkandung unsur dan tujuan keindahan. Bahasa sastra lebih bernuansa keindahan daripada kepraktisan. Karakteristik tersebut juga berlaku dalam sastra anak (Nurgiyantoro,2005:3).
Sastra menurut Lukens (2003:9) menawarkan dua hal utama, yaitu kesenangan dan pemahaman. Sastra hadir kepada pembaca pertama-tama adalah memberikan hiburan, hiburan yang menyenangkan. Sastra menampilkan cerita yang menarik, mengajak pembaca untuk memanjakan fantasi, membawa pembaca ke suatu alur kehidupan yang penuh suspense, daya yang menarik hati pembaca untuk ingin tahu dan merasa terikat karenanya, “mempermainkan emosi” emosi pembaca sehingga ikut larut ke dalam arus cerita dan kesemuanya itu dikemas dalam bahasa yang juga tidak kalah menarik. Lukens (2003:4) menegaskan bahwa tujuan memberikan hiburan, tujuan menyenangkan dan memuaskan pembaca, tidak peduli pembaca dewasa maupun anak-anak, adalah hal yang esensial dalam sastra.
Saxby(1991:4) mengatakan bahwa sastra pada hakikatnya adalah citra kehidupan, gambaran kehidupan. Citra kehidupan dapat dipahami sebagai penggambaran secara konkret tentang model-model kehidupan sebagaimana yang dijumpai dalam kehidupan faktual sehingga mudah diimajinasikan sewaktu dibaca. Karakterisitik sastra yang telah disebutkan di atas juga berlaku dalam sastra anak. Saxby (1991:4) mengemukakan bahwa jika citraan dan atau metafora kehidupan yang dikisahkan itu berada dalam jangkauan anak, baik yang melibatkan aspek emosi, perasaan, pikiran, saraf sensori, maupun pengalaman moral, dan diekspresikan dalam bentuk-bentuk kebahasaan yang juga dapat dijangkau dan dipahami oleh pembaca anak-anak, buku atau teks tersebut dapat diklasifikasikan sebagai sastra anak.
Huck dkk (1987:4) mengemukakan perlu adanya perhatian terhadap perbedaan buku yang dimaksudkan sebagai bacaan anak dan dewasa. Buku bacaan untuk dewasa tidak begitu saja dapat diberikan dan dikonsumsikan kepada anak karena adanya berbagai kendala keterbatasan, baik yang menyangkut isi kandungan maupun unsur kebahasaan. Isi kandungan sastra anak dibatasi oleh pengalaman dan pengetahuan anak, pengalaman dan pengetahuan yang dapat dijangkau dan dipahami oleh anak, pengalaman dan pengetahuan anak yang sesuai dengan dunia anak sesuai dengan perkembangan emosi dan kejiwaannya. (Nurgiyantoro, 2005:6).

C. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan masalah pokok yaitu bagaimanakah unsur struktural dalam beberapa karya sastra anak.

D. TUJUAN PENULISAN
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur struktural dalam beberapa karya sastra anak.


E. MANFAAT PENULISAN
Jabaran manfaat ditulisnya karya ini antara lain sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
a. Dapat menambah khasanah penelitian kesusastraan Indonesia dalam memahami unsur struktur dalam suatu karya sastra.
b. Sebagai alat motivasi, setelah dilakukan penelitian ini muncul penelitian-penelitian baru sehingga dapat menimbulkan inovasi dalam kesusastraan Indonesia.
2. Manfaat Praktis
Membantu pembaca untuk memahami dan mengetahui unsur structural dalam.

BAB II
LANDASAN TEORI
Sastra anak adalah sastra yang secara emosional psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak, dan itu pada umumnya berangkat dari fakta yang konkret dan mudah diimajinasikan. Menurut Huck dkk (1987:5) isi kandungan yang terbatas sesuai dengan jangkauan emosional dan psikologi anak itulah yang, antara lain, merupakan karekteristik sastra anak. Sastra anak dapat berkisah tentang apa saja, bahkan yang menurut ukuran dewasa tidak masuk akal. Misalnya berkisah tentang binatang yang dapat berbicara, bertingkah laku, berpikir dan berperasaan layaknya manusia. Imajinasi dan emosi anak dapat menerima cerita itu secara wajar dan memang begitulah seharusnya menurut jangkauan pemahaman anak.
Secara garis besar Lukens mengelompokkan genre sastra anak ke dalam enam macam, yaitu realisme, fiksi formula, fantasi, sastra tradisional, puisi dan nonfiksi dengan masing-masing mempunyai beberapa jenis lagi. Genre drama sengaja tidak dimasukkan karena menurutnya, drama baru lengkap setelah dipertunjukkan dan ditonton, dan bukan semata-mata urusan bahasa-sastra (Nurgiyantoro,2005:15).
1. Realisme
Karakteristik umum cerita realisme adalah narasi fiksional yang menampilkan tokoh dengan karakter yang menarik yang dikemas dalam latar tempat dan waktu yang dimungkinkan. Ada beberapa cerita yang dapat dikategorikan ke dalam realisme, yaitu cerita realistik, realisme binatang, realisme historis dan cerita olahraga(Nurgiyantoro, 2005:15).
2. Fiksi Formula
Genre ini sengaja disebut sebagai fiksi formula yang karena memiliki pola-pola tertentu yang membedakannya dengan jenis lain. Jenis sastra anak yang dapat dikategorikan ke dalam fiksi formula adalah cerita misteri dan detektif, cerita romantis, dan novel serial (Nurgiyantoro, 2005:18).
3. Fantasi
Fantasi dapat dipahami sebagai cerita yang menawarkan sesuatu yang sulit diterima. Cerita fantasi dikembangkan lewat imajinasi yang lazim dan dapat diterima sehingga sebagai sebuah cerita dapat diterima oleh pembaca. Jenis sastra anak yang dapat dikelompokkan ke dalam fantasi ini adalah cerita fantasi, fantasi tingkat tinggi, dan fiksi sain (Nurgiyantoro, 2005:20).
4. Sastra Tradisional
Istilah “tradisional” dalam kesastraan (traditional literature atau folk literature) menunjukkan bahwa bentuk itu berasal dari cerita yang telah mentradisi, tidak diketahui kapan mulainya dan siapa penciptanya, dan kisahkan secara turun temurun secara lisan. Jenis cerita yang dikelompokkan ke dalam genre ini adalah fabel, dongeng rakyat, mitologi, legenda dan epos (Nurgiyantoro,2005:22).
5. Puisi
Sebuah bentuk sastra disebut puisi jika di dalmnya terdapat pendayagunaan berbagai unsur bahasa untuk mencapai efek keindahan. Bahasa puisi tentulah singkat, padat, dengan sedikit kata, tetapi dapat mendialogkan sesuatu yang lebih banyak. Genre puisi anak dapat berwujud puisi-puisi lirik tembang-tembang anak tradisional, lirik tembang-tembang ninabobo, puisi naratif, dan puisi personal (Nurgiyantoro, 2005:27).
6. Nonfiksi
Bacaan nonfiksi yang sastra ditulis secara artistik sehingga jika dibaca oleh anak, anak akan memperoleh pemahaman dan sekaligus kesenangan. Ia akan membangkitkan pada diri anak perasaan keindahan yang berwujud efek emosional dan intelektual. Bacaan nonfiksi dapat dikelompokkan ke dalam subgenre buku informasi dan biografi (Nurgiyantoro, 2005:28).
Sebuah teks sastra adalah sebuah kesatuan dari berbagai elemen yang membentuknya. Elemen-elemen itu dibedakan ke dalam unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur cerita fiksi yang secara langsung berada di dalam, menjadi bagian, dan ikut membentuk eksisitensi cerita yang bersangkutan. Unsur fiksi yang termasuk dalam kategori ini misalnya adalah tokoh dan penokohan alur, pengaluran, dan berbagai peristiwa yang membentuknya, latar, sudut pandang dan lain-lain. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang berada di luar teks fiksi yang bersangkutan, tetapi mempunyai pengaruh terhadap bangun cerita yang dikisahkan, langsung atau tidak langsung. Hal-hal yang dapat dikategorikan ke dalam bagian ini misalnya jatidiri pengarang yang mempunyai ideologi, pandangan hidup dan way of life bangsanya, kondisi kehidupan sosial-budaya masyarakat yang dijadikan latar cerita, dan lain-lain (Nurgiyantoro, 2005:221).

A. Cerita Fiksi Anak
Unsur-unsur intrinsik cerita fiksi anak adalah sebagai berikut:
1. Tokoh
Tokoh cerita dimaksudkan sebagai pelaku yang dikisahkan perjalanan hidupnya dalam cerita fiksi lewat alur baik sebagai pelaku maupun penderita berbagai peristiwa yang diceritakan. Dalam cerita fiksi anak, tokoh tidak harus berwujud manusia, seperti anak-anak atau orang dewasa lengkap dengan nama atau karakternya, melainkan juga dapat berupa binatang atau suatu objek yang lain yang biasanya merupakan bentuk personifikasi manusia (Nurgiyantoro, 2005:222).
Jenis tokoh cerita fiksi anak dapat dibedakan ke dalam bermacam kategori tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Misalnya jika dilihat berdasarkan realitas sejarah, tokoh dapat dibedakan ke dalam tokoh rekaan dan tokoh sejarah, berdasarkan wujudnya dapat dibedakan ke dalam tokoh manusia, binatang atau objek lain, berdasarkan kompelksitas karakter dapat dibedakan ke dalam tokoh sederhana dan tokoh bulat (Nurgiyantoro, 2005:224).
Tokoh cerita fiksi hadir ke hadapan pembaca, anak sekalipun, tidak serta-merta begitu saja, tetapi sedikit demi sedikit dengan teknik tertentu sejalan dengan perkembangan alur. Ada sejumlah cara penghadiran tokoh, namun secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam dua macam, yaitu teknik uraian atau narasi pengarang (telling) dan teknik ragaan (showing). Teknik pertama menunjukkan bahwa pemunculan karakter tokoh itu secara langsung diceritakan oleh pengarang, sedangkan teknik yang kedua menunjukkan bahwa tokoh dibiarkan tampil sendiri untuk memperlihatkan karakter jati dirinya dengan perkembangan alur cerita (Nurgiyantoro, 2005:231).
2. Alur Cerita
Alur berhubungan dengan berbagai hal seperti peristiwa, konflik yang terjadi, dan akhirnya mencapai klimaks, serta bagaimana kisah itu diselesaikan. Alur berkaitan dengan masalah bagaimana peristiwa, tokoh, dan segala sesuatu itu digerakkan, dikisahkan sehingga menjadi sebuah rangkaian cerita yang padu dan menarik. Selain itu, alur juga mengatur berbagai peristiwa dan tokoh itu tampil dalam urutan yang enak, menarik, tetapi juga kelogisan dan kelancaran ceritanya (Nurgiyantoro, 2005:237).
Unsur esensial dalam alur adalah peristiwa baik yang dilakukan oleh dan ditimpakan kepada tokoh maupun yang bukan. Berkat peristiwa yang dikisahkan itu, alur cerita dapat berkembang. Di dalam peristiwa ada unsur yang esensial juga, yaitu konflik. Konflik pada hakikatnya menjadi motor penggerak alur, menyebabkan munculnya ketegangan dan hubungan sebab akibat, yang kesemuanya menjadi semacam “jaminan” bahwa alur cerita akan menarik karena memiliki kadar suspense yang tinggi (Nurgiyantoro, 2005:238).
3. Latar
Latar (setting) dapat dipahami sebagai landas tumpu berlangsungnya berbagai peristiwa dan kisah yang diceritakan dalam cerita fiksi. Peristiwa dan kisah dalam cerita fiksi tidak dapt terjadi begitu saja tanpa kejelasan landas tumpu. Apalagi untuk cerita fiksi anak yang dalam banyak hal memerlukan rincian konkret yang lebih menjelaskan “apa” dan “bagaimana”-nya berbagai peristiwa yang dikisahkan (Nurgiyantoro, 2005:249).
Latar terdiri dari tiga unsur, yaitu tempat, waktu, dan lingkungan sosial budaya. Kehadiran ketiga unsur tersebut saling mengait, saling memperngaruhi, dan tidak sendiri-sendiri walau secara teoritis memang dapat dipisahkan dan diidentifikasikan secara terpisah (Nurgiyantoro, 2005:250).
Kehadiran unsur latar dalam sebuah cerita fiksi tidak semata-mata hanya berfungsi untuk menjadi landas tumpu cerita, tetapi juga mengemban sejumlah fungsi yang lain. Namun, intensitas pemfungsian latar bervariasi di antara cerita fiksi yang kesemuanya tergantung pada niatan penulisnya. Kehadiran unsur latar yang bersifat fungsional lazimnya terkait dengan berbagai unsur fiksi yang lain di samping juga terlihat memiliki fungsi-fungsi tertentu (Nurgiyantoro, 2005:255).
4. Tema
Secara sederhana tema dapat dipahami sebagai gagasan yang mengikat cerita (Lukens, 2003:129), mengikat berbagai unsur intrinsik yang membangun cerita sehingga tampil sebagai sebuah kesatupaduan yang harmonis. Tema merupakan dasar pengembangan sebuah cerita. Tema sebuah cerita fiksi merupakan gagasan utama dan atau makna utama cerita. Tema lazimnya berkaitan dengan berbagai permasalahan kehidupan manusia karena sastra berbicara tentang berbagai aspek masalah kemanusiaan: hubungna manusia dengan Tuhannya, manusia dengan diri sendiri, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungan alam (Nurgiyantoro, 2005:260).
5. Moral
Moral, amanat atau messages dapat dipahami sebagai sesuatu yang ingin disampaikan kepada pembaca. Sesuatu itu selalu berkaitan dengan berbagai hal yang berkonotasi positif, bermanfaat bagi kehidupan, dan mendidik. Moral berurusan dengan masalah baik dan buruk, namun istilah moral itu selalu dikontasikan dengan hal-hal yang baik.Kehadiran moral dalam cerita fiksi dapat dipandang sebagai saran terhadap perilaku moral tertentu yang bersifat praktis, tetapi bukan resep atau petunjuk bertingkah laku (Nurgiyantoro, 2005:265).
6. Sudut Pandang
Sudut pandang dalam istilah bahasa Indonesia atau dalam istilah bahasa Inggris point of view, view point, merupakan salah satu sarana .sastra (literary device) (Stanton via Pradopo, 2003:75). Walau demikian hal itu tidak berarti bahwa perannya dalam fiksi tidak penting. Sudut pandang haruslah diperhitungkan kehadirannya, bentuknya, sebab pemilihan sudut pandang akan berpengaruh terhadap penyajian cerita. Reaksi afektif pembaca terhadap sebuah karya fiksi pun dalam banyak hal akan dipengaruhi oleh bentuk sudut pandang (Nurgiyantoro, 2007: 246).
7. Stile dan Nada
Stile berkaitan dengan masalah pilihan berbagai aspek kebahasaan yang dipergunakan dalam sebuah teks kesastraan, nada adalah sesuatu yang terbangkitkan oleh pemilihan berbagai bentuk komponen stile tersebut. Jadi, nada pad hakikatnya merupakan sesuatu yang terbentuk, terbangkitkan atau sebagai konsekuensi terhadap pilihan stile (Nurgiyantoro, 2005:273).

B. Puisi Anak
Puisi adalah genre sastra yang amat memperhatikan pemilihan aspek kebahasaan sehingga tidak salah jika dikatakan bahwa bahasa puisi adalah bahasa yang “tersaring” penggunaannya. Artinya, pemilihan bahasa itu, terutama aspek diksi, telah melewati sekesi ketat, dipertimbangkan dari berbagai sisi baik yang menyangkut unsur bunyi, bentuk, makna yang kesemuanya harus memenuhi persyaratan untuk memperoleh efek keindahan (Nurgiyantoro, 2005:312).
Di dalam puisi anak, intensitas dalam pendayaan unsur rima dan irama masih dominan. Hal itu seacar jelas terlihat pada puisi-puisi lagu dan tembang-tembang dolanan yang terlihat mengeksploitasi kedua aspek itu untuk memperoleh efek keindahan puisi. Keindahan bunyi puisi itu memberikan kesenangan, kepuasan, dan kebahagiaan tersendiri bagi anak. Itulah salah satu fungsi puisi bagi anak dan kita: memberikan kesenangan dan kepuasan batin (Nurgiyantoro, 2005:314).
Unsur bentuk atau unsur pembangun puisi atau yang biasa disebut dengan unsur intrinsik puisi antara lain bunyi, kata, sarana retorika, dan tema. Huck, dkk (1987:406-12) membedakan puisi anak ke dalam jenis balada, puisi naratif, verse bebas, dan puisi konkret.

C. Bacaan Nonfiksi Anak
Bacaan nonfiksi akan memberikan kita kesenangan dan kepuasan, yaitu yang berwujud pemerolehan fakta dan atau informasi konseptual, yang dibutuhkan. Lukens (2003:34) mengelompokkan bacaan nonfiksi anak ke dalam dua kategori saja, yaitu buku informasi (informational books) dan biografi (biography).
Berbagai buku bacaan yang berisi berbagai hal, peristiwa, atau apa saja yang menghadirkan informasi dan fakta-fakta secara mudah dikelompokkan ke dalam buku informasi. Di pihak lain, buku bacaan yang berangkat dari dan atau berdasarkan kisah hidup seseorang – juga merupakan suatu bentuk fakta – dikelompokkan ke dalam biografi (Nurgiyantoro, 2005:237).







BAB III
HASIL KAJIAN

I. Cerita Fiksi Anak (Novel)
Judul Novel : Kulit Manusia Serigala (Goosebumps)
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 1998

a. Sinopsis
Alex pergi ke rumah paman dan bibinya di Wolf Creek. Ia akan tinggal dan sekolah di sana untuk beberapa minggu karena orang tuanya pergi ke Paris. Alex menyukai fotografi, sama seperti paman dan bibinya. Awal sampai di Wolf Creek, ia mengutarakan keinginannya untuk menjadi manusia serigala saat Hallowen nanti dan keinginannya untuk memotret hutan di Wolf Creek. Pamannya langsung mengingatkannya akan sebuah rumah di sebelah rumah pamannya milik Mr dan Mrs. Marling. Mereka memperingatkan agar tidak dekat-dekat dengan rumah itu dan berhubungan dengan pemilik rumahnya, dengan alasan mereka punya anjing yang buas.
Di Wolf Creek, Alex bersahabat dengan Hanna. Ia yang menemani Alex memotret di hutan. Suatu malam kamera Alex ketinggalan di hutan, sehingga ia harus mengambilnya. Malam itu juga, pertama kalinya ia mendengar lolongan serigala dan mengetahui sumber suara berasal dari rumah Mr. dan Mrs. Marling. Ia sangat takut dengan kejadian itu dan curiga kalau Mr. dan Mrs. Marling adalah manusia serigala yang ditakuti orang-orang di Wolf Creek. Alex menanyakannya pada Hanna dan ia membenarkan pertanyaan Alex. Akan tetapi Paman Colin dan Bibi Marta mengatakan kalau semua itu tidak benar. Mendengar penjelasan yang berbeda, Alex penasaran dan berusaha menyelidikinya agar ia tahu kebenaran semua itu.
Suatu malam, ia menyelidiki sendiri tentang manusia serigala itu dan berniat memotretnya. Ia mengikuti kemana serigala yang selalu melolong tiap malam dan berusaha memotret keduanya agar ia bisa punya bukti tentang manusia serigala. Alex berhasil mengikuti sampai tengah hutan, menyaksikan apa yang dilakukan kedua manusia serigala itu dan berhasil mengambil gambar mereka dalam berbagai posisi dan kesempatan. Alex yakin kedua serigala itu adalah Mr. dan Mrs. Marling, karena ketika matahari mulai muncul mereka pulang ke rumah di sebelah rumah pamannya. Namun, ia sangat terkejut ketika ia tahu bahwa kedua serigala yang diikutinya adalah Paman Colin dan Bibi Marta. Ia tak percaya, paman dan bibinya adalah manusia serigala. Berarti selama ini mereka selalu mengarang cerita, mereka mengatakan kalau mereka pergi tiap malam untuk memotret hewan-hewan malam di tengah hutan.
Alex mengatakan kenyataan tersebut pada Hanna. Mereka punya rencana,mereka akan memakai kostum serigala milik paman dan bibi ketika Hallowen, tepat saat bulan purnama. Rencana mereka berhasil, Paman Colin dan Bibi Marta mencari kostum mereka tersebut. Saat bulan purnama tepat tinggi, mereka seperti tersiksa. Namun, akhirnya mereka berterima kasih pada Alex dan Hanna, karena tindakan mereka membuatnya terbebas dari kutukan. Alex dan Hanna mengembalikan kostum itu ke rumah Mr. dan Mrs. Marling. Betapa terkejutnya Alex karena di sana masih ada kostum serigala. Ia menanyakannya pada Hanna. Ia pun menjawab kalau kostum yang dipakainya adalah miliknya. Alex kembali terkejut mendengar pernyataan Hanna tersebut.

b. Tema
Novel anak Goosebumps seri Kulit Manusia Serigala ini mempunyai tema kurang lebih tentang “suatu rahasia pasti akan terbongkar”. Hal ini dapat dilihat dari isi cerita yang mengisahkan sebuah rahasia di Wolf Creek yang hanya diketahui dengan jelas oleh orang-orang yang tinggal di sana. Rahasia itu tentang manusia yang dapat berubah menjadi serigala ketika bulan malam tiba. Awalnya, bibi Marta dan paman Collin menyimpan rahasia tentang manusia serigala di Wolf Creek dari Alex. Rasa penasaran yang tinggi dari Alex membuat, anak itu menyelidiki dan akhirnya diketahuilah bahwa paman dan bibinya, bahkan juga temannya yang bernama Hana juga merupakan manusia serigala, yang dapat berubah menjadi serigala ketika malam tiba. Rahasia lain yang juga terungkap adalah bahwa sebagian besar warga Wolf Creek merupakan manusia serigala.

c. Alur
Novel anak ini, beralur maju. Hal ini dapat dibuktikan dengan jalannya cerita yang mengisahkan sesuatu hal dengan penyelesaian di bagian akhir. Pada awalnya yang diceritakan adalah tentang liburan Alex di tempat paman dan bibinya di Wolf Creek. Alex menjalani petualangan ketika melewati liburan tersebut.
Rasa penasarannya tentang manusia serigala dan suami istri Marling yang penuh misteri membuatnya terus mencari tahu kebenaran tentang keberadaan mereka. Hingga akhirnya diketahuilah bahwa Mr dan Mrs. Marling sebenarnya tidak ada, dan yang menjadi manusia serigala di Wolf Creek adalah paman dan bibi Alex, selain itu teman bermainnya di Wolf Creek, yaitu Hanna juga merupakan manusia serigala.

d. Penokohan
Jenis tokoh pada cerita fiksi anak dapat dibedakan ke dalam bermacam kategori, tergantung dari sudut pandang mana kita melihatnya. Berdasarkan realitas sejarah , tokoh dapat didibedakan ke dalam tokoh rekaan dan tokoh sejarah. Tokoh dalam novel ini, jika dilihat dari realitas sejarah maka merupakan tokoh rekaan. Artinya, semua tokoh di dalam novel ini imajinatif, diciptakan lewat kekuatan imajinasi pengarang. Bukan merupakan tokoh yang secara faktual dapat ditemukan di dunia nyata atau dalam sejarah.
Berdasarkan kompleksitasnya, karakter dibedakan ke dalam tokoh sederhana dan bulat. Tokoh yang berkarakter bulat dalam novel anak ini adalah Alex sebagai tokoh utamanya. Sedangkan bibi, paman dan Hanna, serta teman-temannya yang lain di Wolf Creek adalah tokoh sederhana atau tokoh berkarakter datar yang hanya memiliki karakter itu-itu saja.
Tokoh yang merupakan tokoh protagonis pada novel ini adalah Alex, ia merupakan tokoh utama yang membawa misi kebenaran dan nilai-nilai moral yang berseberangan dengan tokoh antagonis. Alex dalam novel ini berusaha mengungkap siapa manusia serigala yang sebenarnya yang mengganggu ketenangan warga di Wolf Creek, walaupun itu terjadi secara tidak sengaja. Sedangkan paman dan bibinya merupakan tokoh antagonis, walaupun mereka berbuat baik dan tidak menyakiti Alex. Mereka sebenarnya adalah manusia serigala yang mengganggu ketenangan warga karena sewaktu-waktu bisa melukai warga.

e. Latar
Latar terdiri atas tiga unsur yaitu latar tempat, waktu dan sosial budaya.
i. Latar Tempat
Latar tempat menunjuk pada pengertian tempat di mana cerita pada novel ini dikisahkan. Novel anak Goosebumps seri Kulit Manusia Serigala ini dikisahkan di sebuah daerah atau tepatnya di sebuah desa bernama Wolf Creek. Tempat yang sering menjadi latar pengkisahan ceritanya adalah terminal bus Wolf Creek, rumah paman dan bibi Alex, di hutan, di komplek sekitar rumah paman dan bibi Alex serta di sebuah rumah yang disebut sebagai rumah Mr. dan Mrs. Marling.
ii. Latar Waktu
Latar waktu biasanya dikaitkan dengan waktu kejadian yang ada di dunia nyata, waktu faktual, waktu yang mempunyai referensi sejarah. Peristiwa dan alur cerita yang dikisahkan dalam cerita itu berangkat atau mempunyai kesamaan dengan yang ada dan terjadi di dunia nyata. Novel Goosebumps seri Kulit Manusia Serigala ini berlatar waktu kehidupan Eropa sekitar tahun 90-an. Hal ini dibuktikan dengan waktu terbitnya novel ini yaitu sekitar tahun 1998 dan dihubungkan dengan latar tempatnya yaitu di Wolf Creek , sebuah desa di Eropa.
iii. Latar Sosial Budaya
Latar sosial budaya dalam cerita fiksi dapat dipahami sebagai keadaan kehidupan sosial budaya masyarakat yang diangkat ke dalam cerita itu. Novel anak ini berlatar sosial budaya masyarakat Eropa. Hal ini dapat dilihat dari latar tempatnya yang mengambil sebuah desa Eropa sebagai latarnya, sehingga secara otomatis latar sosial budaya yang diambil juga budaya masyarakat Eropa tersebut. Hal lain yang memperkuat pendapat tersebut adalah tradisi Hallowen yang juga menajdi bagian dari pengkisahan ceritanya. Di dalam novel ini diceritakan tentang perayaan tradisi Hallowen, di mana tradisi Hallowen merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat di Eropa.

f. Sudut Pandang
Dalam novel ini pengarang menggunakan sudut pandang persona pertama “aku”. Tokoh “aku” adalah Alex yang merupakan tokoh utama dari novel anak ini. Alex mengisahkan berbagai peristiwa dan tingkah laku yang dialaminya, baik yang bersifat batiniah dalam diri sendiri maupun fisik, serta hubungannya dengan sesuatu yang berada di luar dirinya.
Contoh penggunaan sudut pandang “aku” terlihat dari penggalan novel anak Goosebumps seri Kulit Manusia Serigala berikut:
Aku turun dari bus dan langsung memicingkan mata karena silau. Sambil menaungi mata dengan sebelah tangan, aku mencari-cari Paman Colin dan Bibi Marta di pelataran parkir yang kecil itu. Aku tak ingat lagi tampang mereka, aku masih empat tahun, delapan tahun lalu
(Goosebumps 60, 1998:1)
Penggunaan sudut pandang persona pertama “aku” dilakukan pengarang dari awal cerita novel ini sampai akhir cerita atau sampai pada penyelesaiannya.

g. Moral
Moral dapat dipahami sebagai pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca baik secara eksplisit maupun secara implisit. Novel Goosebumps seri ini, mengandung moral yang disampaikan oleh pengarang secara implisit. Pengarang ingin menyampaikan kepada pembaca bahwa segala sesuatu walaupun sesulit apapun pasti akan dapat diselesaikan dan membuahkan hasil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh, disertai usaha yang keras.
Hal ini dapat dilihta dari usaha Alex yang dengan gigih mencari tahu misteri tentang Mr. dan Mrs. Marling. Alex tidak kenal takut dan berusaha dengan sekuat tenaga menguak kebenaran tentang sebenarnya siapa manusia serigala di Wolf Creek. Akhirnya, diketahuilah siapa manusia serigala yang sebenarnya.

h. Stile dan Nada
Stile dan nada sangat erat kaitannya. Stile berkaitan dengan masalah pilihan berbagai aspek kebahasaan yang dipergunakan dalams ebuah teks kesastraan. Nada merupakan sesuatu yang terbangkitkan oelh pemilihan berbagai bentuk komponen stile tersebut.
Stile pengarang pada novel Goosebumps ini berhubungan dengan cara pengarang mengungkapkan apa yang ingin diceritakan dan disampaikan kepada pembaca. Pengarang mengungkapkannya dengan impilisit. Jalan ceritanya memang disampaikan dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh pembaca yang terutama adalah anak-anak. Akan tetapi, jauh dari itu sebenarnya pengarang ingin menyampaikan suatu hal secara implisit dari cerita yang dikisahkannya tersebut.
Sedangkan nada yang digunakan oleh pengarang pada novel ini adalah dengan menyampaikan cerita secara msiteri. Anak-anak walaupun takut biasanya akan tertarik untuk membaca bacaan yang mengandung hal misteri. Anak akan tertantang untuk mencoba tahu jalan ceritanya.

II. Puisi Anak

a. Puisi I
Judul Puisi : Diam
Pengarang : Afifah Fauzziyah R
Sumber : Kompas Anak Minggu, 20 April 2008

Diam
Diam bukan berarti bisu
Diam bukan berarti kaku
Diam bukan berarti hantu

Orang yang banyak diam adalah orang brilian
Bak air tenang menghanyutkan
Karena dengan baik dia menjaga lisan
Agar terhindar dari dosa perbuatan

Fauziyyah R,
Kelas VI Al-Banna SDIT Abu Bakar Ash-Shidiq, Pati

Puisi berjudul diam di atas termasuk ke dalam puisi lirik. Sesuai dengan pengertiannya bahwa puisi lirik adalah puisi yang menggambarkan suasana hati, jiwa, perasaan, dan pikiran (Nurgiyantoro, 2005:362). Unsur-unsur pembangun dari puisi di atas adalah sebagai berikut:
1. Bunyi
Puisi berjudul “Diam” di atas pendayaan pola bunyi dilakukan lewat persajakan dengan dominan bunyi vokal /u/ pada bait pertama //Diam bukan berarti bisu/ diam bukan berarti hantu/ diam bukan berarti kaku// dan suku kata terakhir yang berakhir dengan /an/ pada bait kedua //Orang yang banyak diam adalah orang brilian/ Bak air tenang menghanyutkan/ Karena dengan baik ia menjaga lisan/ Agar terhindar dari perbuatan dosa//. Sesuai dengan pengertian yang sudah ada bahwa aspek bunyi dalam puisi, selain berfungsi sebagai persajakan dan pendukung arti, juga sekaligus sebagai pembangkit suasana tertentu. Dominan bunyi pada bait pertama dan kedua itu mampu memberikan sugesti terhadap terciptanya suasana dan nada yang tegas yang diungkapkan oleh pengarang.
2. Kata
Kata yang digunakan pengarang untuk menyusun larik-larik puisi di atas menunjukkan kesederhanaan jika dilihat dari bentuk katanya. Seperti yang terlihat pada bait pertama //Diam bukan berarti bisu/ Diam bukan berarti kaku/ Diam bukan berarti hantu//. Kata-kata penyusunnya sederhana tetapi menunjukkan makna yang dalam, pengarang ingin mengungkapkan isi hatinya tentang deskripsi “diam”. Larik-larik yang pendek dan kata-kata yang sederhana juga menimbulkan efek ekspresivitas dari puisi tersebut. Istilah ekspresif menunjuk pada penuturan sesuatu secara serta-merta, apa yang terlintas di hati langsung dilontarkan keluar, tanpa dipikirkan panjang.
3. Sarana Retorika
Sarana retorika di pakai di sini untuk menghidupkan pengekspresian serta untuk memperoleh efek khusus yang bernilai lebih, baik yang menyangkut bentuk-bentuk ekspresi kebahasaan maupun berbagai dimensi makna yang dapat dibangkitkan. Sarana retorika yang dimaksud meliputi bentuk-bentuk pemajasan (figures of thought), citraan (imagery), dan penyiasatan struktur (figures of speech).
Pada puisi berjudul “Diam” di atas, pemajasan yang digunakan pengarang adalah majas perumpamaan. Hal ini tampak pada bait kedua //Orang yang banyak diam adalah orang brilian/Bak air tenang menghanyutkan/Karena dengan baik ia menjaga lisan/Agar terhindar dari perbuatan dosa//. Majas itu diwakilkan dengan kata “bak” yang terdapat pada bais kedua bait kedua. Citraan (imagery) yang tampak pada puisi “Diam” ini adalah citraan penglihatan. Sedangkan penyiasatan struktur yang menghasilkan efek retoris dari puisi ini adalah pengulangan kata “diam”,yang dilakukan secara berturut-turut di tiap baris pada bait pertama.// Diam bukan berarti bisu/diam bukan berarti kaku/diam bukan berarti hantu//.
4. Tema
Tema pada puisi anak biasanya lekat dengan hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan sekitarnya. Bisa tentang orang tua, guru, teman sepermainan, binatang kesukaan, lingkungan alam, empati terhadap sesama yang menderita dan religiusitas. Puisi berjudul “Diam” di atas berbicara tentang sikap sikap hidup yang biasa ada di lingkungan anak. Jadi bisa dikatakan tema puisi ini adalah tentang sikap dalam kehidupan kita yang lebih khususnya yaitu sikap “diam”.

b. Puisi II
Judul Puisi : Senyuman Hati
Pengarang : Asti Rahman Puspita
Sumber : Kompas Anak Minggu, 30 Maret 2008

SENYUMAN HATI

Kusambut pagi
Dengan hati riang
Senyumku mengembang
Tuk mereka yang datang

Indahnya hari
Menyejukkan sanubari
Terasa hangat
Dari dalam diri

Kubuka mata hati
Melihat setiap insani
Tersenyum riang
Seperti sang mentari

Kuberjalan menurut arah
Tersenyum ke seluruh dunia
Hati senang
Senyum riang

Asti Rahman Puspita
Kelas VIII SMPN 85, Jakarta

Puisi berjudul “Senyuman Hati” di atas termasuk ke dalam puisi lirik. Sesuai dengan pengertiannya bahwa puisi lirik adalah puisi yang menggambarkan suasana hati, jiwa, perasaan, dan pikiran (Nurgiyantoro, 2005:362). Unsur-unsur pembangun dari puisi di atas adalah sebagai berikut:
1. Bunyi
Puisi berjudul “Senyuman Hati” di atas pendayaan pola bunyi dilakukan lewat persajakan dengan dominan bunyi vokal /i/ dan suku kata terakhir yang berakhir dengan /ng/. Sesuai dengan pengertian yang sudah ada bahwa aspek bunyi dalam puisi, selain berfungsi sebagai persajakan dan pendukung arti, juga sekaligus sebagai pembangkit suasana tertentu. Dominan bunyi vokal /i/ dan akhiran /ng/ pada akhir kata di beberapa baris pada puisi di atas, menggambarkan suasana yang riang. Perpaduan bunyi tersebut dapat menambah sugesti kegembiraan yang ingin diungkapkan oleh pengarang.
2. Kata
Kata yang digunakan pengarang untuk menyusun larik-larik puisi di atas menciptakan suatu rangkaian bunyi yang padu. Jika dibaca akan menghasilkan bunyi-bunyi dengan rima yang sama. Hal ini menjadikan bentuk kata-kata tersebut menjadi padu dan membuat makna yang dihasilkan menjadi semakin jelas. Kepaduan kata-kata yang digunakan membuat apa yang ingin disampaikan oleh pengarang tentang isi hatinya menjadi semakin jelas, yaitu bahwa pengarang ingin mengungkapkan kegembiraan di hatinya. Hal ini tampak pada setiap bait, seperti pada bait ketiga berikut ini //Kubuka mata hati/ Melihat setiap insani/ tersenyum riang/ seperti sang mentari//.
3. Sarana Retorika
Sarana retorika di pakai di sini untuk menghidupkan pengekspresian serta untuk memperoleh efek khusus yang bernilai lebih, baik yang menyangkut bentuk-bentuk ekspresi kebahasaan maupun berbagai dimensi makna yang dapat dibangkitkan. Sarana retorika yang dimaksud meliputi bentuk-bentuk pemajasan (figures of thought), citraan (imagery), dan penyiasatan struktur (figures of speech).
Pada puisi berjudul “Senyuman Hati” di atas, pemajasan yang digunakan pengarang adalah majas perumpamaan. Hal ini tampak pada bait ketiga //Kubuka mata hati/ Melihat setiap insani/ tersenyum riang/ seperti sang mentari//. Majas itu diwakilkan dengan kata “seperti” yang terdapat pada bais keempat bait ketiga. Citraan (imagery) yang tampak pada puisi “Senyuman Hati” ini adalah citraan penglihatan. Hal ini dapat dilihat pada bait ketiga //Kubuka mata hati/ Melihat setiap insani/ tersenyum riang/ seperti sang mentari//. Citraan lain yang juga ada pada puisi ini adalah citraan gerak, seperti yang tampak pada bait keempat //Kuberjalan menurut arah/ tersenyum ke seluruh dunia/ hati senang/ senyum riang//. Sedangkan penyiasatan struktur yang menghasilkan efek retoris dari puisi ini adalah pengulangan kata yang berakhiran vokal /i/ dan berakhir dengan /ng/ yang dilakukan berkali-kali sehingga pembaca dapat menangkap aura kegembiraan dari pengarang.
4. Tema
Tema pada puisi anak biasanya lekat dengan hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan sekitarnya. Bisa tentang orang tua, guru, teman sepermainan, binatang kesukaan, lingkungan alam, empati terhadap sesama yang menderita dan religiusitas. Puisi berjudul “Senyuman Hati” di atas berbicara tentang sikap hidup yang biasa ada di lingkungan anak. Jadi bisa dikatakan tema puisi ini adalah tentang lingkungan alam sekirtar dan sikap yang ada di lingkungan tersebut. Lebih khususnya lagi, puisi ini berbicara tentang “kegembiraan” atau keriangan dunia anak-anak.


III. Buku Informasi
Judul Buku : Pendengaran
Ilustrasi : Mike Gordon
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo

a. Ringkasan
Mendengar berbagai suara di sekitar kita. Apa yang kita dengar? Beberapa suara terdengar tenang dan damai. Beberapa suara terdengar keras dan bising. Beberapa suara membuat kita bahagia. Beberapa suara membuat kita marah. Suara merambat melalui udara, tetapi kita tidak dapat melihatnya. Kita memakai telinga untuk mendengar. Bagian luar telinga kita menangkap suara dan mengirimnya ke dalam lubang telinga. Lubang ini mengarah ke saluran yang menuju bagian dalam telinga. Di akhir saluran terdapat selaput tipis. Selaput ini terbentang dari ujung saluran, seperti selaput gendang. Oleh karena itu, saluran ini disebut gendang telinga.
Gendang telinga akan bergetar ketika terkena suara, seperti saat kalian memukul genderang. Ketika gendang telinga bergetar, tulang kecil di dalamnya juga akan ikut bergetar. Tulang-tulang kecil ini mengirim pesan ke otak lewat pipa panjang melingkar yang disebut rumah siput. Pesan-pesan itu menuju ke otak melewati lintasan khusus yang disebut urat syaraf. Kemudian, otak akan menentukan jenis suaranya. Beberapa binatang, mempunyai pendengaran yang lebih baik dari manusia. Kelinci mempunyai telingan panjang , sangat bagus pendengarannya. Ia dapat menggerakkannya untuk menemukan raha datangnya suara.Anjing dapat menggerakkan telinga untuk menangkap suara lebih mudah. Pendengaran anjing bagus, karena dapat mendeteksi suara yang tidak didengar oleh manusia.
Saat kita flu, kita tidak dapat mendengar dengan baik karena telinga tersumbat. Tunarungu, tidak dapat mendengar sama sekali, ia memakai alat bantu khusus. Dia dapat melihat lawan bicara untuk tahu kalimat yang diucapkan. Suara keras dapat merusak telinga, gendang telinga. Oleh karena itu gendang telinga harus dijaga. Beberapa orang yang bekerja di tempat yang sangat bising harus menggunakan penutup telinga agar pendengarannya tidak rusak.
b. Analisis
Buku informasi adalah buku yang sengaja dirancang sebagai buku pengetahuan bagi anak-anak. Buku berjudul “Pendengaran” ini termasuk ke dalam golongan buku informasi. Buku ini berisi informasi mengenai pendengaran terhadap anak-anak. Informasi dalam buku ini merupakan informasi tentang sains. Cara pengarang menyampaikan informasi kepada pembaca dengan menggunakan teknik narasi, dengan model disertai dengan ilustrasi berupa gambar. Hal ini dilakukan agar informasi mengenai pendengaran yang sebenarnya berat, akan mudah dipahami oleh anak-anak dan tampak sebagai pengetahuan yang ringan. Dengan cara ini, anak-anak menjadi kaya akan pengetahuan sejak kecil dan dengan mudah memahami pengetahuan baru tersebut.
Adanya ilustrasi dan narasi juga tone yang dipilih oleh pengarang melalui bahasa dan kata-kata yang familiar dalam menyampaikan pengetahuan tersebut dapat melibatkan emosi anak ke dalam bacaan. Cara yang digunakan pengarang dalam buku ini, membuat anak-anak tidak merasa digurui oleh pengarang. Fakta yang ada di dalam buku tentang “pendengaran” ini dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Isi buku ini dapat di sinkronkan dengan buku-buku pengetahuan dengan topik yang serupa tetapi yang tidak untuk anak-anak sehingga isi buku ini sudah sesuai dan tidak menyesatkan pikiran anak-anak sebagai pembacanya.

BAB IV
KESIMPULAN

Sastra anak memiliki kontribusi yang besar bagi perkembangan kepribadian anak dalam proses menuju ke kedewasaan sebagai manusia yang mempunyai jati diri yang jelas. Kepribadian atau jati diri seorang anak dibentuk dan terbentuk lewat lingkungan baik diusahakan secara sadar maupun tidak sadar. Sastra anak berkontribusi dalam perkembangan emosional, perkembangan intelektual, perkembangan imajinasi, pertumbuhan rasa sosial anak serta pertumbuhan rasa esetetik dan religius anak.
Kajian terhadap karya-karya tentang sastra anak sangat penting dilakukan. Hasil kajian dari karya sastra tersebut dapat digunakan sebagai parameter apakah karya tersebut layak untuk dibaca anak-anak atau hanya labelnya saja “sastra anak”. Dengan mengetahui apakah karya itu layak disebut karya sastra anak atau tidak, akan membantu kita untuk memberikan bacaan bermutu bagi anak-anak sehingga otak anak-anak tidak teracuni dengan hal-hal yang belum layak untuk mereka ketahui.

DAFTAR PUSTAKA

Nurgiyantoro, Burhan . 2005. Sastra Anak. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
__________________. 2005. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Tentang Sastra Anak

1. Pilihlah salah satu definisi sastra anak yang paling anda pandang terbaik. Beri argumentasi dan uraikan mengapa anda memilih itu?
Saya memandang pengertian sastra anak terbaik adalah pengertian sastra anak menurut Saxby. Dia mengemukakan bahwa jika citraan dan atau metafora kehidupan yang dikisahkan itu berada dalam jangkauan anak, baik yang melibatkan aspek emosi, perasaan, pikiran, syaraf sensori, maupun pengalaman moral, dan diekspresikan dalam bentuk-bentuk kebahasaan yang juga dapat dijangkau dan dipahami oleh pembaca anak-anak, buku, atau teks tersebut dapat diklasifikasikan sebagai sastra anak.
Pengertian sastra anak menurut Saxby tersebut cukup luas tapi spesifik. Cukup luas maksudnya pengertian tersebut dapat mencakup berbagai aspek yang tidak sedikit sehingga segala bentuk dan macam karya sastra yang luas. Tapi keluasan tersebut terbatas hanya untuk anak-anak.
Hal ini dapat diterima bahwa sebuah karya sastra dapat dipandang sebagai sastra anak jika citraan dan metafora kehidupan yang dikisahkan baik dalam hal isi (emosi, perasaan, pikiran, saraf sensori, dan pengalaman moral) maupun bentuk (kebahasaan dan cara-cara pengekspresian) dapat dijangkau dan dipahami oleh anak sesuai dengan tingkat perkembangan jiwanya.
Karya-karya sastra yang diluar definisi atau batasan tersebut secara otomatis tidak termasuk dalam karya sastra. Semisal ada karya sastra yang mengungkapkan isi untuk dewasa, bukanlah karya sastra anak walaupun disusun oleh remaja sekalipun. Makanya, tema terhadap lawan jenis, lelaki terhadap perempuan atau sebaliknya secara romantis tidak muncul dalam karya sastra anak.
2. Pilihkan salah satu pembagian genre sastra anak yang anda pandang terbaik? Beri argumentasi dan uraikan hal tersebut serta berikan contoh konkret!
Saya memilih pembagian genre sastra anak menurut Lukens, yaitu sastra anak dibagi menjadi:
a. Realisme
i. Cerita realisme
ii. Realisme binatang
iii. Realisme historis
iv. Realisme olahraga
b. Fiksi formula
i. Cerita misterius dan detektif
ii. Cerita romantis
iii. Novel serial
c. Fantasi
i. Cerita fantasi
ii. Cerita fantasi tinggi
iii. Fiksi sains
d. Sastra tradisional
i. Fabel
ii. Dongeng rakyat
iii. Mitos
iv. Legenda
v. Epos
e. Puisi
f. Non fiksi
i. Buku informasi
ii. Biografi
Saya lebih memilih pembagian genre sastra ini karena pembagian genre ini lebih spesifik atau rinci. Pembagian ini akan mempermudah suatu karya menjadi genre tertentu. Setiap genre memiliki elemen struktural yang khusus atau memiliki karakteristik khusus. Hal ini akan semakin khusus karena pembagiannya juga khusus. Pembagian ini akan memperjelas suatu karya sastra masuk menjadi suatu genre walau pun sudah familiar terlebih dahulu.
Memang pembagian ini menjadikan kemungkinan tumpang tindih lebih besar. Tapi ketumpangtindihan suatu keniscayaan. Artinya pasti terjadi karena pembagian genre tidak mungkin benar-benar mensparasikan secara jelas karena karya sastra memiliki aspek multi dimensi. Penulis dan pembaca akan lebih menyukai karya yang semakin kompleks unsur-unsur yang dibangun.
3. Ambil masing-masing nyanyian daerah dan nasional yang termasuk kategori sastra anak! Analisislah aspek keindahan dan kandungan isinya!
a. Nyanyian nasional
Menanam Jagung
Penyanyi Umay
Ayo kawan Kita bersama
Menanam jagung di kebun kita
Ambil cangkulmu ambil paculmu
Kita bekerja tak jemu-jemu
Cangkul-cangkul yang dalam
Tanah yang longgar jagung kutanam
Cangkul-cangkul yang dalam
Tanah yang longgar jagung kutanam
Beri pupuk supaya subur
Tanamkan benih dengan teratur
Cangkul yang besar lebat buahnya
Tentu berguna bagi semua
Cangkul-cangkul aku gembira
Menanam jagung di kebun kita
Cangkul-cangkul aku gembira
Menanam jagung di kebun kita

i. Aspek keindahan
Lagu tersebut merupakan lagu anak-anak karena pilihan kata yang diusung sederhana sehingga anak-anak paham dengan apa yang dimaksud lagu tersebut dengan mudah. Kata-kata banyak yang diulang dan liriknya sangat indah. Pengulangan bunyi tersebut menimbulkan kesan indah untuk didengar. Pengulangan tersebut mewujudkan kesan kebahagiaan dan kegembiraan yang enak didengar anak-anak. Selain itu banyak menggunakan fonem “a” yang memberikan kesan keceriaan juga.
ii. Aspek kandungan
Isi dari lagu tersebut sangat bermanfaat dan praktis. Tema bercocok tanam sudah terasa “kuno”, mengingat pertanian dengan segala tetek bengek-nya sudah jarang diminati apalagi anak-anak perkotaan. Arus globalisasi sudah menggusur keberadaan minat anak-anak untuk bersifat dan bersikap metropolis.
Dengan judul menanam jagung menjadikan penanaman jagung yang sudah jarang dilakukan oleh anak-anak kota menjadi indah dan mudah untuk dilakukan sepertinya. peralatan cangkul yang sudah langka untuk anak kota menjadi familiar dengan banyak sekali disebutkan. Keberadaan pupuk untuk mempersubur juga mengenalkan ilmu pertanian.
b. Nyanyian daerah
Jaranan
Jaranan-jaranan jarane jaran teji
Sing numpak ndara bei
Sing ngiring para mantri
Jeg-jeg nong jeg jeg gung
Turut gunung
Gedebug krincing gedebug krincing
Pok!
Gedebug jeder
i. Aspek keindahan
Ritme lagu Jaranan ini cepat. Kegembiraan sangat tergambar. Liriknya juga kuat. Pengulangan-pengulangan tidak hanya perbait, tetapi perkata. Pengulangan ini meningkatkan keriangan yang amat.
ii. Aspek kandungan
1. Lagu ini mengenalkan jaranan sebagai alat transportasi tradisional. Dulu jaran (kuda) merupakan alat transportasi utama yang juga menunjukkan identitas. Kini sudah digusur oleh transportasi ber-BBM yang lebih tidak ramah lingkungan.
2. Lagu ini mengenalkan kasta sosial, yaitu ada bei dan mantri sebagai golongan-golongan sosial. Bei dan mantri merupakan kerabat dekat kraton. Dan hanya orang kaya atau kerabat bangsawan yang mampu menggunakan kuda sebagai transportasi.
3. Lagu daerah ini mengenalkan aspek pedesaan yang kental dengan turut gunung. Perjalanan panjang dengan kuda melewati desa-desa yang kental dengan dunia agraria dan suasana pedesaan.

4. Ambil dua cerita tradisional (fabel, mitos, legenda, atau dongeng) dan kemudian analisislah aspek tema, moral, dan penokohan!
a. Bawang Merah dan Bawang Putih
Jaman dahulu kala di sebuah desa tinggal sebuah keluarga yang terdiri dari Ayah, Ibu dan seorang gadis remaja yang cantik bernama bawang putih. Mereka adalah keluarga yang bahagia. Meski ayah bawang putih hanya pedagang biasa, namun mereka hidup rukun dan damai. Namun suatu hari ibu bawang putih sakit keras dan akhirnya meninggal dunia. Bawang putih sangat berduka demikian pula ayahnya.
Di desa itu tinggal pula seorang janda yang memiliki anak bernama Bawang Merah. Semenjak ibu Bawang putih meninggal, ibu Bawang merah sering berkunjung ke rumah Bawang putih. Dia sering membawakan makanan, membantu bawang putih membereskan rumah atau hanya menemani Bawang Putih dan ayahnya mengobrol. Akhirnya ayah Bawang putih berpikir bahwa mungkin lebih baik kalau ia menikah saja dengan ibu Bawang merah, supaya Bawang putih tidak kesepian lagi.
Dengan pertimbangan dari bawang putih, maka ayah Bawang putih menikah dengan ibu bawang merah. Awalnya ibu bawang merah dan bawang merah sangat baik kepada bawang putih. Namun lama kelamaan sifat asli mereka mulai kelihatan. Mereka kerap memarahi bawang putih dan memberinya pekerjaan berat jika ayah Bawang Putih sedang pergi berdagang. Bawang putih harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, sementara Bawang merah dan ibunya hanya duduk-duduk saja. Tentu saja ayah Bawang putih tidak mengetahuinya, karena Bawang putih tidak pernah menceritakannya.
Suatu hari ayah Bawang putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia. Sejak saat itu Bawang merah dan ibunya semakin berkuasa dan semena-mena terhadap Bawang putih. Bawang putih hampir tidak pernah beristirahat. Dia sudah harus bangun sebelum subuh, untuk mempersiapkan air mandi dan sarapan bagi Bawang merah dan ibunya. Kemudian dia harus memberi makan ternak, menyirami kebun dan mencuci baju ke sungai. Lalu dia masih harus menyetrika, membereskan rumah, dan masih banyak pekerjaan lainnya. Namun Bawang putih selalu melakukan pekerjaannya dengan gembira, karena dia berharap suatu saat ibu tirinya akan mencintainya seperti anak kandungnya sendiri.
Pagi ini seperti biasa Bawang putih membawa bakul berisi pakaian yang akan dicucinya di sungai. Dengan bernyanyi kecil dia menyusuri jalan setapak di pinggir hutan kecil yang biasa dilaluinya. Hari itu cuaca sangat cerah. Bawang putih segera mencuci semua pakaian kotor yang dibawanya. Saking terlalu asyiknya, Bawang putih tidak menyadari bahwa salah satu baju telah hanyut terbawa arus. Celakanya baju yang hanyut adalah baju kesayangan ibu tirinya. Ketika menyadari hal itu, baju ibu tirinya telah hanyut terlalu jauh. Bawang putih mencoba menyusuri sungai untuk mencarinya, namun tidak berhasil menemukannya. Dengan putus asa dia kembali ke rumah dan menceritakannya kepada ibunya.
“Dasar ceroboh!” bentak ibu tirinya. “Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari baju itu! Dan jangan berani pulang ke rumah kalau kau belum menemukannya. Mengerti?”
Bawang putih terpaksa menuruti keinginan ibu tirinya. Dia segera menyusuri sungai tempatnya mencuci tadi. Matahari sudah mulai meninggi, namun Bawang putih belum juga menemukan baju ibunya. Dia memasang matanya, dengan teliti diperiksanya setiap juluran akar yang menjorok ke sungai, siapa tahu baju ibunya tersangkut disana. Setelah jauh melangkah dan matahari sudah condong ke barat, Bawang putih melihat seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya. Maka Bawang putih bertanya: “Wahai paman yang baik, apakah paman melihat baju merah yang hanyut lewat sini? Karena saya harus menemukan dan membawanya pulang.” “Ya tadi saya lihat nak. Kalau kamu mengejarnya cepat-cepat, mungkin kau bisa mengejarnya,” kata paman itu.
“Baiklah paman, terima kasih!” kata Bawang putih dan segera berlari kembali menyusuri. Hari sudah mulai gelap, Bawang putih sudah mulai putus asa. Sebentar lagi malam akan tiba, dan Bawang putih. Dari kejauhan tampak cahaya lampu yang berasal dari sebuah gubuk di tepi sungai. Bawang putih segera menghampiri rumah itu dan mengetuknya.
“Permisi…!” kata Bawang putih. Seorang perempuan tua membuka pintu.
“Siapa kamu nak?” tanya nenek itu.
“Saya Bawang putih nek. Tadi saya sedang mencari baju ibu saya yang hanyut. Dan sekarang kemalaman. Bolehkah saya tinggal di sini malam ini?” tanya Bawang putih.
“Boleh nak. Apakah baju yang kau cari berwarna merah?” tanya nenek.
“Ya nek. Apa…nenek menemukannya?” tanya Bawang putih.
“Ya. Tadi baju itu tersangkut di depan rumahku. Sayang, padahal aku menyukai baju itu,” kata nenek. “Baiklah aku akan mengembalikannya, tapi kau harus menemaniku dulu disini selama seminggu. Sudah lama aku tidak mengobrol dengan siapapun, bagaimana?” pinta nenek.Bawang putih berpikir sejenak. Nenek itu kelihatan kesepian. Bawang putih pun merasa iba. “Baiklah nek, saya akan menemani nenek selama seminggu, asal nenek tidak bosan saja denganku,” kata Bawang putih dengan tersenyum.
Selama seminggu Bawang putih tinggal dengan nenek tersebut. Setiap hari Bawang putih membantu mengerjakan pekerjaan rumah nenek. Tentu saja nenek itu merasa senang. Hingga akhirnya genap sudah seminggu, nenek pun memanggil bawang putih.
“Nak, sudah seminggu kau tinggal di sini. Dan aku senang karena kau anak yang rajin dan berbakti. Untuk itu sesuai janjiku kau boleh membawa baju ibumu pulang. Dan satu lagi, kau boleh memilih satu dari dua labu kuning ini sebagai hadiah!” kata nenek.
Mulanya Bawang putih menolak diberi hadiah tapi nenek tetap memaksanya. Akhirnya Bawang putih memilih labu yang paling kecil. “Saya takut tidak kuat membawa yang besar,” katanya. Nenek pun tersenyum dan mengantarkan Bawang putih hingga depan rumah.
Sesampainya di rumah, Bawang putih menyerahkan baju merah milik ibu tirinya sementara dia pergi ke dapur untuk membelah labu kuningnya. Alangkah terkejutnya bawang putih ketika labu itu terbelah, didalamnya ternyata berisi emas permata yang sangat banyak. Dia berteriak saking gembiranya dan memberitahukan hal ajaib ini ke ibu tirinya dan bawang merah yang dengan serakah langsun merebut emas dan permata tersebut. Mereka memaksa bawang putih untuk menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan hadiah tersebut. Bawang putih pun menceritakan dengan sejujurnya.
Mendengar cerita bawang putih, bawang merah dan ibunya berencana untuk melakukan hal yang sama tapi kali ini bawang merah yang akan melakukannya. Singkat kata akhirnya bawang merah sampai di rumah nenek tua di pinggir sungai tersebut. Seperti bawang putih, bawang merah pun diminta untuk menemaninya selama seminggu. Tidak seperti bawang putih yang rajin, selama seminggu itu bawang merah hanya bermalas-malasan. Kalaupun ada yang dikerjakan maka hasilnya tidak pernah bagus karena selalu dikerjakan dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek itu membolehkan bawang merah untuk pergi. “Bukankah seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena menemanimu selama seminggu?” tanya bawang merah. Nenek itu terpaksa menyuruh bawang merah memilih salah satu dari dua labu yang ditawarkan. Dengan cepat bawang merah mengambil labu yang besar dan tanpa mengucapkan terima kasih dia melenggang pergi.
Sesampainya di rumah bawang merah segera menemui ibunya dan dengan gembira memperlihatkan labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih akan meminta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai. Lalu dengan tidak sabar mereka membelah labu tersebut. Tapi ternyata bukan emas permata yang keluar dari labu tersebut, melainkan binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking, dan lain-lain. Binatang-binatang itu langsung menyerang bawang merah dan ibunya hingga tewas. Itulah balasan bagi orang yang serakah.

i. Aspek Tema
1. Tema utama
Tema utama dalam cerita ini adalah rajin dan tulus pangkal keberuntungan. Bawang putih memiliki sifat rajin untuk mengerjakan banyak pekerjaan, sehingga hasilnya pun baik dan banyak. Dalam mengerjakannya dilakukan dengan sepenuh hati untuk kebaikan bersama. Akhirnya Bawang Putih mendapatkan balasan emas dan permata.
2. Tema tambahan
a. Hubugan kekeluargaan
Cerita ini menceritakan perjalanan Bawang Putih dalam menjalani keluarganya. Sejak masih utuh hingga tinggal bersama ibu dan saudara tirinya. Cerita ini menyuguhkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika hubungan kekeluargaan itu berlangsung.
b. Kesederhanaan
Dari cerita di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa salah satu tema tambahannya adalah kesederhanaan. Hal ini dapat terlihat kisah Bawang Putih yang tidak berharap muluk-muluk selain kasih sayang dari ibu tirinya supaya bagaikan ibu kandung.
ii. Aspek Moral
1. Baik hati dan jujur membawa kepada keberuntungan
Seorang Bawang putih walau sering kali diperlakukan semena-mena oleh ibu tiri dan Bawang Merah tetap saja memperlakukan mereka dengan baik. Begitu juga terhadap nenek tua yang menemukan baju ibu tirinya. Hasilnya, Bawang Putih beruntung mendapatkan labu yang berisi intan permata.
2. Kebohongan dan keserakahan membawa kepada kecelakaan
Akhir yang buruk yang dialami oleh ibu tiri Bawang Putih dan Bawang Merah karena mereka berlaku bohong dan serakah. Mereka tidak berniat lurus membantu nenek tua, atau menyembunyikan niat aslinya tapi mengaku ingin membantu paman. Padahal keinginan mereka hanya ingin memperoleh harta yang sebenarnya bukan hak mereka. Ternyata kecelakaanlah bagi mereka.
3. Menangnya kebaikan terhadap keburukan
Kebaikan akan selalu menang terhadap keburukan. Kisah Bawang Putih ini contoh nyatanya. Ibu tiri dan Bawang Merah tewas sedangkan Bawang putih selamat membawa keberuntungan. Hal ini disebabkan kebaikhatian Bawang putih dan kejahatan atau sifat buruk yang dilakukan oleh Bawang Merah dan Ibu tirinya.
iii. Aspek Penokohan
Deskripsi tokoh dalam cerita Bawang Putih dan Bawang Merah.
Macam Tokoh Nama Pelukisan Fisik dan Watak
Utama 1. Bawang Putih 1. Gadis remaja yang cantik.
Utama tambahan 2. Bawang Merah


3. Ibu Tiri Bawang Putih/Ibu kandung Bawang merah 2. Seorang janda tua yang tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena tidak memiliki seorang anak.
3. Janda yang memiliki anak.
Tambahan 4. Ayah kandung Bawang Putih
5. Ibu Kandung Bawang Putih

6. Paman


7. Nenek 4. Pedagang biasa.

5. –



6. Seorang penggembala yang sedang memandikan kerbaunya

7. Seorang perempuan tua

Tokoh Bawang Putih merupakan tokoh utama dan protagonis. Tokoh ini tergolong penting dan ditampilkan terus-menerus baik secara langsung maupun tak langsung sehingga terasa mendominasi hampir sebagian besar cerita. Tokoh Bawang Putih tergolong penting dan ditampilkan terus menerus, berhubungan dengan tokoh-tokoh lain, dan menentukan perkembangan plot secara keseluruhan. Tokoh inilah yang pembaca kagumi, yang menampilkan sesuai dengan pandangan, harapan-harapan pembaca.
Tokoh Bawang Merah dan Ibu Tiri Bawang Puith/Ibu Kandung Bawang Merah merupakan tokoh utama tambahan dan antagonis. Mereka sangat berperan dalam alur cerita. Tokoh-tokoh ini merupakan penyebab terjadinya konflik dan beroposisi dengan tokoh Bawang Putih secara langsung, dengan bersifat fisik dan batin.
Tokoh Bawang Merah dan Ibu Tiri Bawang Puith/Ibu Kandung Bawang juga merupakan tokoh berkembang. Tokoh ini mengalami perubahan dan perkembangan perwatakan sejalan dengan perkembangan peristiwa dan plot yang dikisahkan. Semula mereka bersikap baik terhadap Bawang Putih. Tapi setelah Bapak Bawang Putih pergi berdagang akan berbuat jahat. Apalagi setelah meninggal dunia, mereka menjadi lebih semena-mena.
Ayah kandung Bawang Putih, Ibu Kandung Bawang Putih, Paman, dan Nenek adalah tokoh tambahan. Tokoh ini dimunculkan sekali atau dalam cerita dan dalam porsi penceritaan yang relatif pendek.

b. Timun Emas
Di suatu desa hiduplah seorang janda tua yang bernama mbok Sarni. Tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena mbok Sarni tidak memiliki seorang anak. Sebenarnya dia ingin sekali mempunyai anak, agar bisa membantunya bekerja.
Pada suatu sore pergilah mbok Sarni ke hutan untuk mencari kayu, dan ditengah jalan mbok Sarni bertemu dengan raksasa yang sangat besar sekali. “Hei, mau kemana kamu?”, tanya si Raksasa. “Aku hanya mau mengumpulkan kayu bakar, jadi ijinkanlah aku lewat”, jawab mbok Sarni. “Hahahaha.... kamu boleh lewat setelah kamu memberiku seorang anak manusia untuk aku santap”, kata si Raksasa. Lalu mbok Sarni menjawab, “Tetapi aku tidak mempunyai anak”.
Setelah mbok Sarni mengatakan bahwa dia tidak punya anak dan ingin sekali punya anak, maka si Raksasa memberinya biji mentimun. Raksasa itu berkata, “Wahai wanita tua, ini aku berikan kamu biji mentimun. Tanamlah biji ini di halaman rumahmu, dan setelah dua minggu kamu akan mendapatkan seorang anak. Tetapi ingat, serahkan anak itu padaku setelah usianya enam tahun”.
Setelah dua minggu, mentimun itu nampak berbuah sangat lebat dan ada salah satu mentimun yang cukup besar. Mbok Sarni kemudian mengambilnya , dan setelah dibelah ternyata isinya adalah seorang bayi yang sangat cantik jelita. Bayi itu kemudian diberi nama timun emas.
Semakin hari timun emas semakin tumbuh besar, dan mbok Sarni sangat gembira sekali karena rumahnya tidak sepi lagi. Semua pekerjaannya bisa selesai dengan cepat karena bantuan timun emas.
Akhirnya pada suatu hari datanglah si Raksasa untuk menagih janji. Mbok Sarni sangat ketakutan, dan tidak mau kehilangan timun emas. Kemudian mbok Sarni berkata, “Wahai raksasa, datanglah kesini dua tahun lagi. Semakin dewasa anak ini, maka semakin enak untuk di santap”. Si Raksasa pun setuju dan meninggalkan rumah mbok Sarni.
Waktu dua tahun bukanlah waktu yang lama, karena itu tiap hari mbok Sarni mencari akal bagaimana caranya supaya anaknya tidak dibawa si Raksasa. Hati mbok Sarni sangat cemas sekali, dan akhirnya pada suatu malam mbok Sarni bermimpi. Dalam mimpinya itu, ia diberitahu agar timun emas menemui petapa di Gunung.
Pagi harinya mbok Sarni menyuruh timun emas untuk segera menemui petapa itu. Setelah bertemu dengan petapa, timun emas kemudian bercerita tentang maksud kedatangannya. Sang petapa kemudian memberinya empat buah bungkusan kecil yang isinya biji mentimun, jarum, garam, dan terasi. “Lemparkan satu per satu bungkusan ini, kalau kamu dikejar oleh raksasa itu”, perintah petapa. Kemudian timun meas pulang ke rumah, dan langsung menyimpan bungkusan dari sang petapa.
Paginya raksasa datang lagi untuk menagih janji. “Wahai wanita tua, mana anak itu? Aku sudah tidak tahan untuk menyantapnya”, teriak si Raksasa. Kemudian mbok Sarni menjawab, “Janganlah kau ambil anakku ini wahai raksasa, karena aku sangat sayang padanya. Lebih baik aku saja yang kamu santap”. Raksasa tidak mau menerima tawaran dari mbok Sarni itu, dan akhirnya marah besar. “Mana anak itu? Mana timun emas?”, teriak si raksasa.
Karena tidak tega melihat mbok Sarni menangis terus, maka timun emas keluar dari tempat sembunyinya. “Aku di sini raksasa, tangkaplah aku jika kau bisa!!!”, teriak timun emas.
Raksasapun mengejarnya, dan timun emas mulai melemparkan kantong yang berisi mentimun. Sungguh ajaib, hutan menjadi ladang mentimun yang lebat buahnya. Raksasapun menjadi terhambat, karena batang timun tersebut terus melilit tubuhnya. Tetapi akhirnya si raksasa berhasil bebas juga, dan mulai mengejar timun emas lagi. Lalu timun emas menaburkan kantong kedua yang berisi jarum, dalam sekejap tumbuhlan pohon-pohon bambu yang sangat tinggi dan tajam. Dengan kaki yang berdarah-darah karena tertancap bambu tersebut si raksasa terus mengejar.
Kemudian timun emas membuka bingkisan ketiga yang berisi garam. Seketika itu hutanpun menjadi lautan luas. Tetapi lautan itu dengan mudah dilalui si raksasa. Yang terakhir Timun Emas akhirnya menaburkan terasi, seketika itu terbentuklah lautan lumpur yang mendidih, dan si raksasa tercebur di dalamnya. Akhirnya raksasapun mati.
Timun Emas mengucap syukur kepada Tuhan YME, karena sudah diselamatkan dari raksasa yang kejam. Akhirnya Timun Emas dan Mbok Sarni hidup bahagia dan damai.

i. Aspek Tema
1. Tema utama
Tema utama dari kisah rakyat timun emas ini adalah kasih sayang. Hal ini terlihat dari betapa besarnya pengharapan seorang janda tentang kehadiran seorang anak. Kehadirannya disambut dengan suka cita dan dididik dengan sepenuh jiwa. Usaha raksasa untuk memakannya pun dihalangi dengan sekuat tenaga bahkan rela mengorbankan dirinya sendiri demi keselamatan Timun Emas.
2. Tema tambahan
a. Terkabulnya cita-cita
Cita-cita seorang janda untuk memiliki seorang anak akhirnya terwujud walau dengan perjanjian anaknya akan menjadi santapan raksasa.
b. Kemenangan golongan tertindas
Timun Emas menang dalam pelarian dari kejaran raksasa karena berbagai senjata yang diberikan pertapa. Walau raksasa memiliki tenaga yang digdaya tapi akhirnya dikalahkan oleh gadis kecil karena raksasa berada di pihak kuat yang menindas anak lemah.

ii. Aspek Moral
1. Kekejaman akan terkalahkan
Timun Emas menang dalam pelarian dari kejaran raksasa karena berbagai senjata yang diberikan pertapa. Walau raksasa memiliki tenaga yang digdaya tapi akhirnya dikalahkan oleh gadis kecil karena raksasa berlaku kejam menindas anak lemah. Itu berarti kejahatan apapun itu akan dikalahkan oleh kebaikan pada akhirnya.
2. Pentingnya keluarga
Mbok Sarni merasa sangat membutuhkan keberadaan seorang anak. Ini menunjukkan anak sebagai bagian dari keluarga sangat dibutuhkan. Walau seorang anak lebih banyak merepotkan, tetapi keberadaannya lebih menggembirakan dan menenteramkan. Selain itu, kelak ketika beranjak dewasa akan sangat membantu berbagai pekerjaan rumah tangga maupun untuk mencari nafkah.
iii. Aspek Penokohan
Deskripsi tokoh dalam cerita Timun Emas.
Macam Tokoh Nama Pelukisan Fisik dan Watak
Utama 8. Timun Emas 1. Semakin hari semakin tumbuh dewasa.
Utama tambahan 9. Mbok Sarni


10. Si Raksasa 8. Seorang janda tua yang tiap hari dia menghabiskan waktunya sendirian, karena tidak memiliki seorang anak.
9. Raksasa yang sangat besar sekali.
Tambahan 10. Petapa 4. Tinggal di gunung.

Tokoh Timun Emas merupakan tokoh utama dan protagonis. Tokoh ini tergolong penting dan ditampilkan terus-menerus baik secara langsung maupun tak langsung sehingga terasa mendominasi hampir sebagian besar cerita. Tokoh inilah yang pembaca kagumi, yang menampilkan sesuai dengan pandangan, harapan-harapan pembaca.
Tokoh Mbok Sarni merupakan tokoh utama tambahan dan protagonis. Tokoh mbok Sarni tergolong penting dan ditampilkan terus menerus, berhubungan dengan tokoh-tokoh lain, dan menentukan perkembangan plot secara keseluruhan. Tokoh ini juga sesuai dengan jalan pikiran yang diharapkan pembaca.
Tokoh si Raksasa merupakan tokoh utama tambahan dan antagonis. Dia sangat berperan dalam alur cerita. Tokoh ini merupakan penyebab terjadinya konflik dan beroposisi dengan tokoh Timun Emas dan Mbok Sarni secara langsung, dengan bersifat fisik dan batin.
Tokoh Petapa adalah tokoh tambahan. Tokoh ini dimunculkan sekali dalam cerita dan dalam porsi penceritaan yang relatif pendek.

5. Ambil dua buah puisi anak dari koran/majalah anak ! Analisislah aspek keindahan dan kandungan isinya!
a. Bulan dan Matahari
Di malam yang kelam
Kulihat sang bulan
Datang menjemputku
‘Tuk tidur malam
Di pagi yang terang
Kulihat sang surya
Datang menjemputku
‘Tuk pergi ke sekolah
Malam-malam yang kelam
Pagi-pagi yang terang
Semua itu ciptaan Tuhan
Semua itu anugerah

Karya Hapsari Sulistyorini
Dalam Majalah Bobo No 8 tahun XIX tgl 30 Mei 1990

i. Aspek keindahan
Puisi ini memiliki lirik abac-abac-deff pada huruf awalannya. Terlihat bahwa puisi ini menonjolkan juga unsur pengulangan bunyi untuk menimbulkan keindahan dari keteraturan. Puisi ini juga memiliki semacam bait yang diulang sehingga menunjukkan perbandingan antara bulan dengan matahari sesuai dengan judulnya. Pengulangan bait itu menunjukkan struktur pemilihan kata yang sebunyi dalam penyusunannya sehingga menimbulkan keindahan.
ii. Aspek kandungan
Puisi ini sarat pengetahuan alam yang erat hubungannya dengan dunia anak karena memang keberadaan bulan dan matahari sangat erat dengan dunia anak. Anak mudah kagum terhadap matahari terbit, terik siang hari, atau senja yang oranye. Anak juga kagum dengan keelokan bulan purnama yang temaramnya menyejukkan.
Puisi ini menjelaskan salah satu keuntungan yang bisa dirasakan dengan keberadaan bulan dan matahari. Penjelasan itu dengan menggunakan jalan membandingkan masing-masing fungsi sehingga menimbulkan kesan keserasian.
Yang terakhir, puisi ini mengajak menuju kondisi sadar tentang eksistensi Pencipta dan Penguasa bulan dan matahari serta segala alam berserta isinya. Manusia sebagai makhluk hanya bisa menikmati dan mensyukuri. Sehingga alam segala isinya bisa menyuguhkan keindahannya sebagai bentuk pelayanannya terhadap manusia.

b. Yogyakarta
Yogyakarta,
kota yang indah dan berwibawa
tempat aku dilahirkan
tempat aku dibesarkan

Yogyakarta,
kota yang sering disebut orang
sebagai kota pelajar
sebagai kota budaya
dan sebagai kota yang nyaman

Di sudut-sudut kota
banyak sajian khas berselera
penuh dengan kenangan

Yogyakarta yang nyaman
semoga abadi sepanjang zaman

Karya Eko Yulianto
Dalam Majalah Siswa No 13/XXII/1991

i. Aspek keindahan
Puisi ini memiliki bait-bait yang diawali dengan kata Yogyakarta. Terlihat bahwa puisi ini menonjolkan keindahan dengan pengulangan kata.

ii. Aspek kandungan
1. Puisi ini mengenalkan Yogyakarta dengan bahasa dan cara yang sederhana. Profil Yogyakarta telah tersaji secara singkat tapi mampu mempengaruhi pembaca untuk tertarik dengan Yogyakarta dan syukur-syukur mau menetap untuk menempuh pendidikan dan berinvesatasi jangka panjang, atau sekedar berwisata.
2. Puisi ini mengenalkan kemenyeluruhan profil Yogyakarta. Unsur kebudayaan, pendidikan, hingga ranah aktivititas akademik. Titel dan nama besar Yogyakarta sudah begitu baik. Puisi ini ternyata mampu merangkum itu semua.
3. Keoptimisan tercermin pada bait terakhir. Yogyakarta memiliki banyak keterbatasan untuk bisa disebut sebagai kota besar dengan segala titelnya tadi. Usaha untuk menjadi lebih baik menjadi pesan utama selama menggerakkan roda organisasi.

SINOPSIS: FABEL, DONGENG, NOVEL, KOMIK, BUKU INFORMASI/PENGETAHUAN, & CERITA PENDEK

SINOPSIS
FABEL, DONGENG, NOVEL, KOMIK, BUKU INFORMASI/PENGETAHUAN, & CERITA PENDEK
(SASTRA ANAK)
Digunakan untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Sastra Anak dengan dosen pengampu Prof. Dr. Burhan Nurgiyantoro.


Oleh Hamdan Nugroho 07201241024


PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2010

Dongeng
Judul : Princess Rahmania dan Teka-teki Kalung Mutiara
Penulis : Lana Syahbani
Penerbit : PT Mizan Pustaka
Halaman : 22
Tahun : September 2009

Sinopsis
Istana Mujahid pada suatu sore terdengar suara tangis bayi dari dalam istana tersebut. Rupanya telah lahir bayi cantik yang diberi nama Princess Rahmania. Nama Rahmania diambil dari kata rahman, artinya pengasih. Princess Rahmania tumbuh menjadi seorang putri yang penuh kasih sayang terhadap orang-orang di sekitarnya.
Suatu hari, ia menemukan seuntai kalung mutiara di atas pasir pantai. Dia memanggil para dayang. Para dayang kaget pun kaget. Kemudian Princess Rahmania menanyakan kepada mereka, adakah di antara mereka yang kehilangan kalung. Tapi di antara dayang itu, ada dua dayang yang mengaku kehilangan kalung, yaitu dayang biru dan dayang hijau.
Princess Rahmania menanyakan ciri-ciri kalung mereka yang hilang. Dayang biru menyebutkan bahwa kalung yang hilang tersebut dari mutiara. Dayang hijau pun menyebutkan demikian. Princess Rahmania dan para dayang pun kebingungan. Princess Rahmania mengusulkan supaya kalung tersebut dibagi dua saja biar adil. Dayang biru pun setuju, tapi dayang hijau tidak. Dayang hijau tidak rela karena kalung tersebut pemberian dari ibunya sebelum meninggal. Ia ingat bagaimana ibunya mengumpulkan mutiara itu satu persatu selama sebulan dan diambilnya sendiri dari dasar laut.
Para dayang terharu mendengar kisah dayang hijau termasuk dayang biru. Kemudian dayang biru mengakui bahwa dia berbohong dan mengakui bahwa kalung itu bukan miliknya. Dia hanya tertarik sewaktu dayang hijau memakainya. Dayang yang lain sangat terkejut dan mengusulkan kepada Princess Rahmania untuk memberikan hukuman yang setimpal. Tapi dayang hijau malah memohon kepada Princess Rahmania untuk mengampuni dayang biru saja karena tidak sepenuhnya salah dayang biru. Princess Rahmania pun akhirnya mengampuni dayang biru asalkan tidak mengulangi lagi kelak.
Komentar:
Sifat baik akan memberikan kebaikan untuk semuanya. Apalagi jia sifat baik itu berupa pengasih, orang lain akan banyak sekali merasakan manfaatnya. Begitu juga dalam cerita Princess Rahmania yang pengasih dan pengampun terhadap para dayangnya terutama dayang biru. Hal ini menyebabkan dirinya disenangi dan disayangi para dayangnya.


Cerita Bergambar (Fabel)
Judul : Ini Dia si Buaya
Penulis : Kathryn White & Michael Terry
Penerbit : PT Penerbit Erlangga
Halaman : 27 Halaman
Tahun : 2008/21 Juni 2008

Sinopsis
Di tengah hutan yang terik, buaya melompat dari dalam sungai. Ia mengendus, menggeram, dan menggemeretak. Buaya itu kelaparan sehingga ketika ada seekor monyet berayun, buaya menangkap ekornya. Monyet memekik ketakutan. Tapi monyet merayu buaya. Ia mengatakan jika si buaya itu memakannya, maka giginya yang tajam akan goyah dan patah lalu buaya akan kurus dan kendur. Rahang yang kekar juga akan lemas dan menggelantung. Akhirnya si Buaya termakan rayuan monyet dan segera meninggalkannya.
Buaya pun masih merasa lapar. Ia melihat dua Flamingo yang sedang menari. Ia perlahan-lahan masuk ke dalam air. Ia akan memakan mereka sebelum terbang. Tapi kedua flamingo itu tertawa cekikikan dan bersandiwara. Kalau buaya memakan mereka akan sakit karena serat-serat flamingo hanya gula manis. Buaya pun dapat dibohongi kemudian bergegas pergi sambil menahan lapar. Ia melihat gajah yang sedang minum. Sesampai di tempat gajah, ternyata gajah juga bersandiwara dan merayunya. Buaya pun tertipu lagi. Lalu, ia melihat seekor Zebra sedang makan rerumputan. Zebra pun merayunya dan buaya pun tertipu lagi. Sambil bercucuran air mata, buaya menangis dan merasa tidak makan bertahun-tahun. Sambil berteriak ia ingin bertemu dengan ibunya. Lalu Zebra menghibur dan mengajaknya makan rumput. Flamingo juga membawakan makanan, begitu juga monyet membawakan pisang untuk dimakan bersama. Gajah juga membawakan air yang bersih dan dingin. Mereka pun tersenyum dan gembira. Hingga tidak menyadari kalau ternyata ada harimau yang sedang mengintai mereka.

Komentar:
Hidup bersama itu lebih indah. Walau buaya bodoh sehingga mudah ditipu, tapi ternyata kebersamaan itu menjadikannya dan hewan-hewan lainnya bisa berbahagia. Jika saling memangsa, akan ada yang dirugikan dan satunya diuntungkan. Tapi dengan bersama semuanya akan beruntung.




Komik
Judul : Triceraptops “Dinosaurus Bercula Tiga”
Penulis : Rob Shane
Penerbit : PT Gramedia, Jakarta
Halaman : 32

Sinopsis
Pada suatu hari, kadal besar menunggu kesempatan untuk memakan suatu telur, tapi induknya selalu menjaganya. Tapi pada saat telur tidak dijaga, dengan sangat pelan kadal itu menyelinap. Ternyata sebelum berhasil memakan telur, induknya dating dan kadal segera menyelamatkan diri. Ketika itu, telur tersebut malah jatuh dan menetas.
Satu tahun kemudian, Triceraptops kecil telah bisa bermain-main bersama kawan-kawannya. Ia tumbuh dengan sangat cepat. Ia tinggal dengan berbagai dinosaurus tapi tidak semuanya baik. Ada sepasang pemakan daging, Dromaesaurus mengincar Triceraptops kecil itu. Ada juga Ankylosaurus yang mendekati Triceraptops yang sedang makan. Sebenarnya Ankylosaurus bukan pemakan daging, tapi ekor mereka yang berat dan berayun-ayun bisa melukai Triceraptops kecil.
Triceraptops dewasa mengerang-ngerang mengingatkan Triceraptops kecil kadang pergi dan tidak memperhatikan telah terpisah dengan kawanan. Tiba-tiba Triceraptops terjatuh ke jurang sehingga berteriak minta tolong tapi tak ada yang menjawab. Triceraptops kecil berada di dunia baru yang gelap karena dikelilingi hutan lebat yang asing baginya. Dari semak belukar muncul seekor Didelphodon (mamalia purba) menjadikan Triceraptops kecil terkejut dan berlari menghindar sampai di suatu kolam berawa. Namun, seekor buaya nyaris menyambar Triceraptops kecil, lalu berlari dan terus berlari hingga bergabung lagi dengan kawanannya.
Waktu berlalu, musim basah Triceraptops sudah berumur 5 tahun. Hujan membuat Triceraptops sulit bergerak. Kaki pemimpin kawanan terluka, tapi tetap mencari tempat teduh hingga menemukan kaki karang yang terjal. Tapi sepasang Celosaurus sudah terlebih dahulu di sana tapi melihat kawanan ini mereka pergi. Hujan semakin lebat dan bebatuan mulai longsor. Ini berarti mereka dalam kondisi bahaya sehingga melarikan diri. Tapi pemimpin mereka yang sudah tua dan pincang tidak mungkin bergerak cepat terkubur di bawah batu dan lumpur. Beberapa hari kemudian hujan reda. Para Triceraptops menunjuk pemimpin yang baru. Pemimpin itu harus Triceraptops jantan yang paling kua. Muncullah dua kandidat, lalu bertarunglah hingga tinggal satu yang menjadi pemimpin.
Pemimpin baru membawa kawanan mencari area makan yang baru. Seekor Darplesaurus telah mengikuti mereka sehingga Triceraptops gelisah. Darplesaurus itu menjaga jarak untuk tidak terlalu dekat. Tiba-tiba dari tempat persembunyian mereka muncul Darplesaurus kecil untuk menyerang kawanan Triceraptops dan menggiring ke dalam perangkap. Seekor Darplesaurus lain yang paling besar menyerang dari balik pepohonan. Mereka bertarung hingga Darplesaurus roboh ke tanah sehingga kawanan Triceraptops bisa pergi dengan aman.

Komentar:
Hidup adalah perjuangan. Sejak sebelum lahir sekalipun sudah ada halangan rintangan yang menghalang. Hanya yang tergigih dan tegar saja mampu menghadapinya dan dapat hidup bahagia hingga tua. Hal ini ditunjukkan kisah Triceraptops yang berusaha bertahan hidup dalam rimba dinosaurus yang keras. Triceraptops menunjukkan siapa yang kuat dia yang bertahan.

Buku Informasi
Judul : Pendengaran
Ilustrasi : Mike Gordon
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Sinopsis
Mendengar berbagai suara di sekitar kita. Apa yang kita dengar? Beberapa suara terdengar tenang dan damai. Beberapa suara terdengar keras dan bising. Beberapa suara membuat kita bahagia. Beberapa suara membuat kita marah. Suara merambat melalui udara, tetapi kita tidak dapat melihatnya. Kita memakai telinga untuk mendengar. Bagian luar telinga kita menangkap suara dan mengirimnya ke dalam lubang telinga. Lubang ini mengarah ke saluran yang menuju bagian dalam telinga. Di akhir saluran terdapat selaput tipis. Selaput ini terbentang dari ujung saluran, seperti selaput gendang. Oleh karena itu, saluran ini disebut gendang telinga.
Gendang telinga akan bergetar ketika terkena suara, seperti saat kalian memukul genderang. Ketika gendang telinga bergetar, tulang kecil di dalamnya juga akan ikut bergetar. Tulang-tulang kecil ini mengirim pesan ke otak lewat pipa panjang melingkar yang disebut rumah siput. Pesan-pesan itu menuju ke otak melewati lintasan khusus yang disebut urat syaraf. Kemudian, otak akan menentukan jenis suaranya. Beberapa binatang, mempunyai pendengaran yang lebih baik dari manusia. Kelinci mempunyai telingan panjang , sangat bagus pendengarannya. Ia dapat menggerakkannya untuk menemukan arah datangnya suara.Anjing dapat menggerakkan telinga untuk menangkap suara lebih mudah. Pendengaran anjing bagus, karena dapat mendeteksi suara yang tidak didengar oleh manusia.
Saat kita flu, kita tidak dapat mendengar dengan baik karena telinga tersumbat. Tunarungu, tidak dapat mendengar sama sekali, ia memakai alat bantu khusus. Dia dapat melihat lawan bicara untuk tahu kalimat yang diucapkan. Suara keras dapat merusak telinga, gendang telinga. Oleh karena itu gendang telinga harus dijaga. Beberapa orang yang bekerja di tempat yang sangat bising harus menggunakan penutup telinga agar pendengarannya tidak rusak.

Komentar
Cara pengarang menyampaikan informasi kepada pembaca dengan menggunakan teknik narasi, dengan model disertai dengan ilustrasi berupa gambar. Hal ini sangat efektif supaya informasi mengenai pendengaran yang sebenarnya berat, akan mudah dipahami oleh anak-anak dan tampak sebagai pengetahuan yang ringan. Dengan cara ini, anak-anak menjadi kaya akan pengetahuan sejak kecil dan dengan mudah memahami pengetahuan baru tersebut.

Judul : Teror di Ruang Bawah Tanah ( Goosebumps 61 )
Pengarang : R. L. Stine
Tahun terbit : 1998
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis
Marco, seorang anak laki-laki yang sangat disayang oleh ibunya. Kasih sayang yang diberikan ibunya kepadanya menjadi sangat berlebihan. Ia dilarang melakukan berbagi hal terutama yang berhubungan dengan hal-hal yang berbau kuman. Marco bersahabat dengan Jeremy, mereka selalu bermain bersama, walaupun sebenarnya ibu Marco melarangnya bermain apalagi sampai bermain softball di luar rumah bersama anak-anak yang lain.
Suatu hari, Jeremy mengajak Marco bermain softball. Marco menerima ajakan Jeremy, karena ia juga sangat ingin bermain bersama teman-temannya. Akan tetapi, musibah menimpanya. Marco terkena pemukul softball hingga pingsan dan dibawa ke rumah sakit. Saat pingsan, Marco mengalami mimpi yang sangat buruk. Ia dihantui peristiwa yang benar-benar nampak seperti nyata. Namun, cerita dalam mimpinya tersebut berkebalikan dengan kenyataan yang ada. Lebih parahnya lagi, Marco mengalami mimpi itu secara berbingkai. Ia seperti harus melewati sebuah petualangan yang menyeramkan ketika mengalami mimpi tersebut. Di dalam mimpinya, ia bertemu dengan seorang anak laki-laki bernama Keith. Ia mengaku tinggal di ruang bawah tanah di rumah Marco. Ia mencoba menakut-nakuti Marco hingga pikirannya menjadi bertambah kacau sejak terkena pemukul softball.
Marco dinyatakan sudah sembuh dan boleh pulang ke rumah. Sampai di rumah ia masih dihantui perasaan takut akibat teror yang dilakukan oleh makhluk bernama Keith. Ia berusaha meyakinkan diri bahwa Keith hanya ada dalam mimpi. Namun, ia sering tiba-tiba seperti melihat Keith. Sampai-sampai ibunya harus membawanya ke dokter, karena khawatir dengan apa yang terjadi dengan marco yang semakin hari semakin kacau pikirannya. Tiba-tiba pada suatu hari ia melihat makhluk di ruang bawah tanah seperti apa yang ada dalam mimpinya. Namun, makhluk tersebut malah berkata kalau apa yang dilihat Marco adalah mimpi belaka.

Komentar
Novel anak Goosebumps yang berjudul Teror di Ruang Bawah Tanah ini cukup unik. Alur yang digunakan dan ide ceritanya berbeda dengan yang lainnya. Untuk dibaca anak-anak, bacaan ini memang menghibur dan menegangkan. Akan tetapi, alurnya tidak sederhana. Di dalamnya ada cerita yang berbingkai sehingga membutuhkan pemikiran dan pemahaman yang tinggi dari pembacanya. Untuk segi bahasa, novel ini masih tergolong menggunakan bahasa yang mudah dipahami.


Judul : Goosebumps ( Percuma Menakut-nakuti )
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis
Eddie, Molly, Hat, dan Charlene adalah teman akrab. Mereka bermain selalu bermain bersama. Di sekolah mereka mempunyai musuh, yaitu Courtney yang menurut mereka berlagak dan banyak tingkah, padahal ia adalah anak perempuan. Saat jalan-jalan ke hutan, mereka mencoba menakut-nakuti Courtney dengan ular-ularan. Akan tetapi, ia ternyata tidak takut bahkan ia tahu kalau itu hanya ular jadi-jadian. Kemudian saat di sekolah, Mrs. Rudolph minta tolong kepada Eddie untuk memanjat pohon dan menyuruh kucing kesayangannya turun. Eddie tidak berani, tiba-tiba datanglah Courtney menolong Mrs. Rudolph tanpa rasa takut. Eddie dan kawan-kawan semakin geram dan berniat hendak menyusun rencana baru untuk melawan Courtney.
Eddie dan kawan-kawan mencoba rencana baru mereka untuk menakut-nakuti Cortney dengan tarantula. Susah payah nereka bisa mengambil tarantula dari dalam laboraturium dan mencoba mengarahkan ke kepala Courtney, tetapi salah sasaran tarantula tersebut malah jatuh ke kepala Molly. Usaha mereka gagal lagi. Usaha selanjutnya menggunakan anjing milik Molly yaitu Buttercup. Mereka akan melawan Courtney dengan auman anjing itu agar Courtney takut. Namun, semua berantakan scenario yang telah direncanakan tidak terlaksana dan Courtney juga tidak takut pada anjing itu.
Uasaha terakhir , mereka meminta bantuan pada kakak Eddie, yaitu Kevin. Ia ahli menggunakan kostum monster Lumpur hingga menyerupai aslinya. Oleh karena itu, mereka berniat untuk menakut-nakuti Courtney dengan monster Lumpur jadi-jadian. Kebetulan Courtney saat itu sedang membahas tentang keberadaan monster di bumi bersama mereka. Namun, saat itu yang terjadi justru sebaliknya. Coutney tidak juga takut , malah keesokan harinya ia mengatakan ke orang-orang bahwa ia telah membuktikan bahwa di dunia ini ada monster. Ia telah melihatnya sendiri tadi malam. Eddie dan kawan-kawan menyerah, Courtney sangat susah dikalahkan. Selalu saja ada alasan yang membuatnya bisa menang.

Komentar
Buku seri Percuma Menakut-nakuti ini sebenarnya kurang mendidik untuk anak-anak. Isi cerita yang menjelaskan bagaimana Eddie dan kawan-kawan mencoba untuk menakut-nakuti Courtney namun tidak pernah berhasil , secara tidak langsung mengajarkan pada pembaca yang lebih khususnya anak-anak bagaimana melakukan hubunga pertemanan. Tindakan Eddie dan kawan-kawan sebenarnya tidak tepat, walaupun mereka tidak suka dengan Courtney seharusnya mereka tidak bertindak seperti itu.

Judul : Goosebumps ( Mimpi Buruk Slappy )
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama


Sinopsis
Slappy adalah boneka kayu yang menemani Jimmy O’ James seorang ahli suara perut, di panggung ketika berteater. Ia dibuat oleh seorang penyihir untuk memudahkan kerja Jimmy, oleh karena itu Slappy dibuat hidup. Ia bisa berbicara dn berjalan layaknya manusia. Akan tetapi aura yang muncul adalah aura jahat darinya, seperti ketika sedang pentas, Slappy melukai dan mengumpat anak kecil hingga menangis. Jimmy sebagai pemiliknya juga sudah tidak bisa mengendalikan Slappy lagi. Mereka bertengkar dan Slappy berniat memenggal kepala Jimmy. Namun, berujung pada kelelahan sehingga Slappy tertidur.
Dalam tidurnya Slappy bermimpi kalau ia menjadi milik Georgia seorang gadis cilik yang baik hati. Ia harus melakukan tiga hal kebaikan agar ia bisa tetap hidup, sebelum Jimmy membuangnya dan membuatnya benar-benar mati. Namun, usahanya itu selalu gagal. Ia menuduh Stella, adik Goergia sebagai orang yang menghalanginya berbuat kebaikan. Hari-hari selalu dilalui dengan pertengkaran Georgia, ia, Stella dan ibu mereka. Hal itu selalu terjadi karena Stella tahu Slappy boneka hidup. Stella takut dan tidak suka dengan kehadiran Slappy. Ia pun berniat untuk membunuh Stella yang menurutnya adalah musuh besarnya.
Suatu hari, Slappy dibawa Georgia ke sekolah. Di sana terjadi lagi masalah. Slappy sudah kehilangan kesabaran dan menuduh Stella yang kembali melakukannya. Namun saat itu, tiba-tiba saja ia melihat boneka yang mirip dengannya bernama Wally. Ia jadi tahu kalau yang melakukan semuanya bukanlah Stella tetapi Wally. Wally ingin Slappy mati agar Wally bisa tetap hidup dan menggantikan posisinya. Mereka pun bertengkar, tiba-tiba saja Slapyy terbangun dari tidurnya. Ia senang saat tahu Jimmy di depannya dan sadar kalau kejadian buruk yang menimpanya tadi hanya sebuah mimpi buruk. Ia menceritakan mimpi buruk tersebut pada Jimmy. Namun tiba-tiba dating sebuah kiriman untuk Jimmy, dan isinya adalah boneka kayu baru yang mirip dengannya. Saat itu, Jimmy pun mengatakan kalau ia tidak bisa lagi bersama Slappy karena ia sudah mendapat penggantinya. Slappy pun terkejut, mimpi buruknya telah menjadi kenyataan.

Komentar
Buku Goosebumps, seri Mimpi Buruk Slappy ini sebenarnya cukup utnuk menghibur. Namun, ide ceritanya benar-benar fiktif dan berkutat pada hal yang berbau mistik. Hal yang menonjol dan kurang sesuai untuk anak-anak adalah banyak kekerasan di dalamnya. Kekerasan yang dilakukan Slappy, Stella bisa mempengaruhi anak-anak yang memabcanya. Bagi anak yang mengambil isi buku ini secara lugas, bisa saja melakukan tindakan kekerasan seperti yang ada di cerita ini kepada temannya.

Judul : Goosebumps ( Manusia Siluman )
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Sinopsis
Sammy Jacobs, seorang anak laki-laki dari pasangan ilmuwan peneliti yang bekerja di laboratorium universitas. Ia mempunyai adik bernama Simon yang berusia sepuluh tahun dan seekor kucing bernama Brutus. Di dalam keluarganya Sammy dianggap anak yang aneh. Ia suka membaca cerita-cerita hantu sehingga orang-orang di rumahnya menganggap ia aneh. Ibu dan ayahnya membedakan perlakuan kepadanya dan kepada adiknya. Ia lebih sering bersama dengan sahabatnya Roxane. Mereka sering mengerjakan PR bersama.
Suatu hari Brutus, kucing Sammy melakukan tindakan diluar kebiasannya. Ia tidak mau tidur di kamar Sammy lagi. Ternyata setelah beberapa hari, diketahuilah bahwa di kamar Sammy ada makhluk yang tidak terlihat. Ia bernama Brent, anak laki-laki yang tidak kelihatan dan ingin bersahabat dengan Sammy. Awalnya Sammy senang mempunyai teman yang tidak tampak. Akan tetapi, lama kelamaan Sammy merasa terganggu dengan keberadaan Brent. Sejak kedatangan Brent, Sammy semakin dianggap aneh oleh keluarganya bahkan teman-temannya juga menganggapnya aneh. Mereka sering mengejek Sammy. Ia kesal dengan kelakuan teman-temannya. Ia pun memikirkan cara untuk mengusir Brent dari rumahnya tetapi ia tidak bisa, karena Brent tidak mau meninggalkan Sammy.
Sammy menceritakan masalahnya pada ayah dan ibunya. Mereka pada awalnya tidak percaya daqn mengira Sammy mengalami gangguan jiwa. Namun, lama-lama mereka mau membantu Sammy terutama ayahnya.Menggunakan sebuah alat, Sammy akhirnya bisa membuktikan bahwa Brent memang benar ada dan tidak tampak jika dilihat dengan mata telanjang. Ternyata Brent adalah makhluk semacam hewan, dengan bentuk yang menyerupai siluman. Ia dibuat tidak tampak oleh orang tuanya karena bentuknya yang menyeramkan. Demi keselamatannya dan agar ia lebih leluasa pergi kemana-mana, orang tuanya membuatnya tidak tampak oleh mata manusia. Melihat wujud Brent yang sebenarnya, Sammy pun ingin memelihara Brent di rumahnya.

Komentar
Cerita yang berlatarkan kehidupan luar negeri ini sebenarnya cukup menghibur untuk dibaca anak-anak. Hanya saja, ceritanya yang berbau mistik dan sering tidak masuk akal tampak tidak mendidik bagi anak-anak. Cerita yang lebih condong ke hal-hal berbau hantu, membuat anak-anak yang membaca buku ini terbawa untuk berimajinasi hantu-hantu tersebut. Gaya hidupnya yang bergaya barat juga kadang kurang sesuai dengan kehidupan di negara kita yang bergaya Timur.
Di dalam buku berjudul Manusia Siluman ini juga banyak kebiasaan dari tokoh Sammy yang kurang patut untuk ditiru oleh anak-anak. Seperti sering tidak mengerjakan PR, membantah perintah orang tuanya dan sering melakukan kebiasaan buruk lainnya. Memang mungkin ada beberapa hal yang bisa diambil sebagai pelajaran dari apa yang terjadi pada tokoh-tokohnya. Akan tetapi, hal itu tidak bisa ditangkap begitu saja oleh anak-anak.

Judul : Goosebumps ( Kulit Manusia Serigala )
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama


Sinopsis
Alex pergi ke rumah paman dan bibinya di Wolf Creek. Ia akan tinggal dan sekolah di sana untuk beberapa minggu karena orang tuanya pergi ke Paris. Alex menyukai fotografi, sama seperti paman dan bibinya. Awal sampai di Wolf Creek, ia mengutarakan keinginannya untuk menjadi manusia serigala saat Hallowen nanti dan keinginannya untuk memotret hutan di Wolf Creek. Pamannya langsung mengingatkannya akan sebuah rumah di sebelah rumah pamannya milik Mr dan Mrs. Marling. Mereka memperingatkan agar tidak dekat-dekat dengan rumah itu dan berhubungan dengan pemilik rumahnya, dengan alasan mereka punya anjing yang buas.
Di Wolf Creek, Alex bersahabat dengan Hanna. Ia yang menemani Alex memotret di hutan. Suatu malam kamera Alex ketinggalan di hutan, sehingga ia harus mengambilnya. Malam itu juga, pertama kalinya ia mendengar lolongan serigala dan mengetahui sumber suara berasal dari rumah Mr. dan Mrs. Marling. Ia sangat takut dengan kejadian itu dan curiga kalau Mr. dan Mrs. Marling adalah manusia serigala yang ditakuti orang-orang di Wolf Creek. Alex menanyakannya pada Hanna dan ia membenarkan pertanyaan Alex. Akan tetapi Paman Colin dan Bibi Marta mengatakan kalau semua itu tidak benar. Mendengar penjelasan yang berbeda, Alex penasaran dan berusaha menyelidikinya agar ia tahu kebenaran semua itu.
Suatu malam, ia menyelidiki sendiri tentang manusia serigala itu dan berniat memotretnya. Ia mengikuti kemana serigala yang selalu melolong tiap malam dan berusaha memotret keduanya agar ia bisa punya bukti tentang manusia serigala. Alex berhasil mengikuti sampai tengah hutan, menyaksikan apa yang dilakukan kedua manusia serigala itu dan berhasil mengambil gambar mereka dalam berbagai posisi dan kesempatan. Alex yakin kedua serigala itu adalah Mr. dan Mrs. Marling, karena ketika matahari mulai muncul mereka pulang ke rumah di sebelah rumah pamannya. Namun, ia sangat terkejut ketika ia tahu bahwa kedua serigala yang diikutinya adalah Paman Colin dan Bibi Marta. Ia tak percaya, paman dan bibinya adalah manusia serigala. Berarti selama ini mereka selalu mengarang cerita, mereka mengatakan kalau mereka pergi tiap malam untuk memotret hewan-hewan malam di tengah hutan.
Alex mengatakan kenyataan tersebut pada Hanna. Mereka punya rencana,mereka akan memakai kostum serigala milik paman dan bibi ketika Hallowen, tepat saat bulan purnama. Rencana mereka berhasil, Paman Colin dan Bibi Marta mencari kostum mereka tersebut. Saat bulan purnama tepat tinggi, mereka seperti tersiksa. Namun, akhirnya mereka berterima kasih pada Alex dan Hanna, karena tindakan mereka membuatnya terbebas dari kutukan. Alex dan Hanna mengembalikan kostum itu ke rumah Mr. dan Mrs. Marling. Betapa terkejutnya Alex karena di sana masih ada kostum serigala. Ia menanyakannya pada Hanna. Ia pun menjawab kalau kostum yang dipakainya adalah miliknya. Alex kembali terkejut mendengar pernyataan Hanna tersebut.

Komentar
Goosebumps yang berjudul Kulit Manusia Serigala ini, cukup menegangkan ketika dibaca. Sebagai pembaca yang sudah tidak anak-anak lagi, saya bisa merasakan aura ketegangan di dalamnya. Saya juga bisa mengimajinasikan apa yang diceritakan oleh pengarang melalui buku ini. Jika dibaca oleh orang seusia saya, mungkin ini tegang dan tergolong bagus. Akan tetapi, menurut saya jika bacaan ini dibaca anak-anak akan kurang tepat.
Memang bacaan ini diperuntukkan untuk anak-anak. Akan tetapi, ceritanya kurang sesuai dengan sasaran yang sebenarnya sebagai target bacaan. Cerita yang seram, menegangkan akan membuat psikis anak juga terbawa. Anak-anak menjadi takut dan bahkan mungkin akan percaya bahwa manusia serigala seperti yang diceritakan di buku ini memang benar ada. Bagian petualangannya memang bagus, namun nilai moral yang ingin disampaikan juga belum ada.

Judul Novel : Keluarga Bahagia
Pengarang : Arswendo Atmowiloto
Penerbit : Grasindo
Tebal Buku : 534 halaman

Sinopsis
Bonang adalah seorang anak dari keluarga miskin. Untuk makan saja, mereka harus meminta nasi pada pamannya, seorang pemilik warung makan. Bonang malu, karena setiap hari harus meminta nasi pada pamannya dan juga karena pamannya selalu tidak ramah padanya. Ia juga kesal pada ayahnya yang sakit-sakitan. Ayah Bonang mulai sakit-sakitan ketika ia mendapat masalah dengan proyek jalan. Ia dituduh menggelapkan uang proyek. Namun, karena tidak ada bukti yang memperkuat tuduhan itu, Pak Mandor memintanya bekerja lagi. Ayah Bonang bekerja kembali, tapi tak lama kemudian ia berhenti lagi karena ia tidak sepakat dengan pemborongnya. ayah Bonang kembali jatuh sakit.
Selama ayah Bonang sakit, keluarga itu tidak bisa hidup dengan baik. Ibu Bonang harus meminjam uang kepada tetangga bahkan kepada rentenir untuk bisa menyambung hidup. Akhirnya rumah mereka dijual demi untuk membayar hutang-hutang yang semakin menumpuk. Rumah itu dijual kepada paman yang selama ini dimintai mereka nasi. Keluarga itu tinggal di kawasan yang jauh dari keramaian dan mendirikan rumah bamboo yang sederhana. Pak Mandor kembali membujuk ayah Bonang untuk bekerja di proyek. Akan tetapi, ayah Bonang selalu menolaknya karena ia tidak mau bekerja di proyek yang tidak sejalan dengan idealismenya.
Melihat keadaan itu Bonang bersama kedua kakaknya, Saron dan Kendang menulis surat kepada bupati dan melaporkan keadaan sebenarnya proyek yang sedang berjalan. Mereka menulis surat dan menggambar jalan yang sedang dibangun tersebut. Akan tetapi seminggu kemudian datanglah polisi, mereka membawa Ayah Bonang dan Bonang ke kantor polisi. Ibu Bonang yang di rumah hanya bisa berdoa. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hanya beberapa hari saja Ayah Bonang kembali. Surat yang dikirim oleh Bonang diduga sebagai pencemaran nama baik pemborong, Ahmad.
Setelah peristiwa penangkapan itu, Pak Bupati datang ke desa Bonang untuk melihat proyek pembangunan jalan. Proyek itu kini dibangun sesuai dengan ketentuan. Ayah Bonang kembali sehat dan bekerja lagi. kini jabatannya menjadi mandor. Pak Bupati sangat bangga pada Bonang. kini, keluarga Bonang jidup bahagia di rumah sederhana.

Komentar
Novel ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan alur yang juga mudah untuk diikuti. Pengarang menyampaikan sebuah cerita yang sederhana tetapi mengandung nilai moral yang patut untuk diajarkan pada anak-anak. Keteguhan ayah Bonang yang tidak mau menjalankan proyek yang tidak sejalan dengannya mengajarkan pada anak-anak dan pada kita bahwa seseorang hendaknya tegas dan tidak mau ikut melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku apalagi sampai membohongi masyarakat. Tindakan Bonang dan kedua kakakanya yang berjuang demi keluarganya juga patut ditiru, bahwa seorang anak hendaknya juga bisa ikut merasakan kesulitan yang dihadapi orang tuanya. Kalau bisa juga ikut menyelesaikan kesulitan tersebut.

Judul : Goosebumps (Kejutan di Shock Street)
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Sinopsis
Erin dan Marty adalah dua tokoh yang bersahabat, mereka sangat suka film-film horror terutama Shocker on Shock Street termasuk semua makhluk menyeramkan yang tinggal di Shock Street. Mereka ditawari ayah Erin untuk mencoba tur di Taman Hiburan Shocker Studios.
Mereka menjadi anak pertama yang mencoba tur dengan naik trem yang belum dibuka untuk umum.Mereka sangat menikmati keadaan di luar trem yang sangat menakjubkan seperti kehidupan nyata. Perjalanan itu bagi mereka adalah perjalanan yang paling menyeramkan yang mereka alami. Trem mereka mogok di Gua Monster. Mereka diserang segerombolan belalang pemakan daging. Setelah itu mereka pun terjebak di makam tua bersama tangan-tangan hijau yang menggapai dari liang kubur.
Dalam keadaan itu, mereka menyadari bahwa orang-orang yang ada di sekitarnya bukanlah orang-orang yang mereka kenal. Ternyata robot Erin dan Marty mengalami kerusakan pada memorinya sehingga mereka tidak dapat mengenali orang-orang yang ada disekitarnya.


Komentar
Novel anak Goosebumps seri Kejutan di Shock Street ini, menarik untuk dibaca anak-anak. Cerita yang memberikan kejutan, di mana kedua tokoh yang bersahabat tadi adalah dua robot, bukan manusia. Bahasa dan inti cerita yang mudah dipahami dan mengalir membuat noevl ini cocok menjadi bacaan anak-anak.



Judul : Goosebumps ( Jam Antik Pembawa Bencana )
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Sinopsis
Seorang anak laki-laki bernama Michael tinggal dalam sebuah keluarga yang bahagia. Ia mempunyai seorang adik perempuan bernama Tara. Ia sangat nakan dan jahil, hampir setiap hari Tara selalu membuat hingga membuat Michael kesal. Tindakan Tara selalu dibela oleh orang tuanya, mereka selalu menyalahkannya ketika bertengkar denga Tara. Suatu hari ayahnya membeli jam antik yang sangat bagus tetapi ada sedikit cacat, hanya saja orang-orang tidak tahu apa cacat dari jam tersebut. Ayah sudah melarang Mickey dan Tara mendekati jam tersebut , namun mereka tetap saja mendekati dan berusaha mengutak-atiknya. Mickey memutar kepala burung yang keluar dari jam itu saat jam berdentang.
Sejak kejadian Mickey memutar kepala burung di jam antik itu, ia mengalami kejadian aneh. Waktu yang dialaminya adalah waktu mundur. Setiap berganti hari, ia kembali ke hidupnya beberapa tahun yang lalu. Hal ini membuatnya bingung. Ia harus mengalami berkali-kali kejadian dalam hidupnya. Ia kesal karena ia jadi harus menjalani siksaan dari Tara berkali-kali. Hanya ia yang sadar atas kejadian tersebut. Saat ia sampai pada hidupnya ketika masih bayi, ia berusaha untuk memutar kembali kepala burung di jam antic itu. Ia tidak mau kehilangan hidupnya dengan cara konyol. Ia pun berhasil setelah berusaha sekuat tenaga. Ia kembali ke waktu di mana seharusnya ia hidup. Namun ada yang aneh, ia tidak melihat adanya Tara, adiknya. Saat meneliti jam antic itu, ia tidak melihat adanya tahun 1989 yang merupakan tahun kelahiran adiknya. Ia jadi tahu cacat dari jam tersebut, dan kenapa adiknya kini tidak ada. Ia menyesal dengan apa yang telah diperbuatnya, ia ingin kembali memutar waktu dan menjemput Tara.

Komentar
Buku berjudul Jam Antik Pembawa Bencana ini cukup unik. Ide cerita yang cukup menarik untuk dibaca. Bagi anak-anak sekalipun cerita ini fiktif dan berbau mistik, namun tetap menarik. Ide cerita yang tidak seperti biasanya. Pada buku ini ada juga hal yang dapat dijadikan pelajaran, yaitu tentang kisah Tara dan Mickey. Mereka selalu saja bertengkar, Mickey merasa kehadiran Tara hanya untuk menjahilinya. Akan tetapi, saat Tara tidak ada Mickey merasa sedih dan berusaha untuk membawa Tara kembali ke kehidupan nyata. Itu menunjukkan walaupun hubungan kakak-beradik itu tidak baik, namun mereka sebenarnya saling menyayangi.

Judul : Goosebumps ( Hantu Auditorium )
Pengarang : R. L. Stine
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


Sinopsis
Brooke Rodgerz, bersahabat karib dengan Zeke Mathews. Mereka bersekolah di Woods Mill Middle School. Sekolah mereka tersebut akan mengadakan pementasan drama berjudul “Phantom”. Seleksi pemain dilakukan oleh Mrs. Walker. Brooke dan Zeke terpilih menjadi pemain utama dalam drama tersebut. Menurut penuturan Tina, teman sekelas mereka, drama ini sebenarnya tujuh puluh dua tahun yang lalu sudah akan dipentaskan. Akan tetapi, gagal karena salah satu pemain utamanya yang berperan sebagai hantu tiba-tiba saja menghilang saat drama akan dimulai. Menurut cerita tersebut pemain itu, kini menjadi hantu di Woods Mill Middle School.
Latihan dimulai, setiap sore anak-anak melakukan latihan di auditorium. Mereka diberi pengarahan oleh Mrs. Walker dan dijelaskan tentang seluk beluk panggung yang telah lama tidak dipakai. Namun, berkali-kali latihan selalu diganggu oleh munculnya hal-hal aneh. Pada awalnya Zeke lah yang dituduh melakukan itu semua untuk menakut-nakuti para pemain. Lama-lama Zeke tidak terima dengan tuduhan tersebut, apalagi sampai perannya diberikan pada orang lain gara-gara ia disangka sebagai biang kerok pengacau latihan.
Zeke, Brooke, dan salah sstu temannya yang bernama Brian meyelidiki semua itu. Mereka bisa membuktikan pada Mrs. Walker kalau pelakunya bukan Zeke. Pentas pun dilaksanakan, Zeke kembali mendapatkan perannya. Namun, pada saat pementasan Brooke tidak bermain dengan Zeke yang merupakan lawan mainnya. Ia bermain dengan hantu yang selama ini bergentayangan di auditorium. Hantu itu melakukan adegan yang tidak sama dengan yang ada di naskah. Namun, penonton tidak tahu dengan apa yang terjadi yang tahu hanyalah Brooke dan Zeke. Pada saat itu, Zeke terlambat datang ke pementasan karena ia dipukul orang di tengah jalan. Mereka tidak mempedulikan lagi apa yang terjadi, karena mereka sekarang tahu alasan hantu itu masih bergentayangan yaitu ia masih ingin memainkan perannya pada drama Phantom tersebut. Tujuh puluh dua tahun yang lalu, saat ia seharusnya memainkan peran dalam drama itu, ia malah terjatuh dan meninggal dunia satu jam sebelum pementasan. Tiba-tiba saja, di loker Zeke ada buku tahunan sekolah itu yang berisi anak-anak angkatan sekitar tujuh puluh dua tahun yang lalu. Di sana tertampang foto Brian yang selama ini menjadi teman mereka yang selalu ingin mendapat peran dalam drama itu.















Komentar
Buku berjudul Hantu Auditorium ini cukup menarik dan bagus ceritanya untuk dibaca. Ide ceritanya yang memunculkan kejutan-kejutan yang tak terduga membuat kita berpikir ketika mengikuti alur ceritanya. Pengarang membuat alur cerita yang tidak terduga, tidak seperti yang akan diperkirakan oleh pembaca. Bagi anak-anak yang sudah terbiasa membaca buku dan terbiasa dengan bacaan seperti ini pasti akan tertarik dengan ide dan jalan ceritanya yang tidak begitu saja mudah ditebak.


Judul Novel : Harry Potter And Prisoner Of The Azkaban
Pengarang : J. K. Rowling
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

Sinopsis
Harry akhirnya menemukan kebenaran masa lalunya di tahun ketiga. Lelaki yang dipercaya orang tuanya sebagai walinya telah berhasil ditemui oleh Harry. Ia juga tahu hal yang menyebabkan kedua orang tuanya, James Potter dan Lilly Potter meninggal dunia. Kenyataan bahwa kematian orang tuanya disebabkan oleh pengkhianatan sahabatnya membuka mata Harry, Ron dan Hermione akan kebenaran yang selama ini ditutupi. Awal terkuaknya kebenaran bagi hidup Harry adalah saat munculnya anjing hitam besar ketika Harry meninggalkan rumah paman dan bibinya di Pride Drive. Selain itu juga kegemparan dunia sihir karena kegagalan para Dementor yang menjaga penjara sihir Azkaban sehingga penjahat yang paling berbahaya, Sirius Black berhasil kabur dari penjara Azkaban.
Harry pesimis dapat kembali ke Sekolah Sihir Hogwart dan ia juga enggan berada di rumah paman bibinya. Pasalnya sebelum ia pergi, ia melakukan sihir yang belum boleh dilakukannya. Harry menggelembungkan adik Paman Vernon, Bibi Marge sehingga ia mendapat kiriman Howler dari petugas kementrian sihir tentang dekrit pelanggaran sihir di bawah umur. Akan tetapi, tiba-tiba ada secercah harapan bagi Harry untuk kembali ke Hogwart. Menteri Sihir, Cornelius Fudge menjelaskan bahwa ia tidak akan dikeluarkan dari Hogwart dan bebas dari semua hukuman. Harry pun diberitahu oleh ayah Ron bahwa ia tidak boleh melakukan hal-hal yang tidak perlu dilakukan karena dunia sihir sedang tidak aman dengan hilangnya Sirius Black. Tetapi, ia malah semakin penasaran.
Harry dan kedua sahabatnya, Ron dan Hermione semakin penasaran dengan apa yang terjadi di dunia sihir selama di Hogwart. Bagi mereka kehadiran Dementor di Hogwart membuat suasana di sana tidak lagi menyenangkan karena murid-murid ketakutan. Saat pelajaran ramalan, Prof. Sibill juga mengatakan bahwa ada Grim atau anjing hitam besar yang akan mengantarkan Harry pada kematian.
Hilangnya tikus Ron, Scrabers merupakan awal bertemunya Harry dengan walinya. Harry, Ron, dan Hermione mengejar Scrabers yang lari ke halaman sekolah. Saat di depan pohon Dedalu perkasa, Ron berhasil menangkap Scrabers, dan tiba-tiba muncul anjing hitam besar yang pernah dilihat Harry di persimpangan desa. Anjing itu berlari menyambar kaki Ron masuk ke dalam liang bawah pohon. Harry dan Hermione mengejar masuk. Ternyata lorong panjang jalan itu menuju Shrieking Shark atau Gubuk menjerit yang berada di Desa Hogsmede. Di dalam gubuk ada Ron yang merintih kesakitan dengan Scrabers di tangannya, dan seorang pria yang tak lain adalah Sirius Black, buronan Azkaban. Selang beberapa menit, guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Profesor Lupin, datang. Anehnya, dia justru berpelukan dengan Sirius bak dua sahabat yang lama tidak bertemu. Keduanya berusaha merebut Scrabers dari tangan Ron. Ternyata tikus Ron adalah animagus penyihir. Dia adalah Peter Petigrew. Harry semakin bingung, dia tidak tahu hubungan dari kejadian semua itu.
Harry akhirnya tahu bahwa orang tuanya meninggal karena dibunuh Voldemort. Peter Petigew, sahabat ayahnya lah yang telah memberi tahu Voldemort tempat persembunyian orang tua Harry. Peter juga yang telah melakukan pembunuhan massal muggle dan Sirius yang dijadikan kambing hitam atas segala kejahatannya. Kebenaran akan masa lalunya itu membuatnya senang karena ia telah menemukan walinya sebagai pengganti kedua orang tuanya.


Komentar
Novel yang sungguh memukau, penuh kejutan dan menegangkan. Novel yang merupakan novel terjemahan ini sebenarnya tidak hanya cocok untuk anak-anak tetapi juga cocok untuk orang dewasa. Cerita yang mengalir tetapi penuh dengan kejutan yang tidak disangka-sangka ini membuat novel ini layak sebagai bacaan yang menghibur.

Judul : Abdullah dan Anak Burung
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa

Sinopsis
Cerpen berjudul Abdullah dan Anak Burung ini bercerita tentang seorang anak bernama Abdullah yang menemukan burung di atas pohon. Awalnya, ketika sedang bermain, ia mendengar suara cicit burung kecil. Abdullah penasaran, ia mencari sumber suara tersebut. Ternyata burung-burung itu berada di atas pohon. Abdullah mengambil seekor burung, tetapi burung yang diambilnya itu tidak berhenti bercicit. Sampai ia menunjukkan burung tersebut pada ayahnya, burung tersebut tetap tidak berhenti bercicit.
Abdullah berpikir pasti ayahnya akan senang dengan burung yang ditemukannya tersebut. Saat menunjukkan burung tersebut, Abdullah pun bertanya kenapa burung itu tidak berhenti bercicit dari sejak di atas pohon sampai kini. Ayahnya mengatakan burung itu tidak berhenti bercicit karena burung tersebut ingin berkumpul bersama dengan burung-burung yang lain yang masih ditinggalkan di atas pohon. Ayahnya juga mengatakan burung itu seperti manusia yang tidak mau dipisahkan dari saudara-saudaranya. Mendengar penjelasan dari ayahnya, Abdullah merasa telah bersalah pada burung-burung tadi. Ia pun melepas burung tersebut agar bisa kembali berkumpul dengan saudara-saudaranya.

Komentar
Cerpen berjudul Abdullah dan anak Burung ini mengajarkan pada kita bahwa kita hendaknya bisa berlaku adil sekalipun itu kepada seekor burung. Burung juga bisa mempunyai perasaan seperti manusia. Ia juga mempunyai hak untuk bisa berkumpul dengan keluarganya dan kawanannya. Sehingga ketika ia merasa dipisahkan dari komunitasnya, ia akan berontak.

Judul : Ma, Aku Ingin Ulang Tahun Sekali Saja
(Cerpen Kompas Anak Minngu, 23 Maret 2008)
Pengarang : Asri Suciati

Sinopsis
Reno yang baru bangun dari tidurnya berharap mamanya akan memberinya ucapan selamat karena hari ini adalah hari ulang tahunnya. Namun, mamanya tidak ada, ia pun kecewa. Sepulang sekolah Reno bermain ke rumah Rayhan, di sana ia melihat foto-foto Rayhan ketika kecil saat berulang tahun. Reno merasa iri karena orang tua Rayhan selalu ingat hari ulang tahun anaknya. Sedangkan ia sudah tidak punya ayah dan hari ini mamanya lupa pada ulang tahunnya.
Sampai di rumah Reno melihat mamanya sedang membuat kue pesanan. Reno pun bertanya pada mamanya kenapa mamanya tidak pernah mengingat hari ulang tahunnya. Mama Reno tiba-tiba saja sadar kalau hari ini anaknya ulang tahun. Reno mengutarakan satu permintaan pada mamanya, bahwa ia ingin berulang tahun sekali ini saja. Reno ingin mamanya membuatkan kue ulang tahun dengan lilin di atasnya dan mengajaknya bermain jalan-jalan ke taman bermain. Mama berkaca-kaca mendengar permintaan reno yang sangat sederhana itu. Mama berniat akan segera membuatkan kue untuk Reno dan Mamanya juga berjanji mulai hari ini akan mengingat hari ulang tahun Reno.


Komentar
Cerpen berjudul Aku Ingin Ulang Tahun ini menunjukkan bahwa sebenarnya seorang anak sangat membutuhkan kasih sayang orang tuanya. Hal ini mengajarkan kepada orang dewasa, agar bisa memberikan kasih sayang bagi anak-anaknya. Hanya dengan kasih sayanglah anak-anak bisa mendapatkan kebahagiaan. Harta yang melimpah dan kebutuhan yang cukup bagi seorang anak tidak akan berguna jika tanpa kasih sayang.

Judul : Anak Kecil dan Gajah
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa

Sinopsis
Cerpen anak ini bercerita tentang seorang anak kecil yang membawa apel ketika berkunjung ke kebun binatang. Anak tersebut memamerkan apel yang dibawanya pada gajah yang sedang dilihatnya. Ia berpura-pura akan memberi gajah tersebut apel. Anak itu mempermainkan gajah dengan apel yang dibawanya hingga gajah pun tidak peduli lagi atas apa yang dilakukan oleh anak kecil tersebut.
Ketidakpedulian gajah ternyata adalah siasat gajah untuk dapat mencari kesempatan pada saat anak tersebut lengah. Ketika anak tersebut tidak lagi memperhatikannya, gajah langsung mengambil topi yang dipakai anak tersebut dengan belalainya. Dipermainkannya topi tersebut sama seperti ketika anak tadi mempermainkannya. Anak itu menangis karena topi yang dipakainya diambil oleh gajah. Gajah tetap tidak mau mengembalikan topi pada anak tadi. Orang-orang di kebun binatang yang melihat peristiwa tersebut hanya bisa tertawa atas apa yang terjadi pada anak tadi.


Komentar
Cerpen berjudul Anak kecil dan gajah ini mempunyai nilai moral yang patut dijarkan pada anak-anak. Nilai moral yang dapat dimabil bahwa kita tidak boleh mempermainkan orang lain dan apapun, termasuk binatang. Sekalipun hanya seekor binatang seperti gajah tadi, tapi ia tetap punya insting bahwa ia tidak ingin dipermainkan oleh siapapun. Pada dasarnya pun kita tidak ingin dipermainkan oleh orang lai oleh karena itu kita juga tidak bisa mempermainkan orang lain begitu saja seenak hati kita.

Judul : Anak Kecil dan Lebah
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa


Sinopsis
Cerpen berjudul Anak Kecil dan Lebah ini bercerita tentang anak kecil yang bernama Wardah yang mengamati seekor lebah yang sedang terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Wardah yang baru pulang sekolah itu merasa tertarik atas aktivitas yang dilakukan lebah.
Wardah pun bertanya pada lebah, ia mengira lebah sedang bermain-main dari tadi dan tidak bekerja. Lebah pun menjelaskan bahwa dirinya tidak sedang bermain-main, ia sedang bekerja mengumpulkan makanan untuk musim kemarau dan mengumpulkan lilin untuk membuat rumah. Lebah kemudian ganti bertanya pada Wardah, apa yang dilakukan gadis kecil tersebut. Wardah pada awalnya ingin bermain-main tetapi mendengar jawaban lebah, Wardah hanya tersenyum dan meninggalkan lebah tersebut juga mengurungkan niatnya untuk bermain.





Komentar
Cerpen ini megajarkan pada kita akan pentingnya memanfaatkan waktui dengan sebaik-baiknya. Waktu yang kita miliki sangat berharga dan sayang kalau disia-siakan. Oleh karena itu, kita harus bisa menanamkan pada anak-anak bahwa sejak kecil harus terbiasa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Waktu yang ada tidak hanya untuk bermain-main saja tetapi harus digunakan untuk hal-hal yang berguna agar kelak tidak menyesal.

Judul : Bintang Kerinduan
(Cerpen Kompas Anak Minggu 27 April 2008)
Pengarang : Roswani

Sinopsis
Tia, seorang gadis kecil yang tinggal di sebuah desa bersahabat dengan Mawar. Mereka senang sekali melihat bintang jatuh. Sebenarnya Tia tidak begitu tertarik dengan hal yang berhubungan dengan perbintangan tetapi karena sering diajak Mawar melihat bintang, Tia pun tertarik. Menurut Mawar, jika melihat bintang jatuh dan membuat permintaan maka akan terkabul.
Suatu hari, ketika ada bintang jatuh Mawar berteriak kalau ia rindu pada ibunya. Beberapa hari setelahnya ada beritaa kalau ibu dan ayahnya sudah rujuk kembali dan Mawar harus tinggal bersama mereka di kota. Tia sedih karena ia harus kehilangan sahabatnya. Mawar berjanji kalau ia tidak akan melupakan Tia. Setelah sampai di kota Mawar akan mengirim surat untuk mengabarkan keadaannya.
Hampir seminggu Mawar tinggal di kota, tetapi belum ada surat untuk Tia yang dikirim oleh Mawar. Tia semakin tidak percaya dengan hal-hal tentang bintang dan permintaan karena ia merasa Mawar telah melupakannya. Suatu malam, Tia melihat bintang jatuh. Ia ingin mengutarakan kerinduannya pada Mawar, tetapi ia ragu. Hingga diteriakkannya bahwa ia rindu paada sahabatnya, Mawar. Sehari setelahnya datanglah sepucuk surat dari Mawar. Mawar meminta maaf pada Tia, karena baru bisa mengirim surat dikarenakan alamat rumah Tia hilang. Menerima surat dari Mawar sungguh senang hati Tia. Rindu pada Mawar telah disampaikan oleh bintang yang tadi malam dilihatnya. Akan tetapi, Tia tetap ingat kata-kata Mawar bahwa jadi kenyataan atau tidak semua tentang permintaan kita pada bintang jatuh hanyalah sebuah kebetulan.


Komentar
Kisah persahabatan yang biasa terjadi pada anak-anak. Mengajarkan pada kita dan pada anak-anak untuk bisa mengerti sahabat yang kita miliki. Teknik penceritaan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, memudahkan anak-anak mengerti isi cerita. Selain itu ada juga pesan yang tersirat, bahwa kita tidak harus mempercayai sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Sesungguhnya yang bisa menyebabkan sesuatu terjadi hanya Tuhan.


Judul : Buku Untuk Andi
Pengarang : Azimah Rahayu
Sumber : Majalah Ummi (Permata) April 2006
Sinopsis
Andi meminjam buku dari perpustakaan milik Kak Rina, belum mengambalikan buku yang dipinjamnya. Ia sekarang merasa kebingungan, karena kalau bertemu Kak Rina, ia merasa sungkan. Alasannya sederhana saja, ia sangat menggemari buku yang sedang ia baca yaitu buku yang berjudul “Menjelajah Dunia Bersama Jumbo” sehingga ia ingin juga memiliki buku tersebut. Suatu hari Kak Rina pun bertanya pada Andi tentang buku yang belum dikembalikannya tersebut. Andi malah berbohong pada Kak Rina, dengan mengatakan bahwa buku itu hilang. Kak Rina memaafkan kesalahan Andi yang telah ceroboh menghilangkan buku perpustakaannya.
Kak Rina mengadakan lomba menulis cerita yang pernah dibaca dari buku. Andi mengikuti perlombaan tersebut. Ia menulis tentang penjelajahan dunia yang dilakukan Jumbo pada buku Menjelajah Dunia Bersama Jumbo. Setelah diseleksi dan dinilai, Andilah yang mendapat juara pertama. Sebenarnya Kak Rina mau menghadiahkan buku Menjelajah Dunia Bersama Jumbo, tetapi karena buku tersebut hilang maka Kak Rina akan memberikan hadiah yang lain. Andi menyesal telah berbohong pada Kak Rina. Hari berikutnya Kak Rina datang ke rumah Andi untuk memebrinya hadiah. Pada saat itulah Andi jujur pada Kak Rina bahwa ia telah berbohong tentang buku Menjelajah Dunia Bersama Jumbo. Kak Rina sebenarnya sudah tahu kalau Andi berbohong. Ia pun memberikan buku tersebut pada Andi. Andi lega dan kini ia benar-benar mendapatkan buku yang diinginkannya.

Komentar
Cerpen ini mengandung suatu nilai moral yang bagus untuk diterapkan dalam kehidupan dan untuk dibiasakan pada anak-anak. Cerpen ini menunjukkan pada kita dan anak-anak bahwa kebohongan akan selalu terbongkar dan tidak ada gunanya karena kebohongan hanya akan merugikan kita.

Judul : Bunda Syuhada
Pengarang : Erni Setyowati
Sumber : Majalah Ummi (Permata) November 2005

Sinopsis
Syuhada sudah beberapa hari ini uring-uringan. Ia risau dengan keadaan bundanya yang cacat sehingga mengharuskannya memakai kruk kemana-mana. Besok adalah ahri pengambilan raport dan ayahnya tidak bisa mengambil raportnya seperti biasa karena sedang banyak pekerjaan di luar kota. Bundalah yang akan mengambil raportnya besok. Ia malu jika teman-temannya tahu bahwa bunda yang selama ini dibanggakan, cacat kakinya. Huda memang selalu membanggakan bundanya di depan teman-teman karena bunda pintar memasak. Teman-teman juga suka makan masakan bunda.
Esok paginya, Huda ogah-ogahan ketika bersama Bundanya datang ke sekolah. Hada berpikir, teman-temannya akan mengejek bunda yang ternyata cacat. Akan tetapi, sampai di sekolah ternyata teman-teman Hada menyambut bunda dengan antusias. Mereka juga berebut minta makanan yang dibawa bunda dari rumah khusus untuk mereka. Melihat itu, Huda pun lega dan senang. Ia langsung memeluk bunda dan tidak akan malu lagi dengan keadaan bundanya.



Komentar
Cerpen yang penuh nilai moral dan patut untuk dibaca anak-anak. Melatih kepekaan perasaan anak. Cerpen ini mengandung sebuah pelajaran bahwa kita sebagai anak hendaknya tidak malu atas apa yang terjadi pada orang tua kita. Bagaimanapun keadaan orang tua kita, mereka tetaplah orang tua yang menyayangi kita. Oleh karena itu, kita juga harus menyayangi mereka dan tidak menyakiti hati mereka.

Judul : Burung Beo
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa
Sinopsis
Cerpen berjudul Burung Beo ini menceritakan tentang seekor burung beo yang pintar menirukan suara binatang-binatang lain dan menirukan suara manusia. Burung Beo itu sering menirukan suara ayam, hingga kadang anak ayam kebingungan mencari suara tersebut. Padahal suara itu adalah suara beo yang meniru suara ayam. Ketika pemilik burung beo tersebut pulang bekerja, burung itu juga selalu menyambutnya dengan suara manusia yang meminta majikannya untuk membawanya pulang.
Hal itu dilakukan setiap hari oleh sang beo dan seperti sudah menjadi rutinitasnya. Akan tetapi, tiba-tiba saja suara beo hilang. Pak Nasrul sang pemilik burung beo kebingungan mencari Beo yang tiba-tiba saja menghilang. Pak Nasrul pasrah dan yakin kalau burung beo itu hilang. Suatu hari ada sebuah kabar bahwa ada seorang tukang sol sepatu yang memiliki burung beo tetapi burung beo tersebut tidak mau bertemu dengan siapa-siapa. Jadi tidak ada orang yang bisa melihat burung beo yang pintar bersuara itu. Pak Nasrul langsung menemui tukang sol sepatu, ia memaksa untuk melihat burung beo yang dimilki oleh tukang itu. Akan tetapi, tukang itu menolak dan berkata bahwa burung beonya tidak mau bertemu dengan orang lain. Akhirnya diketahuilah kalau burung beo yang berada di rumah tukang sol sepatu adalah burung beo milik Pak Nasrul. Hal itu dikaetahui karena saat burung beo mendengar suara Pak Nasrul, ia bersuara untuk menyambut Pak Nasrul.
Komentar
Cerpen ini mengajarkan pada kita tentang kesetiaan. Burung Beo yang setia pada Pak Nasrul membuat ada semacam ikatan batin antara keduanya. Walaupun beo itu sudah berada di tangan orang lain, akan tetapi Pak Nasrul bisa menemukan beo itu dan beo juga tetap mengenali suara majikannya walaupun sudah dipisahkan.

Judul : Cermin Pertemanan
( Cerpen Kompas Anak Minggu, )
Pengarang : Erna Lesty Ramadhani

Sinopsis
Leni seorang gadis kecil yang mempunyai kebiasaan buruk hingga ia dijuluki teman-temannya Leni judes, pelit, jahat dan jarang yang mau berteman dengannya. Hal itu terjadi karena ia tidak akan meminjamkan mainannya jika teman-temannya datang ke rumahnya. Leni juga tidak akan segan-segan memarahi bahkan mengusir temannya yang secara tidak sengaja merusakkan mainan miliknya.
Suatu hari Leni bercermin, di sana ia menemukan sosok yang sangat dibenci temannya yaitu bayangannya sendiri. Namun, bayangan tersebut dapat berkomunikasi dengannya, bayangannya itu bernama Inel. Leni diajak ke dalam cermin oleh Inel. Leni dibiarkannya memegang mainan milik Inel bahkan ketika Leni merusakkan sebuah miniatur lokomotif, Inel tidak memarahinya bahkan malah mengkhawatirkan keadaan Leni. Sikap yang dimiliki Inel sangat berbeda dengan Leni. Hal ini menjadi sebuah pelajaran bagi Leni bahwa bayangannya yang memiliki wajah peris dengannya sangat menawan ketika memiliki sifat yang baik kepada orang lain. Setelah bertemu dengan Inel, Leni bertekad untuk mengubah sikap buruknya selama ini.



Komentar
Cerpen yang tergolong bagus dengan pesan yang tersirat. Membuat anak berpikir atas isi ceritanya, sehingga dapat melatih anak untuk berpikir kritis. Pesan yang ingin disampaikan juga cukup bagus, mengajarkan pada anak-anak untuk bersikap yang sebagaimana mestinya dan pengaruhnya jika bersikap yang agak “menyimpang”.

Judul : Di manakah Lusi?
Pengarang : Nita Puspita
Sumber : Majalah Ummi (Permata) Juni 2005

Sinopsis
Siang itu Heni kesal, Lusi boneka kesayangannya tidak ada. Ia sudah mencari di kamar dan di seluruh sudut rumah tetapi tetap tidak ada. Ibunya juga tidak tahu di mana Lusi berada. Ia pun mencoba mengingat-ingat di mana ia meletakkan Lusi. Heni pun menanyakan pada teman-temannya yang sedang bermain di rumah Gita. Akan tetapi, mereka juga tidak tahu, setahu mereka kemarin sore saat Heni bermain, Lusi masih bersamanya.
Heni kembali mengingat-ingat kejadian sebelum ia berpisah dengan Lusi. Ia pun tersadar kalau Lusi ditaruhnya di dalam tas ayah. Kemarin ketika ayah pulang, ia pun langsung ikut ayahnya pergi membeli martabak di pasar. Lusi yang saat itu bersamanya, di masukkan ke dalam tas ayahnya. Seketika itu juga ayahnya datang membawa Lusi. Heni sangat senang karena Lusi kembali ke tangannya. Ia pun berjanji akan lebih hati-hati dan tidak akan ceroboh lagi.



Komentar
Cerpen berjudul Di manakah Lusi sebenarnya hanya sebuah cerpen anak yang sederhana hanya berkisah tentang seorang anak yang bernama Heni. Ia kehilangan bonekanya karena ia lupa meletakkannya. Cerita sederhana tetapi mengandung suatu nilai moral yang bisa menjadi panutan bagi anak-anak. Cerpen ini mengajarkan untuk tidak ceroboh dan lebih hati-hati meletakkan barang miliknya. Ketika hal ini bisa diterapkan pada diri anak-anak, ini bisa menjadi suatu kebiasaan yang baik karena akan berguna sampai nanti ia besar.

Judul : Domba yang Cerdik
( Kumpulan Dongeng )
Pengarang : Johnny Prasetiyo
Penerbit : Pustaka Ola

Sinopsis
Pak Rangda seorang peternak domba mempunyai dua puluh lima ekor domba. Diantara domba-domba itu ada domba yang berbeda denga yang lain. Badannya besar, bulunya putih dan bersih, ia juga sangat baik hati. Domba itu bernama Bongsor. Ia dibenci oleh teman-temannya karena kelebihan yang dimilikinya sehingga berbeda dengan domba-domba yang lain. Suatu hari domba-domba yang lain mempunyai rencana jahat untuk Bongsor. Rencana itu diusulkan oleh Prengil, domba palin kecil yang berumur paling tua.
Mereka pun melaksanakan niat mereka itu, Bongsor didorongnya ke dalam lubang di belakang gudang. Bongsor terbanting ke dalam lubang, seluruh badannya sakit. Jahatnya lagi, domba-domba itu berniat mengubur Bongsor hidup-hidup. Mengetahui hal tersebut, Bongsor menggunakan akalnya. Ketika mereka memasukkan tanah ke lubang, Bongsor melompat dan berdiri di atas tanah tersebut, terus hingga tanah itu tinggi. Ia pun bisa keluar dari lubang itu dengan mudah. Teman-temannya terkejut, mereka takut dan merasa bersalah. Mereka pun meminta maaf kepada Bongsor karena telah berbuat jahat padanya. Mereka juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatan mereka itu.
Komentar
Cerpen yang cukup bagus dan cocok untuk dibaca anak-anak. Alur yang mengalir dengan mudah, membuat ceritanya mudah untuk diikuti. Ide cerita yang sederhana tetapi mengandung muatan moral. Mengajarkan pada anak-anak bahwa perbuatan jahat pasti akan kalah dengan kebaikan, pesan yang tersirat tetapi mudah untk diketahui dan dimengerti oleh anak-anak. Kecerdikan Bongsor juga dapat ditiru, yaitu ketika kita mengalami kesulitan hendaknya kita berpikir untuk mengatasi kesulitan tersebut karena dengan kesungguhan maka kesulitan tersebut pasti bisa diatasi.

Judul : Dua Sahabat
(Cerpen Kompas Anak Minggu, 10 Februari 2008)
Pengarang : Naomi S


Sinopsis
Seekor ulat yang baru saja menetas dari telurnya tidak tahu siapa dirinya dan apa makanan yang harus dimakannya. Bertemulah ia dengan seekor laba-laba betina bernama Bu Laba. Ia pun diberi nama Ulil oleh Bu Laba, ia juga diberi tahu kalau makanan yang bisa dimakannya adalah daun-daunan. Suatu ketika Ulil dimarahi oleh belalang hijau bernama Bino Belalang karena Ulil makan daun di pohon yang sudah dikuasainya. Ulil pergi meninggalkan pohon itu dan mencari pohon baru untuk dimakan daunnya.
Ulil menemukan sebuah pohon, di sana tinggallah seekor semut bernama Tuti Semut. Atas izin Tuti Semut, Ulil dapat makan daun di pohon itu. Uli dan Tuti Semut bersahabat dan saling membantu. Suatu hari Tuti menemukan Ulil terbaring diam, Tuti mengira Ulil mati. Akan tetapi, menurut penjelasan Bu Laba, Ulil sedang bertapa karena Ulil sedang menjadi kepompong. Setelah bertapa selama dua minggu Ulil berubah menajdi seekor kupu-kupu. Ulil pun berterima kasih pada Tuti karena selama ini telah bersahabat dengannya dan membantunya. Ulil berpamitan pada Ulil karena ia harus membantu penyerbukan bunga-bunga, namun Ulil berjanji akan sering mengunjungi Tuti.

Komentar
Cerpen yang berkisah tentang persahabatan ini cukup bagus. Memberikan gambaran pada kita dan anak-anak bahwa di dalam suatu persahabatan hendaknya ada semacam timbal balik dan hubungan yang saling menguntungkan sehingga tidak ada pihak yang merasa lebih beruntung dan pihak yang merasa dirugikan. Selain itu cerpen ini juga mengajarkan bahwa sikap baik juga pasti akan dibalas dengan kebaikan.

Judul : Emas di Kaki Pelangi ( Kumpulan Dongeng )
Pengarang : Saskia Prisandhini
Penerbit : Pustaka Ola

Sinopsis
Sita, seorang gadis cantik. Ia menjadi juru masak di istana, dulu ia mempunyai seorang nenek yang sangat menyayanginya.. Namun, kini neneknya telah meninggal. Suatu hari, kerajaan mengadakan sayembara untuk mencari istri bagi pangeran. Gadis yang berhak adalah yang terkaya dan dari kalangan bangsawan. Padahal sebenarnya pangeran ingin menikah dengan Sita. Pengeran pun menyatakan perasaannya pada Sita, bahwa ia mencintai Sita. Ternyata Sita juga mencintai Pangeran. Akan tetapi, mereka sadar dengan keadaan Sita sekarang, mereka tidak mungkin bisa menikah.
Sita teringat pada cerita neneknya, kalau ia bisa menunggu hujan berhenti dan naik ke atas bukit kemudian menemukan ujung dari pelangi yang tersembunyi, maka ia akan menemukan emas di tempat tersebut. Mendengar cerita Sita, Pangeran pun menyuruh Sita melakukan hal tersebut agar Sita dapat mengalahkan gadis-gadis lain dan memenangkan sayembara. Akhirnya Sita dan Pangeran mecari ujung pelangi itu bersama-sama. Mereka berusaha, dengan melalui berbagai rintangan. Hingga akhirnya saat Sita sudah penuh luka dan bajunya sudah compang-camping, ia menemukan kaki pelangi. Ia juga menemukan mahkota emas dan didapatkannya juga kereta kencana emas. Gaunnya juga berubah menjadi sangat indah. Akhirnya Sita berhasil memenangkan sayembara itu dan menikah dengan pangeran.


Komentar
Cerpen yang berupa dongeng yang sebenarnya tidak mungkin terjadi di kehidupan nyata ini cukup menarik untuk dibaca. Cerpen ini dapat menjadi hiburan bagi anak-anak. Cerita yang penuh khayalan ini, dapat membangkitkan kemampuan imajinasi anak. Hanya saja di sana dibumbui cerita percintaan yang kurang tepat untuk disajikan pada dunia anak. Walaupun begitu, secara tersirat cerpen ini mengandung pesan yang dapat disampaikan pada anak-anak melalui suatu pengarahan bahwa jika kita berusaha untuk mendapatkan sesuatu dengan sebuah usaha dan doa yang sungguh-sungguh pasti kita akan mendapatkan kemudahan dalam menggapai keinginan itu.

Judul : Hadiah Si Kakek
Pengarang : Lilies Pandji
Sumber : Majalah Ummi (Permata) Juni-Juli 2005

Sinopsis
Tiga orang kakak beradik, Eko, Dwi, dan Tri sedang mencangkul di sawah. Ipat adik mereka, datang membawa makanan. Mereka pun senang karena sudah sangat lapar dan sekarang makanan sudah terhidang di depan mata. Tiba-tiba datanglah seorang kakek yang meminta minum. Tri memberinya minum dan mempersilahkannya makan. Dwi dan Eko tidak setuju dengan Tri, mereka tiak mau jatah makan mereka berkurang.
Selesai makan, sang kakek berterima kasih pada mereka dan memberi mereka biji mangga. Dwi dan Eko yang kesal dengan kedatangan kakek tadi membuang biji mangga tersebut mereka kecewa ternyata sang kakek hanya memberi mereka biji mangga. Namun, Tri yang kemudian mengambil biji-biji mangga itu. Ia juga mengatakan apapun bentuk pemberian seseorang pada kita, harus bisa kita hargai. Sampai di rumah, Tri menanam biji mangga tadi.
Beberapa tahun kemudian, biji itu telah berubah menjadi buah mangga. Biji yang dulu ditanam oleh Tri, kini telah menjadi pohon mangga yang besar dan telah berbuah banyak. Tri memberi Eko, Dwi, dan Ipat mangga hasil panennya. Mereka terkejut ketika tahu ternyata biji tersebut telah berubah menjadi mangga yang sangat manis. Tri, pun berkata lagi kepada saudara-saudaranya bahwa sekalipun awalnya hanya biji mangga, tetapi bisa mengahsilkan sesuatu yang berguna.




Komentar
Cerpen ini memeberi pelajaran pada kita untuk membantu orang yang sedang membutuhkan sebisa kita. Kebaikan yang telah kita lakukan pasti akan dibalas oleh Tuhan melalui orang lain. Selain itu kita juga harus bisa menghargai pemberian orang lain, apapun bentuk pemberian itu karena sesungguhnya orang lain memberi sesuatu pada kita sudah dengan pertimbangan manfaatnya bagi kita. Seperti dalam cerita tadi, walaupun hanya sebuah biji mangga tetapi bisa menjadi pohon mangga yang berbuah mangga yang manis.

Judul : Kakek Peniup Seruling ( Kumpulan Dongeng )
Pengarang : Yoga Triana
Penerbit : Pustaka Ola
Sinopsis
Putri Cantika suka sekali pada burung. Ia selalu menyuruh prajurit istana untuk berburu burung. Ia senang memandangi burung-burung hasil tangkapan yang diletakkan di dalam sangkar. Suatu hari, Putri ikut berburu bersama raja dan para prajurit. Saat istirahat, mereak mendengar suara seruling. Ketika dicari, ternyata berasal dari seorang kakek yang sedang bersedih di depannya ada dua ekor burung. Putri Cantika bertanya, kenapa kakek tersebut bersedih. Kakek bercerita kalau ia kehilangan keluarganya. Biasanya kalau ia meniup seruling banyak burung yang datang menemaninya, tetapi kini hanya dua ekor burung yang datang.
Putri Cantika menjadi tahu kalau kebiasaannya menangkap dan memelihara burung, membuat kakek kehilangan teman-temannya. Kakek juga bilang kalau kebiasaan putri mengurung burung-burung itu, sama saja menyiksanya. Putri akhirnya melepas burung-burung yang sudah lama dipelihara di sangkar istana. Kakek pun dibawa ke istana dan tinggal di sana. Setiap pagi ia mendapat tugas untuk meniup seruling agar burung-buurng datang ke istana sehingga Putri tetap dapat melihat burung setiap pagi tanpa harus mengurungnya dalam sangkar. Ketika kakek meninggal, seruling yang biasa memanggil burung-burung diwariskan kepada Putri Cantika.
Komentar
Cerpen ini cukup menarik untuk dibaca anak-anak. Cerita yang menghibur ini, mudah dipahami karena bahasanya yang sederhana dan alur yang mudah juga untuk diikuti. Cerita ini juga mengandung pesan yang mendidik juga, bahwa anak-anak pada khususnya dan kita pada umumnya dapat menyayangi binatang. Kita juga harus bisa memenuhi hak-hak binatang tersebut. Kita boleh menyenangi binatang-binatang itu, akan tetapi kita juga harus tetap memperhatikan mereka juga karena mereka juga termasuk makhluk Tuhan seperti kita.

Judul : Kantor Bapak
Pengarang : Taufan E. Prast
Sumber : Majalah Ummi (Permata) September 2006
Sinopsis
Rio, Ria, dan Dodi bercerita tentang kantor ayah mereka masing-masing. Rio bercerita kalau kantor ayahnya tinggi dan besar. Ria tidak mau kalah, ia juga cerita kalau kantor papanya juga sangat besar dan tinggi. Giliran Dodi untuk bercerita, namun ia tidak bisa menceritakan bagaimana kantor bapaknya. Ia tidak tahu bapaknya bekerja sebagai apa, sehingga ia juga tidak tahu bagaimana kantornya. Namun, Dodi berjanji kalau besok ia menceritakan kantor bapaknya pada Rio dan Ria.
Sampai di rumah, Dodi bertanya pada ibunya apa pekerjaan bapaknya dan bagaimana kantornya. Berdasarkan penjelasan dari ibunya, Dodi tahu kalau bapaknya bekerja sebagai tukang ojek jadi bapak tidak punya kantor. Ia kecewa dengan kenyataan itu, karena ia jadi tidak bisa cerita ke Rio dan Ria bagaimana kantor bapaknya. Dodi marah dan tidak mau diajak bicara oleh bapak dan ibunya. Mengetahui hal tersebut bapak dan ibu memberi penjelasan bahwa pekerjaan sebagai tukang ojek itu tidak salah, karena itu adalah pekerjaan yang halal. Bahkan kantor bapaknya menjadi sangat luas dan banyak karena bapak bisa berkantor-kantor di mana-mana.
Dodi akhirnya bisa menerima penjelasan orang tuanya. Ia juga tidak akan malu mempunyai bapak seorang tukang ojek. Besok akan diceritakannya pada Rio dan Ria bahwa kantor bapaknya sangat luas dan banyak. Dodi juga berjanji akan membahagiakan kedua orang tuanya.
Komentar
Cerpen ini mengandung suatu pelajaran bahwa kita hendaknya bisa menerima apa pekerjaan orang tua kita selama itu adalah pekerjaan halal. Apapun pekerjaan orang tua kita, semua itu baik dan dilakukan demi kita juga. Jadi kita sebagai anak harus bisa menerimanya. Kita tidak perlu malu dengan pekerjaan orang tua kita selama itu halal, karena selain itu tidak baik, hal itu juga bisa menyakiti hati orang tua kita.

Judul : Kaus Kaki Kesi
( Cerpen Kompas Anak Minggu, 2 Maret 2008)
Pengarang : Novi Arminingsih

Sinopsis
Disa seorang gadis kecil, ingin memberikan sebuah hadiah untuk sahabatnya, Kesi yang merupakan tetangganya sendiri dan akan pindah rumah. Disa berencana memberi Kesi sepasang kaus kaki yang sama dengan miliknya dengan harapan kalau Kesi memakai kaus kaki tersebut, Kesi akan teringat padanya. Disa bersama ibunya membeli kaus kaki di sebuh toko. Namun, tidak ada kaus kaki dengan model dan warna yang sama. Akhirnya dengan sedih Disa membeli dua pasang kaus kaki dengan warna yang berbeda.
Disa bingung dan sedih karena rencananya gagal. Tiba-tiba datanglah Panji sepupunya, ia bercerita bahwa ia akan memberi Kesi pensil warna. Melihat kesedihan dan kemurungan sepupunya, Panji berinisiatif untuk menyatukan dua pasang kaus kaki beda warna tersebut menjadi berwarna sama. Atas bantuan ibu Disa, kaus kaki itu dijahit dan dipadukan sedemikian rupa sehingga menjadi kaus kaki dengan model baru dan warna baru. Disa senang dengan ide Panji dan bantuan ibunya. Ketika Kesi dan keluarganya pamitan pada Disa, ia memberikan kaus kaki itu. Kesi sangat senang dengan warna dan model kaus kaki yang diberikan oleh Disa.

Komentar
Cerpen ini sangat bagus dan baik untuk di baca anak-anak selain bahasa yang mudah dipahami, cerpen ini juga mengandung muatan yang bagus untuk ditiru oleh anak-anak. Cerita tentang persabahabatan dan pengorbanan yang tulus demi sahabat yang disayanginya mengajarkan pada anak-anak bahwa hendaknya kita menyayangi orang-orang disekeliling kita.

Judul : Kera Putih Danau Zhang Do
(Cerpen Kompas Anak Minggu 30 Maret 2008)
Pengarang : Aryanto


Sinopsis
Di sebuah negeri tirai bambu berdirilah Dinasti Chi, kaisarnya bernama kaisar Chi yang mempunyai seorang anak perempuan bernama Putri Chi Shein. Putri Chi sangat terkenal karena parasnya yang sangat cantik dan kepiawaiannya memainkan alat musik. Sayang sikapnya tidak secantik parasnya, ia selalu menolak lamaran pangeran dari berbagi kerajaan dengan alasan yang pedas.
Suatu hari ada seorang pangeran Mongolia yang terkenal sakti tapi buruk rupa melamar Putri Chi. Melihat Putri Chi berbalut gaun yang bagus, pengeran tersebut sangat kagum pada kecantikan Putri Chi. Diutrakannya maksud untuk melamar Putri Chi. Mengetahui maksud dari Pangeran tersebut, Putri Chi berkata padanya bahwa sebelum meminang seorang gadis hendaknya pangeran tersebut bercermin terlebih dahulu. Mendengar semua itu, pangeran marah dan tidak menyangka kalau hati Putri Chi sangatlah busuk. Ia menyumpahi Putri Chi sebagai balasan atas kata-katanya tadi.
Keesokan harinya, saat Putri bercermin, ia dirinya telah berubah menjadi seekor kera putih. Ia bersedih atas apa yang terjadi padanya kini. Berbagai ramuan telah dibuat untuk mengembalikan wujud asli Puri Chi, tetapi tetap tidak berhasil. Putri sangat malu dengan wujudnya yang sekarang, ia pun lari ke hutan untuk bermeditasi. Meditasi Putri Chi selama tahun menggugah hati Dewi Chae Ling, dewi kayangan yang sangat cantik sejagat raya dan hatinya sebening embun.
Dewi Chae Li menyuruh Putri Chi untuk berendam di danau Zhang Do setiap pagi selama tujuh hari, tidak kurang dan tidak lebih. Dewi Chae Li juga berpesan agar Putri Chi mengubah sifat buruknya agar kutukan itu hilang. Putri bersedia melakukan perintah Dewi Chae dan berjanji akan mengubah sifatnya. Setelah tujuh hari berendam, Putri Chi kembali ke wujud aslinya, namun ia belum puas. Ia mengira Dewi Chae menuyurhnya berendam tidak lebih dari tujuh hari agar kecantikan Dewi Chae tidak terkalahkan olehnya. Putri Chi pun tetap berendam di hari berikutnya dengan harapan akan menjadi lebih cantik dari dewi Chae. Namun, ternyata ia malah berubah kembali menjadi kera putih. Putri Chi pun harus menjalani hidupnya sebagai kera putih selama-lamanya.




Komentar
Cerpen berjudul Kera Putih ini mudah untuk dibaca dan dipahami isinya oleh anak-anak. Bahasanya yang mudah dan mengalir membuat cerita yang cukup panjang ini tidak berat tetapi mudah dan menarik untuk dibaca. Pesan yang terkandung di dalamnya juga baik untuk diajarkan bahwa kita sebagai seorang manusia hendaknya tidak sombong atas apa yang diberikan Tuhan kepada kita. Kesombongan dan kecongkaan hanya akan berbuah azab dan musibah yang membuat kita sengsara. Sebagai manusia juhga hendaknya bisa menempatkan diri, artinya tidak selalu meminta lebih atas apa yang telah kita dapatkan karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.

Judul : Kisah Pisang Dewa ( Kumpulan Dongeng )
Pengarang : E. Wahyu Nugroho
Penerbit : Pustaka Ola

Sinopsis
Dahulu kala, hiduplah seorang raja bernama Raja Gadangaji. Ia suka sekali menyantap buah-buahan terutama buah pisang dewa. Ia mempunyai kebun buah yang luas dengan beraneka macam buah. Pisang dewa adalah pisang yang paling lezat, konon itu merupakan hidangan para dewa. Pisang itu dihadiahkan kepada Raja Gadangaji oleh para dewa karena ia berhasil mengalahkan raksasa jahat yang mengamuk.
Raja yang sering sekali makan pisang dewa, pada suatu hari berjanji bahwa ia akan membalas kebaikannya karena telah menjadi santapan lezatnya setiap pagi. Ternyata pisang dewa mendengar janji tersebut, ia pun meminta pada raja kalau ia ingin mempunyai sepasang kaki agar bisa berjalan-jalan. Raja yang sudah terlanjur berjanji menyanggupi permintaan pisang dewa. Ia memohon pada dewa untuk memberi pisang dewa sepasang kaki. Akan tetapi, dengan syarat hanya boleh digunakan untuk jalan-jalan di area kebun istana. Suatu hari, pisang dewa mengingkari perjanjian dengan raja. Ia jalan-jalan keluar istana.
Pisang dewa bertemu dengan pengembara miskin, mereka ingin memetik buah pisang yang berjalan-jalan itu. Akan tetapi, pisang dewa menolak dengan mengatakan bahwa ia adalah pisang khusus untuk dewa dan raja. Para pedagang yang melihatnya juga ingin memetik, tetpai ditolaknya. Mereka pun kesal pada tingkah pisang dewa, mereka melemparinya dengan kerikil. Untunglah pengawal istana menyelamatkannya dan membawanya kembali ke istana. Raja Gadangaji terkejut ketika ia kembali akan makan pisang dewa, di dalamnya banyak sekali biji. Ternyata kerikil-kerikil tadi menembus badannya dan berubah menjadi biji. Raja marah dan mengusir pisang dewa, serta mengutuknya agar tidak mempunyai kaki lagi. Sejak saat itu penduduk mengubah nama pisang dewa menjadi pisang batu atau pisang biji.

Komentar
Cerpen ini penuh dengan khayalan. Sebuah kisah yang tidak mungkin ada di dunia nyata. Akan tetapi, tetap cocok dan bagus untuk dibaca oleh anak-anak. Cerpen ini mengandung muatan pendidikan yang tersirat. Jika dicermati, amanat yang ingin disampaikan oleh pengarang sangatlah mendidik. Pesan yang ingin disampaikan kurang lebih adalah kita hendaknya patuh pada perintah yang sudah ditetapkan pada kita. Setiap perintah itu pasti sudah diperhitungkan baik buruknya sehingga ketika kita melanggarnya kita hanya akan mendapat kerugian. ssNilai lain yang bisa diambil adalah kita hendaknya tidak sombong atas apa yang dilebihkan Tuhan kepada kita karena semua itu tidak patut untuk disombongkan. Akan tetapi, malah lebih baik digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.




Judul : Kisah Si Raja Tega ( Kumpulan Dongeng )
Pengarang : Yudi Suharso
Penerbit : Pustaka Ola

Sinopsis
Zaman dahulu hiduplah seorang raja bernama Raja Corradi, di kerajaan Coverciano. Ia mempunyai sifat yang tidak berprikemanusiaan, sehingga dijuluki si Raja Tega. Ia sangat sewenang-wenang terhadap rakyatnya sehingga rakyatnya sangat membencinya. Suatu hari Raja berburu bersama anak buahnya di hutan . Saat tengah berburu, tiba-tiba saja di sana terjadi suatu kejadian aneh. Petir tiba-tiba menyambar, dan seluruh pasukan raja bercerai berai karena takut. Bahkan kudanya juga ikut melarikan diri meninggalkan Raja Corradi.
Raja tampak bingung ditinggal anak buahnya, sialnya lagi ia digigit ular berbisa. Dengan menahan sakit, sampailah ia di Desa Rimini. Ia berharap warga desa akan membantunya. Namun, warga desa yang membencinya tidak mau membantu. Raja pun marah dan akan memenggal seluruh warga kalau ia sembuh nanti. Ketika raja pingsan, datanglah sesepuh yang menolong Raja Corradi hingga sembuh. Saat Raja sadar, ia tahu sesepuh itu yang menolongnya. Ia menjanjikan hadiah yang besar bagi sesepuh itu. Sesepuh yang baik hati itu menolak dan memohon agar raja tidak menghukum warga desa akibat perbuatan mereka terhadap raja tadi. Raja pun sadar dan tidak jadi menghukum warga Desa Rumini. Sejak saat itu, ia juga menjadi baik hati. Ia tidak lagi sewenang-wenang dengan rakyatnya. Ia pun mulai mendekatkan diri dengan rakyatnya. Akhirnya julukan Raja Tega tidak lagi terdengar sampai akhir hayatnya.
Komentar
Cerpen ini cukup mendidik, muatan moral yang tersirat di dalamnya cukup bagus untuk perkembangan mental anak-anak. Pesan yang tersirat ingin disampaikan pengarang bahwa seseorang yang sewenang-wenang dan tamak tidak akan disenangi oleh orang lain. Ketamakan dan tindakan yang sewenang-wenang itu juga akan merugikan diri sendiri karena membuat orang tidak akan peduli pada kita karena sikap jelek kita tersebut.

Judul : Kolam Teratai untuk Bunda ( Cerita Anak Pintar )
Pengarang : Renny Yaniar

Sinopsis
Tira dan Tari adalah dua anak perempuan kembar. Mereka mempunyai bunda yang senang menulis cerita anak-anak dan sangat sayang pada mereka. Hampair setiap hari, Bunda selalu menyempatkan diri untuk menulis cerita anak. Mereka juga senang membaca cerita Bundanya. Mereka juga sering meminjam buku di perpustakaan sekolah untuk Bunda mereka agar Bunda menjadi lebih mahir menulis cerita anak. Ruang kerja Bunda menghadap ke halaman luar, tetapi pemnadangan di sana kurang indah. Hanya tanaman yang kurang terawat. Melihat itu, Tira dan Tari ingin membuatkan Bunda kolam teratai di sana agar ketika penat menulis, bunda bisa memandang kolam teratai dari ruang kerjanya.
Suatu hari Ayah dan Bunda mengajak mereka makan di restoran Cina. Ini bukan kebiasaan mereka, ternyata itu sebagai hari perpisahan. Bunda mau pergi ke Bandung untuk mengikuti pelatihan menulis selama satu minggu. Tira dan Tari sedih harus berpisah dengan Bunda untuk sementara. Akan tetapi, tiba-tiba ide membuat kolam menjadi lebih mudah untuk dilaksanakan. Saat Bunda pergi, ayah mengundang tukang bangunan untuk membuat kolam teratai sesuai keinginan Tari dan Tira. Seminggu kemudian, saat Bunda pulang, ia melihat kolam teratai baru yang indah di rumahnya. Bunda sangat senang dan terharu karena kolam tersebut dibuat khusus untuknya atas ide dari Tira dan Tari.
Komentar
Cerpen ini mengandung suatu pelajaran bahwa anak-anak hendaknya menyayangi orang tua mereka seperti yang dilakukan oleh Tari dan Tira. Bentuk kasih sayangnya tidak harus seperti apa yang dilakukan Tira dan Tari, tetapi dengan cara kita masing-masing sesuai dengan kebutuhan orang tua kita asalkan mereka senang. Pengarang menggunakan perumpaan sebuah cerita yang bagus untuk menyampaikan pesan moralnya. Cerpen ini juga menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak sehingga mereka bisa mengerti apa isi ceritanya dengan mudah juga.

Judul : Lulu Ingin Berpetualang
Pengarang : Zirlyfera Jamil
Sumber : Majalah Ummi (Permata) Juli-Agustus 2003

Sinopsis
Lulu, seekor kucing berbulu cokelat sangat senag bermain-main dan meloncat-loncat kesana kemari. Berbeda dengan ketiga saudaranya, Zozo dan Mumu yang lebih senang pergi ke halaman. Sedangkan Mimi, lebih sering mempercantik diri. Lulu bosan bermain sendiri di halaman. Ia ingin berpetualang seperti Zozo dan Mumu. Namun, ibunya tidak mengijinkannya karena Lulu belum cukup besar dan cakarnya belum kuat untuk perlindungan diri.
Ketika ibunya tidur, Lulu melarikan diri dan mencoba berpetualang menyusuri tempat-tempat yang pernah diceritakan Mumu dan Zozo. Ia bertemu dengan Bleki, si anjing besar dan galak serta rombongan angsa yang tiba-tiba saja akan menyerangnya. Lulu sangat takut, ia ingin saat itu juga dapat kembali ke pangkuan ibunya. Akan tetapi, jalan keluar untuk pulang malah dihadang oleh Bleki sehingga ia tidak bisa pulang. Di tengah ketakutannya, datanglah Nina, seorang gadis kecil yang selama ini memelihara keluarganya. Nina mengira Lulu tersesat, ia membawa Lulu dengan sepedanya kembali ke rumah. Lulu senang akhirnya ia bisa terlepas dari bahaya binatang-binatang tadi. Sampai di rumah, ternyata ibu sudah menanti Lulu, ia khawatir karena saat bangun Lulu sudah tidak ada di sampingnya. Lulu yang saat itu kelelahan langsung tertidur dengan pulas. Ia pun sudah berpetualang.



Komentar
Cerita tentang petualangan binatang ini, membuat kita mengenal lebih jauh dunia binatang. Melatih kita untuk mencoba mengerti dan menyayangi mereka. Dari segi muatan yang terkandung di dalmnya juga bisa kita jadikan acuan untuk melatih anak-anak agar tidak melanggar apa yang sudah dikatakan oleh orang tua kita. Seperti Lulu tadi, ia melanggar perintah ibunya untuk tidak berpetualang karena belum cukup umur, tetapi ia nekad melakukannya hingga saat ada bahaya datang, ia tidak bisa membela dirinya. Hal itu menunjukkan bahwa orang tua melarang kita melakukan sesuatu pasti ada alasannya dan kita harus mematuhi perintah orang tua kita karena itu pasti demi kebaikan kita juga.

Judul : Melepas Burung
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa

Sinopsis
Cerpen ini bercerita tentang orang asing yang melepaskan burung-burung dari sarangnya. Orang asing yang tidak diketahui asalnya berjalan-jalan di pasar. Ia melihat-lihat keadaan pasar. Saat bertemu dengan seorang anak penjual burung, ia berhenti di situ dan menanyakan harga burung yang berada di dalam sangkar. Orang asing tersebut ternyata hendak membeli semua burung yang dijual anak tersebut.
Anak penjual burung menghitung semua harga burung yang dijualnya. Orang asing langsung membayar semua burung itu dan membawanya. Tiba-tiba saja orang asing itu melepaskan semua burung yang ada di dalam sangkar. Anak penjual burung tadi dan orang-orang yang ada di pasar bertanya alasan orang asing tersebut melepas semua burung tadi. Orang tasing menjawab dengan mengatakan bahwa ia merasa kasihan dengan burung-burung yang ada di dalam sangkar tersebut. Ia berpikir pasti mereka merasa tersiksa berada di dalam sangkar, karena sangkar bagaikan penjara bagi burung-burung tersebut. Berdasarkan pemikirannya tersebut dan karena ia pernah merasakan hidup di penjara, ia melepaskan burung-burung itu agar bisa menikmati alam bebas.

Komentar
Cerpen ini mengajarkan pada kita untuk bisa merasakan apa yang dirasakan oleh binatang-binatang yang kita pelihara. Kadang secara tidak sadar kita menyiksa dan tidak memperhatikan hak-hak binatang yang kita pelihara. Mungkin maksud kita ingin memelihara mereka tetapi terkadang justru tindakan kita membuat mereka tersiksa. Dengan mencoba merasakan dan mau mengerti apa yang binatang-binatang tersebut rasakan, paling tidak akan membuat kita bisa berlaku adil terhadap binatang terebut dan menyayanginya.

Judul : Menguji Sahabat Sejati ( Kumpulan Dongeng )
Pengarang : Sri Widiyastuti
Penerbit : Pustaka Ola

Sinopsis
Rara adalah seorang putri yang cantik jelita. Ia juga baik hati kepada siapapun Banyak orang suka padanya, ia juga mempunyai banyak teman. Namun, ia ragu apakah teman-temannya benar-benar tulus berteman dengannya. Ia takut kalau mereka hanya berteman karena ia adalah seorang putri. Padahal ia ingin mempunyai seorang sahabat yang dapat dipercaya. Putri Rara pun mencari sebuah cara untuk membuktikan siapa yang benar-benar sahabat sejati.
Pagi harinya, ia mencoret hidungnya dengan tinta. Ia berharap di sekolah ada seorang temannya yang mengatakan noda di hidungnya itu dan membantu membersihkannya. Ternyata dugaannya salah, tidak ada yang mau mengatakan kalau di hidungnya ada noda. Ia sedih, di kamar mandi dan melihat noda itu masih ada. Akan tetapi, ia mendengar kalau ibu guru dan teman-temannya menertawakan mereka. Ia menjadi tahu kalau mereka tidak tulus berteman dengannya. Saat itu ada seorang teman yang tidak berangkat karena sakit, ia bernama Luna. Putri Rara menjenguk Luna di rumahnya. Sampai di sana Luna langsung memberi tahu Rara kalau di hidungnya ada noda tinta bahkan Luna juga membantu membersihkan. Putri Rara telah menemukan sahabat sejati yang menyayanginya yaitu Luna.
Komentar
Cerpen yang mengangkat cerita tentang persahabatan ini cukup menarik untuk dibaca. Cerita ini dibuat dengan kata-kata yang sederhana sehingga mudah untuk dipahami dan mudah untuk dibaca terutama untuk anak-anak. Pesan moralnya juga cukup bagus, mengajarkan pada kita bahwa dalam sebuah pertemanan hendaknya kita tidak memandang dan memilih-milih siapa yang akan menjadi teman kita. Kita harus bisa berteman dengan semua orang, karena pada dasarnya semuanya sama. Di dalam pertemanan, kita juga harus benar-benar menyayangi teman kita, tidak hanya pura-pura baik di depannya.

Judul : Mura dan Muri yang Sombong
Pengarang : Ummu Naufal
Sumber : Majalah Ummi (Permata) November-Desember 2004

Sinopsis
Suasana taman satwa “BUANA” sangat cerah. Namun, tidak begitu dengan hati Bening, seekor bebek mungil. Ia memandangi wajahnya di air dan ia semakin murung. Berbeda dengan dua ekor burung merak, Mura dan Muri yang bangga menyombongkan kecantikannya. Mereka pun mengejek bening yang tidak secantik mereka. Di saat Bening sedih akbiat ejekan Mura dan Muri, datanglah seekor kura-kura bernama Kuya. Mura dan Muri juga mengejek Kuya yang tidak memiliki bulu indah seperti mereka. Mereka merasa paling cantik dan paling banyak didekati pengunjung, sedangkan Bening dan Kuya tidak.
Kuya dan Bening pun bekerja sama, atas ide dari Kuya, mereka dan teman-teman mereka melakukan atraksi untuk menarik perhatian pengunjung. Pada awalnya banyak pengunjung yang mendekati Mura dan Muri, tetapi melihat atraksi Bening, Kuya dan kawan-kawannya, pengunjung pun mengalihkan perhatian mereka. Mura dan Muri tidak terima dan merasa Bening dan Kuya telah mengalahkannya. Tiba-tiba saja kedua burung merak tersebut terjatuh ke danau. Mereka bingung dan meminta tolong karena mereka tidak bisa berada di dalam air lama-lama. Bening, Kuya, dan kawan-kawannyalah yang membantu Mura dan Muri keluar dari danau. Mereka pun sadar bahwa tindakannya tadi yang telah sombong dan mengejek Bening dan Kuya adalah tindakan yang salah. Mereka selama ini telah merasa mempunyai kelebihan daripada binatang-binatang yang lain. Padahal teman-teman mereka juga mempunyai kelebihan masing-masing.

Komentar
Dilihat dari sisi isi ceritanya dan pesan yang ingin diampaikan oleh pengarang kepada pembaca, dapat diambil suatu nilai moral bahwa kita hendaknya tidak menyombongkan diri atas kelebihan yang ada pada diri kita. Setiap makhluk di dunia ini apsti mempunyai kelebihan sendiri-sendiri jadi tidak ada yang patut untuk disombongkan. Apalagi sampai mengejek makhluk lain yang menurut kita tidak lebih dari kita, itu semua tidak ada gunanya. Di dunia ini kita hidup bersama-sama dan saling membutuhkan jadi kita harus bisa saling menghargai dan menghormati.

Judul : Nit yang Bahagia
( Cerpen Kompas Anak, Minggu 20 April 2008 )
Pengarang : Pupuy Hurriah

Sinopsis
Nit adalah kurcaci yang tinggal di sebuah rumah kecil di desa dengan kehidupan yang sederhana. Nit bertubuh kecil, pendek gemuk, kulitnya hitam dan berambut keriting, hidungnya bengkok seperti hidung burung pepet. Nit sangat rajin sehingga dia selalu disayang tetangganya.
Suatu hari, Nit ingin minum susu tetapi ia tidak punya uang untuk membeli susu hingga ia hanya makan roti saja. Namun, karena ia membantu tetangganya yang mengalami kesulitan maka ia mendapatkan balas jasanya, seperti ketika membantu Nyonya Izzi Kurcaci memperbaiki roda kereta bayi, ia mendapatkan satu keping uang. Tuan ben Kurcaci juga memberinya dua keping uang karena ia telah membantu mengganti genting yang pecah. Lalu yang terakhir Nenek Anna memberinya segelas susu yang diidam idamkannya karena Nit telah membantu memperbaiki pintu rumah Nenek Anna yang rusak. Nit pun bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan padanya hari itu.





Komentar
Cerpen Berjudul Nit Kurcaci ini disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak, alur ceritanya juga mudah untuk diikuti sehingga anak-anak akan mudah memahami alur ceritanya. Pesan yang ingin disampaikan juga cukup bagus, mengajak kita untuk bisa berbuat baik pada orang lain yang membutuhkan. Ketika kita bisa berbuat baik dan membantu orang lain, maka Tuhan akan berbuat baik dan membantu kita melalui orang lain yang juga akan membalas kebaikan kita.

Judul : Penggembala dan Serigala
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa


Sinopsis
Cerpen ini berkisah tentag seorang penggembala yang biasa menggembalakan kambing-kamingnya di rumput-rumput dekat sebuah kampung. Penggembala tersebut mempunyai kebiasaan buruk. Ia sering mempermainkan penduduk kampung. Suatu hari pernah ia tiba-tiba berteriak mengabarkan pada penduduk bahwa ada serigala yang akan memangsa kambing-kambingnya. Akan tetapi, setelah penduduk datang ternyata tidak ada serigala seperti yang diteriakkan oleh penggembala. Penduduk menjadi kesal atas tindakan penggembala tersebut.
Beberapa hari kemudian ketika penggembala sedang menjalankan rutinitas menggembalakan kambingnya, datanglah serigala. Ia menyerang kambing-kambing yangs edang asyik makan rumput dan hendak memangsa kambing-kambing tersebut. Penggembala berteriak minta tolong pada penduduk bahwa ada serigala yang memangsa kambing-kambingnya. Akan tetapi, penduduk tidak peduli pada teriakan penggembala. Penduduk berpikir pasti penggembala berbohong dan hendak mempermainkan penduduk lagi. Penggembala pun harus puas melihat kambing-kambingnya mati dimakan serigala.
Komentar
Cerpen ini memberi pelajaran pada kita dan anak-anak bahwa kita tidak boleh berbohong dan mempermainkan orang lain sekalipun itu hanya untuk bercanda. Biasanya ketika kita sekali saja berbohong, orang lain tidak akan percaya lagi pada apa-apa yang kita ucapkan. Padahal ketika kita tidak lagi dipercaya oleh orang lain, itu akan merugikan diri kita sendiri.

Judul : Ramadhan Deni
Pengarang : Meutia Geumala
Sumber : Majalah Ummi (Permata) Oktober-November 2004

Sinopsis
Deni dan ketiga temannya selalu bersenang-senang ketika Ramadhan. Mereka selalu membuat kegaduhan ketika di masjid terutama ketika shalat tarawih. Shaf paling belakang adalah tempat favorit mereka, karena di sana mereka bisa bercanda lebih bebas ketika shalat sedang berlangsung. Ulah mereka sering menjadi perhatian orang-orang dewasa, mereka pun sering dimarahi. Akan tetapi mereka tidak jera dengan perbuatan mereka itu.
Pada hari kelima, mereka membuat ulah dengan menyembunyikan sandal milik Afif. Padahal Afif adalah teman mereka, tetapi ia selalu datang ke masjid bersama ayahnya dan selalu shalat di shaf terdepan. Pak Anwar, penjaga masjidlah yang kemudian menemukan sandal Afif yang disembunyikan oleh Deni dan teman-temannya. Dua hari kemudian, giliran Deni yang kehilangan sandalnya. Ia berusaha mencari tetapi tidak ditemukannya juga sandal itu. Teman-temannya malah meninggalkannya dengan alasan mencari tempat untuk bermain petasan. Deni pun sedih kehilangan sandalnya dan tidak ada satupun teman yang membantunya.
Tiba-tiba datanglah Afif sambil membawa sandal milik Deni. Sandal itu ditemukan Afif di dekat WC. Deni senang karena sandalnya tidak jadi hilang, ia berterima kasih pada Afif. Ia menyesal kemarin telah menyembunyikan sandal Afif dan selama Ramadhan ini ia tidak berlomba-lomba mencari pahala tetapi malah selalu membuat ulah yang menyusahkan orang lain disekitarnya.

Komentar
Cerpen yang bernuansa religi ini mengandung muatan moral yang bagus untuk diajarkan pada anak-anak. Hal yang diceritakan pada cerpen ini biasa terjadi di lingkungan kita dan seperti menjadi kebiasaan anak-anak. Padahal kebiasaan itu adalah kebiasaan yang buruk dan tidak sepatutnya dijadikan suatu kebiasaan. Cerpen ini menunjukkan kepada kita semua agar sejak kecil membiasakan anak-anak untuk juga mencari pahala di bulan Ramadhan, karena bulan itu adalah bulan yang penuh berkah.
Hal lain yang patut diambil pelajarannya dan diterapkan adalah membiasakan anak-anak untuk tidak gaduh dan bercanda ketika beribadah apalagi di masjid. Memang anak-anak kadang tidak bisa membedakan mana dunia untuk bermain dan dunia ketika harus serius. Akan tetapi, jika dibiasakan maka anak-anak lama kelamaan akan tahu bagaimana ia harus menempatkan diri, seperti tokoh Afif yang nyatanya juga bisa menempatkan diri dan tidak melakukan apa yang dilakukan oleh tokoh Deni dan teman-temannya.



Judul : Rusa dan Kambing
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa

Sinopsis
Cerpen berjudul Rusa dan Kambing ini bercerita tentang seekor Rusa yang sedang kehausan. Ia mencari air kemana-mana hingga ditemukannya sebuah sumur. Ia masuk ke dalam sumur tersebut dan meminum iar yang di dalamnya. Ia tidak sadar bahwa tembok sumur tersebut tinggi hingga membuatnya sulit untuk keluar lagi dari sumur tersebut. Ia merasa bingung mencari cara untuk keluar dari sumur itu.
Tiba-tiba datanglah seekor Kambing yang berjalan-jalan di sekitar sumur tersebut. Rusa pun menghasut Kambing dengan mengatakan pada Kambing bahwa air sumur yang ada di depannya berbeda dengan air-air yang lain. Air sumur itu sangat nikmat untuk diminum. Rusa menyuruh Kambing ikut masuk ke dalam sumur tersebut agar dapat menikmati air sumur dengan lebih bebas. Ketika Kambing sedang minum, Rusa tiba-tiba meloncat melalui punggung kambing. Rusa berhasil keluar dari sumur tersebut. Kambing tersadar bahwa dirinya telah dimanfaatkan oleh Rusa dan ia telah ditipu. Kambing juga tersadar kalau dirinya berada di dalam sumur yang dalam sehingga ia tidak bisa keluar lagi. Rusa pergi meninggalkan Kambing dan tidak mau membantunya keluar dari sumur.
Komentar
Cerpen ini mengandung sebuah pelajaran yang bisa kita ajarkan pada anak-anak bahwa kita tidak boleh memanfaatkan orang lain dan meninggalkannya begitu saja. Kadang kita mau berinteraksi dan berbaik hati dengan orang lain tetapi dengan maksud tertentu. Ketika maksud tersebut telah terpenuhi, biasanya kita akan meninggalkan orang tersebut. Tidak jarang kita tidak peduli lagi pada orang yang sudah kita manfaatkan tadi. Sikap ini menunjukkan keegoisan kita dan ketidakpedulian kita pada orang lain. Hendaknya kita bisa peduli dan salin bantu membantu dengan orang lain.

Judul : Sapu Terbang yang Tertinggal ( Kumpulan Dongeng )
Pengarang : Bagus
Penerbit : Pustaka Ola

Sinopsis
Dahulu, ada seorang nenek sihir yang bernama Nyasih. Ia selalu bepergian dengan sapu terbang miliknya. Suatu hari ia pergi ke pasar untuk membeli ikan, karena ia ingin memasak ikan. Ia menemukan penjual ikan yang ternyata berada di sebelah penjual sapu. Ia pun memilih-milih ikan yang akan dimasaknya. Selesai memilih, ternyata ia kehilangan sapu terbangnya. Ia pun mengira kalau sapunya terbawa penjual sapu. Ia mengejar sang penjual sapu dan mencoba satu persatu-satu sapu yang dijual, mungkin saja salah satunya adalah sapu terbangnya tetapi tidak ada yang bisa digunakannya terbang.
Nenek Nyasih pun mengejar seorang ibu yang membeli sapu dari penjual sapu tadi. Ia berniat menukar sapu ibu itu dengan sapu yang dipegangnya, tetapi ibu itu tidak mau kecuali ditukar dengan seratus buah sapu. Nenek Nyasih menyirih dan keluarlah seratus sapu dari tangannya. Ibu itu heran dengan apa yang terjadi di depannya. Nenek Nyasih yang sudah mendapatkan kembali sapu terbangnya lagsung melesat ke rumahnya karena ia sudah ingin memasak ikan yang tadi dibelinya.


Komentar
Cerpen ini cukup baik untuk dibaca anak-anak. Bahasa dan alur yang mudah membuat cerpen ini cocok untuk bacaan anak-anak. Isi ceritanya juga mengangkat hal yang biasa ada di dunia anak-anak. Dongeng ini, sebenarnya hanya sebuah cerita khayal yang tidak mungkin terjadi di kehidupan nyata. Akan tetapi, jika dicermati ada pesan tersirat yang bisa diambil dari cerita ini, yaitu bahwa kita harus hati-hati dan tidak ceroboh ketika meletakkan barang-barang milik kita.


Judul : Senjata Lebah
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa


Sinopsis
Cerpen berjudul Senjata Lebah ini bercerita tentang seorang anak bernama Adib yang mencoba menangkap lebah. Ia berputar-putar mencari lebah untuk ditangkapnya dan dibuat mainan. Fauziyah teman akrabnya sudah melarang tindakan Adib yang akan menyiksa lebah dan membuat sakit lebah. Adib tidak menghiraukan nasehat Fauziyah. Ia tetap mencari lebah yang hinggap dari bunga yang satu ke bunga yang lain.
Adib berhasil menagkap seekor lebah. Ia pun merasa senang dan bangga, ditunjukkannya lebah tersebut pada Fauziyah. Tiba-tiba saja tanpa disadari, lebah yang dipegang Adib menyengat tangan Adib. Ia berteriak kesakitan atas sengat lebah yang membuat tangannya sakit dan bengkak.




Komentar
Cerpen ini mengingatkan kita dan anak-anak bahwa kita tidak boleh menyiksa binatang dengan semena-mena. Binatang juga punya hak untuk hidup di dunia ini. Selama buantang tersebut tidak melukai dan mengganggu kita, kita tidak boleh memperlakukannya sekehendak hati. Seperti lebah yang tadi ditangkap oleh Adib, ia tahu kalau bahaya mengancam jiwanya sehingga ia menyengat tangan Adib sebagai wujud pembelaan diri. Binatang juga seperti manusia akan melindungi diri jika ada bahaya yang mengancam. Sekalipun binatang itu kecil, ia juga punya senjata untuk melindungi dirinya.

Judul : Singa dan Tikus
( Kumpulan Kisah-Kisah Teladan 1 )
Penerjemah : Choirul Anwar
Penerbit : Analisa

Sinopsis
Cerpen berjudul Singa dan Tikus ini bercerita tentang kisah seekor Singa yang sedang tidur di tengah hutan. Di tengah tidurnya yang nyenyak ada seekor Tikus yang berjalan di atas kepalanya. Singa merasa terganggu dan ia pun marah pada Tikus yang sudah tidak sopan dan mengganggu tidurnya. Tikus meminta maaf pada Singa dan berkata dengan jujur bahwa tindakannya tadi tidak sengaja. Mendengar pengakuan dan kejujuran Tikus, Singa pun luluh dan memaafkan Tikus.
Suatu hari Singa terperangkap dalam sebuah jaring pemburu. Singa meminta tolong, Tikus mendengar auman minta tolong dari Singa. Ia pun datang ke tempat Singa terperangkap. Tikus berjanji akan membantu Singa keluar dari jaring perangkap tersebut sebelum pemburu datang. Singa tidak percaya Tikus bisa menolongnya. Ternyata dengan Tikus benar-benar berusaha menolong Singa dengan cara memakan jaring sedikit demi sedikit hingga Singa bisa keluar dari jaring tersebut. Singa berterima kasih pada Tikus atas kebaikan hatinya dan mau membantunya dari kesulitan. Singa kagum pada Tikus, walaupun kecil tetapi ia bisa melakukan apa saja.
Komentar
Cerpen ini mengajarkan pada anak-anak sebagai pembaca pada umumnya agar tidak meremehkan orang lain. Seperti yang dilakukan oleh Singa, ia meremehkan Tikus yang lebih kecil darinya. Singa merasa Tikus tidak akan bisa membantunya tetapi Tikus membuktikan bahwa walaupun kecil ia bisa berguna bagi orang lain. Ini menunjukkan bahwa sekecil apapun atau bagaimanapun seseorang itu, pasti ia bisa melakukan suatu hal untuk dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Kita tidak boleh meremehkan orang lain karena belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita remehkan.

Judul : Si Jagoan Ompol
Pengarang : Zaenal Radar T
Sumber : Majalah Ummi (Permata) September 2005

Sinopsis
Virgi, gadis kecil yang selalu dipanggil jagoan oleh ayahnya sudah tiga hari ini bangun pagi. Padahal hal itu bukanlah kebiasannya. Ternyata sudah tiga hari ini ia mengompol. Virgi malu dan takut ketahuan oleh ayah dan bundanya, untuk menutupi kebiasaan buruknya itu ia menyuruh Mbok Yem untuk merahasiakannya dari ayah dan bunda. Awalnya ayah dan bunda tidak curiga dengan sprei kamar Virgi yang selalu diganti tiap hari. Akan tetapi lama-lama bunda curiga juga, Virgi masih bisa menutupi kebiasaan buruknya itu dengan mengatakan bahwa ia tidak bisa tidur dengan sprei yang kotor sehingga harus diganti setiap hari.
Suatu hari, bunda Virgi tidak berangkat kerja dan hari itu lagi-lagi Virgi msaih ngompol. Virgi menyembunyikan sprei yang terkena ompol itu di bawah kasur. Bunda bisa mencium bau pesing yang berasal dari kamar Virgi. Akhirnya bunda tahu kalau Virgi mengompol dan bunda juga tahu alasan kenapa sprei di kamar Virgi harus daiganti setiap hari. Virgi malu kebiasaan buruknya itu diketahui oleh ayah dan bundanya. Bahkan ayahnya memanggilnya dengan sebutan Si Jagoan Ompol. Sejak saat itu Virgi membiasakan diri untuk ke kamar mandi sebelum tidur. Ia pun tidak mengompol lagi.


Komentar
Cerpen ini mengandung nilai moral yang perlu untuk kita ajarkan pada anak-anak. Dari cerpen ini anak-anak juga dapat belajar untuk tidak lagi mengompol dan menunjukkan pada mereka bahwa mengompol itu merupakan kebiasaan buruk. Kebiasaan buruk itu bisa dihilangkan jika ada niat dari anak tersebut untuk menghilangkannya.

Judul : Tolong Menolong
Pengarang : Syaiful Ekajaya
Penerbit : PT. Fortuna Ekajaya

Sinopsis
Ayam, tikus, dan kucing sedang bermain bersama di tepi pantai. Mereka bermain lempar tangkap bola, sampai pada lemparan pada tikus, ia ternyata tidak bisa menangkap bola. Bola pun terlempar sampai bibir pantai dan mengenai seekor Paus yang terdampar sampai daratan. Mereka minta maaf pada Paus karena bola yang dilempar mengenai badannya, Paus pun mau memaafkan kesalahan mereka. Paus meminta tolong pada mereka untuk mengembalikannya ke laut, karena tidak kuat mereka minta tolong pada seekor Gajah.
Berkat bantuan Gajah, Paus yang terdampar bisa kembali lagi ke Laut. Kucing, Tikus, dan Ayam melanjutkan acara bermain mereka. Kali ini mereka bermain di tengah laut. Tiba-tiba saja ada seekor Hiu yang menyerang mereka, Hiu itu akan memakan ketiga hewan kecil yang bermain di tengah laut itu. Datanglah Paus yang tadi ditolong oleh Kucing, Tikus, dan Ayam. Paus memohon pada Hiu untuk tidak memakan dan menyerang ketiga hewan itu, karena mereka baik hati dan tadi telah menolongnya. Hiu pun menurut dan pergi meninggalkan Kucing, Tikus, dan Ayam. Mereka selamat dari ancaman Hiu dan bisa kembali pulang ke rumah.

Komentar
Cerpen tentang binatang ini mengandung nilai moral yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak. Pesan yang ingin disampaikan pengarang melalui kehidupan binatang sangat baik untuk diterapkan dalam kehidupan. Pengarang ingin menyampaikan pentingnya tolong menolong dalam kehidupan ini. Dari judulnya yang sederhana saja, kita sudah bisa melihat bahwa pengarang ingin berbicara tentang tolong menolong. Hal itu penting untuk dilakukan karena di dunia ini kita tidak hidup sendiri. Jadi sebisa mungkin kita menolong orang lain yang membutuhkan sesuai dengan kemampuan kita.