Selasa, 06 Juli 2010

RINGKASAN KOMUNIKASI BAHASA

Digunakan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiolinguistik dengan dosen pengampu Dr. Tadzkiroatun.

Oleh
Hamdan Nugroho
07201241024

PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2010
Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi atau alat interaksi yang hanya dimiliki manusia.

1. Hakikat Bahasa
Ciri-ciri yang menrupakan hakikat bahasa adalah sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi. Bahasa adalah system, maksudnya bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berp
ola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Bahasa bersifat sistematis dan sistemis. Sistem bahasa berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi. Lambang bunyi bahasa bersifat arbitrer, artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya tidak bersifat wajib, bisa berubah, dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu. Bahasa bersifat produktif, maksudnya dengan dengan sejumlah unsur yang terbatas, tapi dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hamper tidak terbatas. Bahasa juga bersifat berdinamis, yaitu tidak terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Bahasa itu beragam, meskipun sebuah bahasa mempunyai kaidah atau pola tertentu yang sama, tapi karena bahasa itu digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu menjadi beragam, baik dalam tataran fonologis, sintaksis, maupun pada tataran leksikon. Selain itu, bahasa besifat manusiawi, atau hanya dimiliki manusia.


2. Fungsi-fungsi Bahasa
a. Dilihat dari sudut penutur, maka bahasa itu berfungsi personal atau pribadi (Jakobson menyebutnya fungsi emotif). Maksudnya, si penutur menyatakan sikap terhadap apa yang dituturkannya.
b. Dilihat dari pendengar atau lawan bicara, maka bahasa itu berfungsi direktif (instrumental), yaitu mengatur tingkah laku pendengar.
c. Bila dilihat dari segi kontak antara penutur dan pendengar maka bahasa berfungsi fatik/interpersonal/interactional. Maksudnya, fungsi menjalin hubungan, memelihara, memperlihatkan perasaan bersahabat, atau solidaritas sosial.
d. Bila dilihat dari segi topik ujaran, maka bahasa itu berfungsi referensial/representational/kognitif/denotatif/informatif. Di sini bahasa berfungsi sebagai alat untuk membicarakan objek atau peristiwa yang ada di sekeliling penutur atau yang ada dalam budaya pada umumnya.
e. Kalau dilihat dari segi kode yang digunakan, maka bahasa itu befungsi metalingual atau metalinguistik, yakni bahasa itu digunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri.


3. Hakikat Komunikasi
Komunikasi adalah proses pertukaran informasi antarindividual melalui sistem simbol, tanda, atau tingkah laku yang umum. Komponen yang harus ada dalam setiap proses komunikasi, yaitu:
a. Pihak yang berkomunikasi, yakni pengirim dan penerima informasi yang dikomunikasikan yang lazim disebut partisipan;
b. Informasi yang dikomunikasikan;
c. Alat yang digunakan komunikasi itu.
Pihak yang terlibat dalam suatu proses komunikasi tentunya ada dua orang atau dua kelompok orang, yaitu pertama mengirim (sender) informasi, dan yang kedua yang menerima (receiver) informasi. Informasi yang disampaikan tentunya berupa suatu ide, gagasan, keterangan, atau pesan. Sedangkan alat yang digunakan dapat berupa simbol/lambang seperti bahasa, berupa tanda-tanda, seperti rambu-rambu lalu lintas, gambar, atau petunjuk; dapat juga berupa gerak-gerik anggota badan (kinesik).
Berdasarkan alat yang digunakan dibedakan adanya dua macam komunikasi, yaitu komunikasi non-verbal dan komunikasi verbal atau komunikasi bahasa. Komunikasi non-verbal adalah komunikasi yang menggunakan alat bukan bahasa, seperti bunyi peluit, cahaya (lampu atau api), semafor, dan termasuk juga komunikasi dalam masyarakat hewan. Sedang komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai alatnya.

4. Komunikasi Bahasa
Berlangsungnya proses komunikasi bahasa dapat digambarkan sebagai berikut.

Ada dua macam komunikasi bahasa, yaitu komunikasi searah dan komunikasi dua arah. Dalam komunikasi searah, si pengirim tetap sebagai pengirim, dan si penerima tetap sebagai penerima. Dalam komunikasi dua arah, secara berganti-ganti si pengirim bisa menjadi penerima, dan penerima bisa menjadi pengirim.
Sebagai alat komunikasi, bahasa itu terdiri dari dua aspek, yaitu aspek linguistik dan aspek non linguistik atau paralinguistik. Aspek linguistik mencakup tataran fonologis, morfologis, dan sintaksis. Aspek paralinguistik mencakup (1) kualitas ujaran, yaitu pola ujaran seseorang, seperti falsetto (suara tinggi), staccato (suara terputus-putus), dan sebagainya; (2) unsur supra segmental, yaitu tekanan (stress), nada (pitch), dan intonasi; (3) jarak dan gerak-gerik tubuh, seperti gerakan tangan, anggukan kepala, dan sebagainya; (4) rabaan, yakni yang berkenaan dengan indera perasa (pada kulit).

5. Keistimewaan Bahasa Manusia
a. Bahasa itu menggunakan jalur vokal auditif.
b. Bahasa dapat tersiar ke segala arah, tetapi penerimanya terarah.
c. Lambang bahasa yang berupa bunyi itu cepat hilang setelah diucapkan.
d. Partisipan dalam komunikasi bahasa dapat saling berkomunikasi (interchangeability)
e. Lambang bahasa itu dapat menjadi umpan balik yang lengkap.
f. Komunikasi bahasa mempunyai spesialisasi.
g. Lambang-lambang bunyi dalam komunikasi bahasa adalah bermakna atau merujuk pada hal-hal tertentu.
h. Hubungan antara lambang bahasa dengan maknanya bukan ditentukan oleh adanya suatu ikatan antara keduanya, tetapi ditentukan oleh suatu persetujuan atau konvensi di antara penutur suatu bahasa.
i. Bahasa sebagai alat komunikasi manusia dapat dipisahkan menjadi unit satuan-satuan, yakni, kalimat, kata, morfem, dan fonem.
j. Rujukan atau yang sedang dibicarakan dalam bahasa tidak harus selalu ada pada tempat dan waktu kini.
k. Bahasa bersifat terbuka.
l. Kepandaian dan kemahiran untuk menguasai aturan-aturan dan kebiasaan-kebiasaan berbahasa manusia diperoleh dari belajar, bukan melalui gen-gen yang dibawa sejak lahir.
m. Bahasa dapat dipelajari.
n. Bahasa dapat digunakan untuk menyatakan yang benar dan yang tidak benar, atau juga yang tidak bermakana secara logika.
o. Bahasa memiliki dua subsistem, yaitu subsistem bunyi dan subsistem makna, yang memungkinkan bahasa itu memiliki keekonomisan fungsi.
p. Bahasa itu dapat kita gunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri.

0 komentar: